materi.php2019-10-06ibadah-pagi

Tanggal 6 Oktober

Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar! (Mazmur 57:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Lukas 18:11-14)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Doa yang berkenan kepada Allah adalah doa yang bersumber pada kerendahan hati di hadapan-Nya. Pada dasarnya doa merupakan ungkapan dari keyakinan kita terhadap tidak terbatasnya kasih dan kuasa Tuhan, dan juga sekaligus kesadaran kita tentang keterbatasan diri kita sendiri. Oleh karena itu orang yang tidak percaya bahwa kasih dan kuasa Tuhan adalah tidak terbatas tidak akan berdoa kepada-Nya. Demikian juga kalau orang tidak menyadari tentang keterbatasan dirinya, sehingga ia hidup dalam kesombongan alias tidak rendah hati, maka doa yang ia panjatkan adalah sekadar basa-basi. Doa yang tidak sungguh-sungguh seperti itu tidak akan berkenan kepada Allah.

 

Bahwasanya Allah berkenan kepada doa yang lahir dari kerendahan hati ini dicatat di dalam Lukas 18. Di situ ditulis Yesus membandingkan doa seorang Farisi, yang adalah pemuka agama, dengan doa seorang pemungut cukai yang adalah orang yang berdosa karena hidup dengan memeras rakyat. Ia berkata bahwa bila doa sang pemungut cukai dikabulkan Allah, sehingga ia “pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah,” maka tidak demikian halnya dengan doa si orang Farisi. Penyebabnya adalah bila si orang Farisi tersebut berdoa dengan sikap congkak, maka sang pemungut cukai berdoa dengan sikap rendah hati. Artinya, doa tersebut lahir dalam kerendahan hati di hadapan Allah.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda hidup di dalam sikap rendah hati di hadapan Allah? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau adalah pribadi yang rendah hati. Engkau pribadi yang mahamulia, Raja alam semesta, namun telah rela datang ke dunia menjadi sama dengan manusia. Engkau rela menderita sengsara sampai mati dalam kehinaan demi keselamatan manusia yang berdosa seperti diriku. Tuhan, ajarlah diriku untuk hidup dalam kerendahan hati seperti diri-Mu. Di dalam iman dan kerendahan hati itulah baru hidupku dan doa-doaku akan berkenan kepada-Mu. Oleh sebab itu, ampunilah diriku atas kecongkakan yang masih menguasai hatiku.

 

Tuhan, aku berterima kasih untuk semua kebaikan-Mu yang telah kualami di dalam hidupku. Dengan kasih setia-Mu yang tidak berkesudahan Engkau menggenggam hidupku, dan tidak akan membiarkan diriku terlepas dari tangan-Mu. Oleh sebab itu, dengan penuh pengharapan kepada-Mu aku menyerahkan hidupku di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Sertai dan tuntunlah hidupku agar senantiasa berjalan di dalam kehendak-Mu. Berkatilah semua yang kukerjakan pada hari ini dan jadikanlah diriku saluran berkat-Mu bagi lingkunganku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang mahamulia, aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Memohon Rahmat Tuhan

 

Yesus, Anak Domba Allah, kasihanilah kami

Yesus, Anak Domba Allah, kasihanilah kami

Yesus, Anak Domba Allah, berilah kami damai-Mu

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 18

Mazmur 97

2Raja-raja 24-25

 

 

 

 

Music: Bleibet Hier

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html


  

Tanggal 6 Oktober

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku. (Mazmur 18:47)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik. 11 Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. 12 Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus. (Mazmur 97:10-12)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah sumber sukacitaku karena Engkau telah melepaskan diriku dari rancangan yang jahat dan direncanakan orang terhadap diriku. Hanya di dalam perlindungan-Mu hatiku limpah dengan damai sejahtera. Engkau membela orang yang hidup dengan hati yang tulus dan memelihara orang-orang yang Kau kasihi. Aku percaya kasih setia-Mu tidak pernah berkesudahan bagi orang-orang yang menaruhkan harapannya kepada-Mu. Oleh sebab itu aku menatap hari esokku tanpa rasa kuatir maupun ragu.

