Sabtu, 16 Desember 2017

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

Pengantar Ibadah

Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! (Mazmur 34:4)

 

Waktu Teduh

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

Pujian kepada Tuhan

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

Bacaan Alkitab

13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. 14 Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. 15 Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. (Ibrani 11:13-15)

 

Pengantar untuk Renungan

Kesetiaan merupakan salah satu ukuran dari keteguhan iman. Memang umumnya orang mengukur iman seseorang dari apa yang dialami oleh yang bersangkutan berdasarkan apa yang ia percayai. Sebagai contoh, orang yang berhasil di dalam usahanya karena ia percaya bahwa Tuhan akan memberkati dirinya acapkali dipandang sebagai pribadi yang kokoh imannya. Ukuran yang tidak salah, namun tidak lengkap. Iman juga harus diukur dari kesetiaan orang di dalam hal tetap mempercayai janji Tuhan walaupun apa yang ia harapkan belum menjadi kenyataan.

Hal itulah yang dikatakan tentang para pahlawan iman. Sebagaimana yang dicatat di dalam Ibrani 11 mereka mati sebagai orang yang tidak mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhan. Namun demikian dengan setia sampai akhir mereka tetap mempercayai janji Tuhan. Mereka tahu bahwa di bumi ini mereka hanyalah sebagai pendatang, itu sebabnya mereka menaruh pengharapan pada dunia yang akan datang, yaitu yang bersifat abadi. Walaupun mereka melihat penggenapan dari janji tersebut masih berada di tempat yang jauh, yaitu di dunia yang akan datang, namun mereka tetap melambai-lambaikan tangan untuk menyambutnya dengan setia. Sikap setia inilah yang membuat mereka diperhitungkan sebagai pahlawan iman.

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

Bagimana sikap Anda di saat menantikan penggenapan janji Tuhan yang lama belum juga kunjung menjadi kenyataan?

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

Tuhan Yesus , tolonglah aku untuk mampu membedakan antara hal-hal yang abadi dengan yang hanya bersifat sementara. Ajarlah diriku untuk menghargai serta memprioritaskan hal-hal yang bersifat kekal lebih daripada yang fana. Tolonglah diriku untuk tetap bersikap setia kepada-Mu dan tidak meragukan firman-Mu walaupun sebagian dari harapanku belum juga kunjung menjadi kenyataan.

Tuhan Yesus, aku bersyukur kepada-Mu untuk semua kebaikan, penyertaan dan tuntunan-Mu yang telah aku alami di sepanjang minggu ini. Tidak pernah Engkau mengecewakakan diriku. Aku percaya Engkau juga tidak akan mengecewakan hatiku untuk semua janji-janji-Mu yang masih kunantikan penggenapannya. Oleh karena itu di dalam iman aku menyerahkan hidupku di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang setia, aku berdoa. Amin.

 

Waktu Teduh

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Leksionari untuk hari ini:

Ibrani 11

Amsal 17

Ayub 11-12

 


  

Sabtu, 16 Desember 2017

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

Pengantar Ibadah

Hai gembala Israel, pasanglah telinga, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan domba! Ya Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. (Mazmur 80:2)

 

Waktu Teduh

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

Bacaan Alkitab

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. (Amsal 17:22)

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

Tuhan Yesus, walaupun tidak mudah menemukan alasan untuk bergembira di dunia ini namun di dalam Engkau aku dapat hidup limpah dengan kegembiraan. Memang yang aku dapati di dalam kehidupan sehari-hari dan di dunia sekitarku adalah dukacita, penderitaan, kekecewaan dan keputusaasaan. Namun di dalam anugerah-Mu yang menyelamatkan, membaharui kehidupan, dan memberikan masa depan yang penuh pengharapan aku memiliki dasar untuk hidup bergembira. Untuk itu aku bersyukur dan memuji kebaikan-Mu.

