materi.php2019-01-11ibadah-pagi

Segera update aplikasi IH anda agar dapat menggunakan fitur AUDIO


Tanggal 11 Januari

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. (Mazmur 86:11)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: 5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. 6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." (Matius 11:4-6)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Ketika Anda mengalami malam kelam jiwa, ingatlah akan kasih dan kuasa-Nya maka hati Anda menjadi teguh kembali. "Malam kelam jiwa" atau the dark night of the soul adalah perasaan gundah oleh sebab orang merasa bahwa Tuhan bersikap tidak peduli terhadap penderitaan yang ia alami. Istilah ini dicetuskan oleh John of the Cross, seorang tokoh pembaru gereja dari Spanyol yang hidup di abad keenam belas. Selain John of the Cross, masih banyak tokoh-tokoh iman lainnya yang pernah mengalami rasa gundah seperti itu. Di antaranya adalah Daud, Elia, dan Yeremia, serta Martin Luther, sang tokoh Reformasi Gereja. Di setiap kali Tuhan menolong dengan mengingatkan mereka kepada kasih dan kuasa-Nya.

 

Hal yang sama dialami oleh Yohanes Pembaptis. Sebagaimana yang dicatat di dalam Matius 11, ketika berada di dalam penjara karena memberitakan kebenaran, Yohanes merasa gundah. Ia bertanya apakah Yesus adalah benar Sang Juruselamat yang ia nantikan? Guna menolong Yohanes Pembaptis dalam mengatasi rasa gundah ini Yesus menyuruh para murid Yohanes agar menyampaikan kepadanya tentang karya Kristus yang telah mereka dengar dan lihat. Karya Kristus yang menunjukkan kasih dan kuasa-Nya. Memang mengingat kebaikan Tuhan akan menolong kita untuk mengatasi malam kelam jiwa.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Pernahkah Anda mengalami malam kelam jiwa? Apakah yang perlu Anda kerjakan untuk mengatasinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, sesungguhnya kasih dan kuasa-Mu tidak pernah berubah. Ketika aku sedang mengalami masa yang sukar sebenarnya Engkau tetap mempedulikan diriku dan tidak pernah meninggalkan daku. Ketika aku merasa ragu dan bertanya: "Tuhan, di manakah Engkau di dalam penderitaanku?" sesungguhnya Engkau tetap mendampingi diriku. Ketika aku merasa gundah di dalam iman dengan penuh kesabaran Engkau menolong diriku untuk mengatasi malam kelam jiwa yang kualami itu. Tuhan, kebaikan dan kemurahan-Mu bagi diriku tidak pernah berkesudahan. Aku bersyukur untuk semua itu.

 

Aku juga berterima kasih untuk kesempatan yang Engkau berikan kepadaku pada hari ini. Kesempatan untuk menikmati anugerah-Mu, memuliakan nama-Mu serta menjadi berkat bagi sesamaku. Bukalah mata hatiku agar aku dapat menyaksikan kasih dan kuasa-Mu, baik di dalam firman-Mu, maupun di dalam kehidupanku serta kehidupan orang-orang lain yang mengalami anugerah-Mu. Tuhan, tolonglah diriku agar mampu mengisi hari ini dengan kegiatan-kegiatan yang bermakna sehingga aku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Engkau berikan kepadaku itu. Berkatilah apa yang akan aku kerjakan dan jadikan itu berhasil serta berkenan di hati-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Bapa Kami

 

9 Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. (Matius 6:9-13)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 11

Mazmur 11

Kejadian 21-22

 

 

 

 

Music: De Noche

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 


  

Segera update aplikasi IH anda agar dapat menggunakan fitur AUDIO


Tanggal 11 Januari

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai. (Mazmur 92:5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Pada TUHAN aku berlindung, bagaimana kamu berani berkata kepadaku: "Terbanglah ke gunung seperti burung!" 2 Sebab, lihat orang fasik melentur busurnya, mereka memasang anak panahnya pada tali busur, untuk memanah orang yang tulus hati di tempat gelap. (Mazmur 11:1, 2)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Allah, kepada-Mu aku menaruhkan harapan. Upayaku untuk mengatasi tantangan dan kesulitan yang aku hadapi adalah terbatas, sebab sesungguhnya kemampuanku juga tidak seberapa. Sedangkan bahaya selalu mengintai diriku di setiap saat, dan masalah dapat mendatangi diriku pada waktu yang tidak aku sangkakan. Namun Tuhan, orang yang berlindung kepada-Mu akan mendapatkan sejahtera, sebab Engkaulah pembela dan penolong yang dapat kuandalkan. Tidak pernah Engkau lalai di dalam menjaga hidupku.

