materi.php2020-02-10ibadah-pagi

Tanggal 10 Februari

Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan! (Mazmur 29:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

21 Kemudian mereka meminta seorang raja dan Allah memberikan kepada mereka Saul bin Kish dari suku Benyamin, empat puluh tahun lamanya. 22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. 23 Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. (Kisah Para Rasul 13:21-23)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Untuk hidup berkenan kepada Tuhan kita tidak harus menjadi sempurna terlebih dahulu, namun dalam kerendahan hati kita harus mengakui ketidaksempurnaan kita. Bila Allah hanya berkenan kepada orang yang sempurna maka tidak seorangpun yang akan dapat berkenan kepada-Nya. Sebab pada dasarnya tidak ada seorangpun manusia yang hidup di dunia ini yang sudah sempurna, dan hanya Allah sajalah yang sempurna. Namun apabila orang dengan rendah hati bersedia mengakui keterbatasan dirinya, maka Allah di dalam anugerah-Nya akan menerima yang bersangkutan. Bukan itu saja, bahkan Ia akan memakai orang yang tidak sempurna namun rendah hati itu untuk melakukan hal-hal yang besar sesuai dengan rancangan-Nya.

 

Bahwasanya Allah berkenan kepada orang yang walaupun tidak sempurna namun rendah hati inilah yang terlihat di dalam kehidupan Daud. Sebagaimana yang dicatat di dalam Kisah Para Rasul 13, di situ Allah berfirman bahwa Ia menolak Saul dan berkenan kepada Daud. Padahal Daud pernah berzinah, merampas istri orang dan membunuh suami dari perempuan tersebut. Sedangkan Saul tidak pernah melakukan dosa yang sekeji itu. Namun berbeda dengan Saul yang meninggikan dirinya, Daud dengan rendah hati mengakui dosa-dosanya dan memohon anugerah Allah. Itu sebabnya walaupun hidup Daud jauh dari sempurna namun Allah berkenan kepadanya. Dengan kata lain, kerendahan hati merupakan kunci dari hidup yang berkenan kepada Allah.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda lakukan untuk memelihara kerendahan hati di hadapan Allah? Sudahkah Anda melakukannya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku sadar bahwa diriku jauh dari sempurna. Hidupku penuh dengan kekurangan dan keterbatasan. Tidak jarang aku mengabaikan firman-Mu dan hidup menurut kehendakku sendiri yang bertentangan dengan perintah-perintah-Mu. Ampunilah aku atas semua keangkuhan dan dosa-dosaku. Aku menyesal karena acapkali telah mendukakan hati-Mu dalam niatan, pikiran, perkataan maupun perbuatanku. Aku memohon anugerah-Mu yang memampukan diriku untuk berbalik dari jalan-jalanku yang jahat dan hidup untuk melakukan kehendak-Mu. Kepada kasih setia dan rahmat-Mu aku berharap.

 

Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, di hadapan-Mu aku datang merendahkan hatiku. Ke dalam tangan-Mu yang penuh dengan anugerah aku menyerahkan hidupku. Bimbinglah aku dengan Roh Kudus-Mu agar langkah-langkah yang kuambil pada hari ini senantiasa berada di jalan-Mu yang benar. Dengan demikian barulah hidupku akan menjadi persembahan yang berkenan kepada-Mu. Sertailah diriku dengan Roh-Mu dan tolonglah aku di dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabku. Berkatilah semua yang kukerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. Jadikanlah diriku saluran dari kasih dan kebenaran-Mu di manapun diriku berada. Kepada-Mu aku mengangkat ucapan syukurku, dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhanku, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kisah Para Rasul 13

Mazmur 41

Keluaran 31-32

 

 

 

 

Music: La Tenebre

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 


  

Tanggal 10 Februari

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau. (Mazmur 118:28)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. 3 TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya! 4 TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya. (Mazmur 41:2-4)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku akan menuai lebih banyak dari yang kutabur. Apabila aku menabur belas kasihan terhadap orang yang lemah maka aku akan menuai kemurahan-Mu. Ketika diriku di dalam keadaan tidak berdaya Engkau akan mengulurkan pertolongan dan perlindungan-Mu. Di dalam naungan-Mu itu Engkau tidak akan membiarkan siapapun juga mempermainkan diriku, sebab Engkau memperlakukan diriku sebagai biji mata-Mu sendiri. Ketika aku jatuh Engkau akan mengangkat dan memulihkan keadaanku. Dengan tangan-Mu yang kuat Engkau akan menopang hidupku. Sungguh besar rahmat-Mu bagi orang yang murah hati karena meneladani kemurahan hati-Mu.