 

Tuhan Yesus, tolonglah diriku hari ini agar mampu hidup tanpa terpengaruh oleh keadaan di sekitarku, dan tetap bergantung kepada-Mu di setiap waktu. Pimpinlah diriku agar aku dapat menyelesaikan minggu ini dengan hidup di jalan-jalan-Mu dan menyukakan hati-Mu. Tuhan jadikan diriku berkat untuk sesamaku. Di dalam nama-Mu aku mengangkat doa ini. Amin.

 

Waktu Teduh

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 16 Desember 2017

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

Pengantar Ibadah

Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku. (Mazmur 18:4)

 

Waktu Teduh

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

Pujian kepada Tuhan

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

Bacaan Alkitab

13 Jikalau engkau ini menyediakan hatimu, dan menadahkan tanganmu kepada-Nya; 14 jikalau engkau menjauhkan kejahatan dalam tanganmu, dan tidak membiarkan kecurangan ada dalam kemahmu, 15 maka sesungguhnya, engkau dapat mengangkat mukamu tanpa cela, dan engkau akan berdiri teguh dan tidak akan takut, 16 bahkan engkau akan melupakan kesusahanmu, hanya teringat kepadanya seperti kepada air yang telah mengalir lalu.

18 Engkau akan merasa aman, sebab ada harapan, dan sesudah memeriksa kiri kanan, engkau akan pergi tidur dengan tenteram; 19 engkau akan berbaring tidur dengan tidak diganggu, dan banyak orang akan mengambil muka kepadamu. (Ayub 11:13-16, 18-19)

 

Pengantar untuk Renungan

Hidup yang penuh damai sejahtera sangat ditentukan oleh keeratan relasi kita dengan Tuhan. Walaupun rumah kita berpagar tembok yang tinggi dan kokoh, dikawal oleh para penjaga yang bertugas siang dan malam, serta dijaga oleh beberapa ekor anjing yang galak, semua itu tidak dengan sendirinya akan membuat hati kita merasa tenteram. Tetapi apabila kita memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan, sehingga kita tahu bahwa Dia selalu menyertai kita, maka di dalam segala keadaan hati kita akan limpah dengan damai sejahtera.

Hal itulah yang dikemukakan oleh Zofar kepada Ayub seperti yang dicatat di dalam Ayub 11. Kepada sahabatnya yang sedang berada di dalam penderitaan tersebut Zofar mengingatkan tentang pentingnya untuk memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan. Keakraban yang terlihat dari sikap bergantung kepada Tuhan dan hidup menjauhi kejahatan. Ia berkata orang yang hidup seperti itu akan berdiri teguh, tidak merasa takut, namun merasa aman dan tenteram. Walaupun sikap Zofar terhadap Ayub, yaitu sikap menghakimi adalah keliru, namun perkataan yang ia ucapkan ini mengandung kebenaran. Adalah benar bahwa bila orang memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka ia akan hidup dengan penuh damai sejahtera.

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

Bagaimana keakraban Anda dengan Tuhan? Apakah buktinya?

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

Tuhan Yesus, aku berdoa memohon tuntunan-Mu agar aku senantiasa hidup dekat dengan-Mu. Tolonglah diriku untuk selalu hidup dengan rendah hati dan bergantung kepada-Mu. Jagalah langkah-langkahku agar aku menjauhi kejahatan dan hidup tanpa cela di hadapan-Mu. Penuhi hatiku dengan rasa haus kepada-Mu sehingga aku selalu merindukan diri-Mu. Karena hanya dekat Engkau sajalah aku akan mengalami damai sejahtera di setiap waktu.

Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau telah rela berjalan bersamaku di sepanjang minggu ini. Engkau telah memberkati diriku dengan kebaikan-kebaikan-Mu. Engkau juga melimpahi hatiku dengan sukacita melebihi yang dapat diberikan oleh dunia sekitarku. Engkau baik, dan kasih setia-Mu tidak pernah berkesudahan. Tuhan, aku menyerahkan semua yang telah aku kerjakan di minggu ini ke dalam tangan-Mu. Kiranya semua itu berkenan di hati-Mu dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama-Mu aku berdoa dan bersyukur. Amin.

 

Doa Syafaat

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.p>

 

Waktu Teduh

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.