 

Tuhanku dan Penolongku, ke dalam tangan-Mu aku mempercayakan hidupku. Naungilah diriku di bawah kepak sayap-Mu. Lindungilah aku dari semua orang yang berniat buruk terhadap diriku. Allahku dan Kota benteng tempat perlindunganku, kepada-Mu aku memasrahkan masa depanku. Tuntunlah aku di jalan yang rata dan bawalah diriku untuk senantiasa hidup sesuai dengan rencana-Mu. Jadikanlah hidupku hari ini berkat bagi sesamaku. Di dalam nama Yesus Kristus, Sang Batu Karang yang teguh, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

 

 

Music: Dona La Pace

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 


  

Segera update aplikasi IH anda agar dapat menggunakan fitur AUDIO


Tanggal 11 Januari

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami. (Mazmur 68:29)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." 12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." 13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. (Kejadian 22:11-13)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kita harus mengutamakan Sang Pemberi Berkat lebih daripada berkat yang Ia berikan. Sebab apabila kita lebih mengutamakan berkat daripada Sang Pemberi Berkat maka kita telah menjadikan berkat itu sebagai tuhan kita. Sebagai contoh, bila kita datang ke gereja hanya untuk mencari berkat dan tidak untuk beribadah kepada Tuhan, Sang Sumber Berkat, maka sesungguhnya kita telah memberhalakan berkat-berkat-Nya. Apabila itu yang kita lakukan maka berkat yang kita terima dari Tuhan justru akan menjadi pangkal persoalan di dalam kehidupan kita. Sebab dengan menyembah berhala, termasuk dengan mendahulukan berkat, lebih dari Tuhan yang memberkati kita, sesungguhnya kita telah membuka pintu murka Tuhan bagi para penyembah berhala atas diri kita sendiri.

 

Di dalam hal pilihan antara mendahulukan Tuhan atau berkat-Nya ini Abraham telah lulus ujian. Di dalam Kejadian 21 dicatat Allah memperhadapkan Abraham kepada pilihan antara mengutamakan Ishak, anak yang merupakan berkat Allah bagi dirinya, dengan menaati perintah Allah yaitu mempersembahkan Ishak kepada-Nya. Sebagai tanggapan Abraham memilih untuk mempersembahkan Ishak. Artinya ia tidak bersedia memberhalakan berkat yang ia terima dari Tuhan. Sikap Abraham di dalam mengasihi Tuhan lebih daripada berkat-berkat-Nya ini mengakibatkan Tuhan semakin memberkati Abraham lebih dari sebelumnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Mana yang lebih Anda utamakan, Allah atau berkat-Nya? Apakah bukti dari jawaban Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau memberkati diriku antara lain agar diriku menjadi berkat bagi orang lain. Engkau mengajar aku untuk hidup bukan hanya bagi diriku sendiri. Untuk itu Engkau telah memberi teladan, yaitu dengan datang di dunia bukan untuk dilayani namun untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Mu sebagai tebusan bagi banyak orang. Oleh karena itu Tuhan tolonglah diriku agar mengutamakan diri-Mu, dan bukan berkat-berkat-Mu. Tolonglah diriku agar dapat mengasihi sesamaku manusia seperti diriku sendiri. Hanya dengan demikian barulah aku dapat memuliakan nama-Mu dan menjadi berkat bagi sesamaku.

 

Tuhan, kembali aku berterima kasih untuk kebaikan-Mu yang telah aku alami sepanjang hari ini. Aku bersyukur karena Engkau senantiasa mempedulikan diriku dan tidak sekalipun Engkau membiarkan diriku berjalan seorang diri. Engkau menolong diriku dengan hikmat-Mu di saat aku harus mengambil keputusan-keputusan. Engkau melindungi diriku dari yang jahat dan tidak membiarkan diriku terjerumus ke dalam pencobaan. Di setiap saat Engkau selalu menyertai diriku dan menuntun diriku. Sungguh tidak terbilang berkat-Mu bagi diriku. Tuhan, aku menyerahkan seluruh hidupku dan masa depanku ke dalam anugerah-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

 

 

Music: Bog Jest Miloscia

Composer: Taizé

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.