 

Tuhan, tolonglah diriku agar hidupku mencerminkan belas kasihan-Mu kepada orang-orang yang lemah dan tidak berdaya. Penuhilah hatiku dengan belas kasihan kepada mereka yang di dalam keadaan tidak berdaya karena tertawan oleh kuasa dosa. Curahkan kasih dan hikmat-Mu di dalam hidupku sehingga tanpa takut dan dengan bijak aku dapat membagikan kebenaran dari kasih-Mu kepada mereka yang memerlukannya. Supaya dengan demikian mereka akan memperoleh kesempatan untuk mengalami anugerah-Mu yang memerdekakan manusia dari kegelapan dosa dan kebinasaan yang kekal. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

 

 

Music: Misericordias Domini

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 


  

Tanggal 10 Februari

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya! 9 Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya. (Mazmur 28:8, 9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

           

9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. 10 Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar." 11 Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: "Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?" (Keluaran 32:9-11)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Pemimpin yang dapat diandalkan tidak mencari keuntungan bagi dirinya sendiri, namun senantiasa memikirkan kepentingan dari orang-orang yang ia pimpin. Apabila pada umumnya orang lebih mengutamakan kepentingan dirinya sendiri dan mengabaikan keadaan orang lain, maka tidak demikian halnya dengan seorang pemimpin yang baik. Sebab sikap mementingkan diri sendiri menunjukkan rendahnya kualitas serta sempitnya hidup seseorang. Orang yang sedemikian tidak akan dapat menjadi seorang pemimpin yang baik. Sebaliknya sikap tidak mementingkan diri sendiri namun berupaya dengan segenap hati untuk hidup membawa manfaat bagi orang lain menunjukkan luas dan luhurnya kualitas hidup seseorang. Orang yang hidup dengan sikap seperti itulah yang akan menjadi pemimpin yang baik.

 

Kualitas kehidupan seperti itulah yang ada pada diri Musa. Sebagaimana yang dicatat di dalam Keluaran 32, Allah bermaksud untuk memusnahkan bangsa Israel karena penyembahan berhala yang mereka lakukan. Bukan itu saja, Ia juga hendak menjadikan keturunan Musa sebagai bangsa yang akan menggantikan bangsa Israel. Namun Musa menolak kesempatan emas itu. Sebaliknya dengan segenap hati ia memohon belas kasihan Tuhan bagi umat yang ia pimpin. Ia mengesampingkan keuntungan bagi dirinya sendiri dan berjuang untuk kepentingan orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin yang dapat diandalkan tidak mencari keuntungan bagi dirinya sendiri, namun senantiasa memikirkan kepentingan dari orang-orang yang ia pimpin.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apabila Anda mendapat kesempatan seperti yang diperoleh Musa tadi, apakah yang akan Anda lakukan? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku mengaku bahwa acapkali diriku lebih mementingkan kepentinganku sendiri dibandingkan kepentingan orang lain. Bahkan tidak jarang aku mengutamakan keinginanku sendiri dan mengesampingkan kehendak maupun rencana-Mu bagi hidupku. Tuhan, ampunilah aku. Tolonglah diriku agar aku dapat mengikuti teladan-Mu, yaitu hidup bukan untuk dilayani namun untuk melayani. Dengan demikian aku tidak lagi hidup dengan berpusatkan kepada keinginanku sendiri, namun kepada diri-Mu dan kehendak-Mu. Dengan mengikuti jejak-Mu itu barulah aku akan menjadi pribadi yang dapat Engkau andalkan dan menjadi saluran kasih-Mu bagi sesamaku.

 

Aku bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, sebab oleh anugerah-Mu aku dapat mengisi hari ini dengan kehidupan yang bermakna dan tidak sia-sia. Engkau telah menyertai diriku di setiap jalan yang harus kutempuh, membuka pintu-pintu yang tertutup dan menuntun diriku di setiap keputusan yang harus kuambil. Hanya oleh karena pertolongan-Mu itulah aku dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabku sebagaimana seharusnya. Tuhan, sempurnakanlah semua yang telah kukerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. Aku menyerahkan hari-hari yang akan kulalui di hadapanku ke dalam kemurahan-Mu. Sanggupkanlah aku untuk mengisinya dengan kehidupan yang menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Gembalaku, aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

­­Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

 

 

Music: Seigneur, Tu Gardes Mon Ame

Composer: Taizé

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html