 

Siang hari ini kembali aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Aku memohon agar Engkau memberkati diriku dengan keberhasilan dalam semua hal yang kukerjakan di sepanjang hari ini. Bimbinglah diriku dengan Roh-Mu dan tuntunlah aku untuk berjalan di jalan-jalan-Mu. Penuhilah diriku dengan hikmat-Mu sehingga aku sanggup mengambil keputusan-keputusan yang benar, yaitu yang sesuai dengan kehendak-Mu. Supaya dengan demikian nama-Mu dimuliakan melalui hidupku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

 

 

Music: Cantarei Ao Senhor

Composer: Taizé

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html


  

Tanggal 6 Oktober

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku. (Mazmur 18:29)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

18 Zedekia berumur dua puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja dan sebelas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Hamutal binti Yeremia, dari Libna. 19 Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan tepat seperti yang dilakukan Yoyakim. 20 Sebab oleh karena murka TUHANlah terjadi hal itu terhadap Yerusalem dan Yehuda, yakni bahwa Ia sampai membuang mereka dari hadapan-Nya. (2Raja-raja 24:18-20a)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Dosa acapkali berjalan seiring dengan kebebalan sehingga membuat orang tidak mampu mengambil pelajaran dari pengalaman masa lampau. Dalam bahasa Belanda terdapat pepatah yang artinya adalah “seekor keledai tidak akan tersandung pada sebuah batu yang sama.” Hal ini menggambarkan bahwa orang yang berhikmat tidak akan melakukan kembali kekeliruan yang pernah ia lakukan di masa lampau. Namun karena dosa membutakan mata hati maka orang yang berdosa tidak akan mampu menarik pelajaran dari kesalahan yang telah ia lakukan di masa silam. Alhasil, ia mengulang kembali perbuatan tersebut dan menanggung akibat yang lebih pahit daripada yang sebelumnya.

 

Kebebalan oleh karena dosa ini nampak dalam kehidupan Zedekia, raja Yehuda. Sebagaimana yang dicatat di dalam 2Raja-raja 24, “ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan tepat seperti yang dilakukan Yoyakim.” Padahal kejahatan raja Yoyakim ini sudah ditiru oleh penerusnya, yaitu Yoyakhin, yang kemudian digantikan oleh Zedekia. Sebagai akibat, baik pemerintahan Yoyakim maupun Yoyakin berakhir secara tragis. Tetapi, walaupun sudah melihat contoh dari akhir pemerintahan dua orang raja sebelum dirinya tetap saja Zedekia mengulang perbuatan jahat mereka. Hal ini menunjukkan bahwa dosa telah membutakan mata hatinya sehingga membuat dirinya menjadi bebal.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut Anda, sudahkah Anda terbebas dari kebebalan? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ajarlah diriku untuk senantiasa hidup menghormati diri-Mu. Sebab di dalam takut kepada-Mu terdapat hikmat, dan di dalam ketaatan kepada firman-Mu aku dijauhkan dari kebebalan. Tolonglah diriku untuk memiliki mata hati yang terbuka dan hati nurani yang peka agar aku tidak usah terjerumus ke dalam jurang yang tidak seharusnya aku terjatuh ke dalamnya. Roh Kudus, tuntunlah diriku agar supaya aku tidak hidup di dalam kesia-siaan. Sebaliknya hidupku menjadi persembahan yang berkenan kepada-Mu.

 

Menjelang akhir dari hari ini kembali aku bersyukur kepada-Mu. Dengan kasih setia-Mu Engkau telah menuntun diriku di jalan-Mu yang benar. Dengan setia Engkau selalu menyertai diriku dan tidak pernah meninggalkan hidupku. Tuhan, ke dalam tangan-Mu aku menyerahkan masa depanku. Genapilah rancangan-Mu yang indah yang telah Engkau rencanakan bagi diriku. Di tengah semua gelombang kehidupan dan tantangan yang menghadang, aku percaya bahwa orang yang berharap kepada-Mu tidak akan pernah Engkau kecewakan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

­­Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

 

 

Music: La Tenebre

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html