Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Rabu, 7 November 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

17 Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! 18 Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau. (Mazmur 139:17, 18)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

12 Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?" 13 Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu. 14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk." (Yohanes 5:12-14)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Memang Allah memberikan anugerah bukan atas dasar perbuatan kita, namun anugerah itu haruslah ditanggapi dengan perbuatan baik yang merupakan wujud dari pertobatan kita. Karena pada dasarnya anugerah merupakan kebaikan yang Allah berikan secara cuma-cuma bagi orang yang tidak pantas untuk mengalami kebaikan-Nya. Dengan kata lain, kita mengalami anugerah Allah bukan oleh karena kebaikan maupun perbuatan kita. Namun bukan berarti dengan demikian kita tidak perlu berbuat baik. Justru kita harus mensyukuri anugerah tersebut dengan perbuatan-perbuatan baik, yaitu perbuatan-perbuatan yang merupakan wujud dari pertobatan.

 

Contoh dari anugerah dan tanggapan yang sepatutnya terhadap anugerah itulah yang dicatat di dalam Yohanes 5. Di situ ditulis bahwa Tuhan Yesus menyembuhkan seseorang di pinggir kolam Betesda. Kesembuhan yang merupakan suatu anugerah karena orang tersebut mengalaminya bukan oleh sebab kebaikannya. Bahkan sesudah mengalaminya pun orang itu belum mengenal siapa Yesus yang telah menyembuhkan dirinya. Anugerah ini harus ditanggapi oleh orang tersebut dengan perbuatan-perbuatan yang baik, yaitu seperti yang Tuhan Yesus katakan: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi." Dengan kata lain, memang Allah memberikan anugerah bukan atas dasar perbuatan kita, namun anugerah itu haruslah ditanggapi dengan perbuatan baik yang merupakan wujud dari pertobatan kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah wujud dari anugerah Allah yang telah Anda alami di dalam hidup Anda? Apakah yang telah menjadi tanggapan diri Anda terhadap anugerah tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tidak terhitung anugerah-Mu bagi hidupku. Bahkan kalau aku pada hari ini masih dapat hidup sesungguhnya semua itu hanyalah karena anugerah-Mu bagi diriku. Terlebih lagi apabila aku ditebus dari masa laluku yang gelap dan memiliki hari depan yang indah sesuai dengan rencana-Mu, hal itu semata-mata karena anugerah-Mu yang besar bagi hidupku. Ajarlah diriku untuk mensyukuri dan menghargai anugerah-Mu itu dengan hidup secara bertanggung jawab. Yaitu dengan mengisi hidup ini bukan dengan hal-hal yang sia-sia, tetapi dengan hidup yang sesuai dengan kebenaran firman-Mu. Dengan demikian, barulah aku dapat hidup menyenangkan hati-Mu.

 

Aku mengucap syukur kepada-Mu ya Tuhan, kalau Engkau telah menolong diriku melewati malam yang silam. Di dalam perlindungan-Mu aku memasuki hari yang baru untuk mengalami anugerah-Mu yang selalu baru. Dengan iman dan penuh pengharapan aku melangkah menjalani hari ini di dalam penyertaan dan tuntunan-Mu. Sertailah diriku dengan Roh-Mu dan berkatilah hidupku sepanjang hari ini dengan keberhasilan. Tuntunlah diriku dengan firman-Mu dan bawalah aku di jalan-jalan-Mu yang benar. Jadikanlah diriku saksi-Mu yang memuliakan nama-Mu di manapun aku berada. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sumber dari segala anugerah, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 5

Mazmur 128

Yeremia 32-33

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Rabu, 7 November 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sebab Engkaulah, ya TUHAN, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala allah. (Mazmur 97:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! 4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. (Mazmur 128:3, 4)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ajarlah diriku untuk senantiasa takut kepada-Mu. Karena Engkau besar dan layak untuk dipuji. Engkaulah Allah yang berkuasa, Raja alam semesta yang kepada-Nya segala makhluk harus menaklukkan diri di dalam hormat dan pengagungan. Aku percaya, sesuai dengan firman-Mu, berkat kehidupan akan menyertai orang yang tahu menghormati dan mengagungkan diri-Mu. Oleh sebab itu aku yakin hari ini pun akan aku lalui di dalam segala berkat-Mu karena Engkau yang mengajar diriku untuk hidup di dalam takut kepada-Mu.

 

Di siang hari ini kembali aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau dengan setia senantiasa menyertai diriku. Di setiap langkah yang harus kutempuh dan di setiap keputusan yang harus kuambil Engkau senantiasa bersedia untuk ikut campur tangan. Penyertaan-Mu memberikan damai sejahtera di dalam jiwaku. Tuntunan-Mu memberikan sukacita yang berlimpah-limpah di dalam hatiku. Kepada-Mu ya Tuhan aku berharap, dan aku yakin orang yang menaruhkan pengharapannya kepada-Mu tidak akan pernah Engkau kecewakan. Kepada-Mu aku mengangkat pujian dan syukurku, yaitu di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Rabu, 7 November 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takut akan Dia! (Mazmur 67:8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia dalam tahun yang kesepuluh pemerintahan Zedekia, raja Yehuda; itulah tahun yang kedelapan belas pemerintahan Nebukadnezar. 2 Pada waktu itu tentara raja Babel mengepung Yerusalem, dan nabi Yeremia ditahan di pelataran penjagaan yang ada di istana raja Yehuda. (Yeremia 32:1, 2)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Pengabdian kepada Allah dibuktikan melalui ketaatan kepada-Nya dengan apapun harga yang harus dibayar untuk itu. Seorang abdi yang benar-benar menghayati keberadaan dirinya sebagai seorang hamba akan menempatkan dirinya di bawah otoritas dari tuan yang memiliki hidupnya. Oleh karena itu apapun yang diperintahkan oleh sang tuan kepada dirinya akan ia lakukan dengan sepenuh hati, tanpa menawar-nawar ataupun mempertimbangkan resiko yang harus ia bayar karena ketaatannya itu. Hal yang sama yang akan dilakukan oleh seorang yang mengabdikan diri kepada Allah. Ia akan menaati perintah-perintah-Nya dengan apapun harga yang harus ia bayar karena ketaatan tersebut.

 

Sikap pengabdian kepada Allah seperti itulah yang terdapat di dalam diri nabi Yeremia sebagaimana yang dicatat di dalam Yeremia 32. Allah menyuruh Yeremia untuk menyampaikan firman nubuatan yang berisi peringatan tentang akan datangnya pengepungan oleh tentara raja Babel terhadap kota Yerusalem. Nubuatan yang sangat tidak disukai oleh Zedekia, raja Yehuda. Alhasil ia menyuruh agar Yeremia ditahan di pelataran penjagaan yang ada di istana raja. Walaupun Yeremia mengetahui besarnya resiko yang akan ia hadapi apabila dirinya menyampaikan firman nubuatan itu namun ia tetap menaati perintah Tuhan tersebut. Sikap ini menunjukkan kesungguhan pengabdian dirinya kepada Allah.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda telah sungguh-sungguh mengabdikan diri Anda kepada Allah? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku mengaku bahwa Engkaulah Rajaku yang layak menerima segala hormat, pujian dan kuasa untuk selama-lamanya. Engkau telah menciptakan semua yang ada di alam semesta ini dari yang tidak ada. Kuasa-Mu tidak terbatas dan hikmat-Mu sungguh sangatlah mulia. Oleh karena itu aku menundukkan diriku di dalam pengabdian kepada-Mu. Tolonglah aku untuk menaati semua kehendak-Mu berapapun harga yang harus aku bayar untuk itu. Ampunilah diriku apabila tak jarang aku mengambil jalanku sendiri dan mengabaikan kehendak-Mu. Berikanlah kepada diriku roh yang taat dan bentuklah hatiku agar senantiasa menyenangkan hati-Mu.

 

Menjelang akhir dari hari ini kembali aku mengangkat ucapan syukurku kepada-Mu karena Engkau dengan setia telah menyertai diriku di sepanjang hari ini. Dengan kesetiaan-Mu itu pula Engkau telah memelihara hidupku serta menolong diriku di dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang harus aku kerjakan. Tidak pernah Engkau meninggalkan diriku berjalan seorang diri tetapi bagaikan induk ayam yang menaungi anak-anaknya di bawah kepak sayapnya Engkau telah melindungi diriku. Sungguh di dalam kasih setia-Mu aku merasakan damai sejahtera yang melampaui segala batas akal. Kepada-Mu aku menyerahkan masa depanku dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku mengangkat doa permohonanku ini, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Rabu, 7 November 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

17 Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! 18 Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau. (Mazmur 139:17, 18)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

12 Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?" 13 Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu. 14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk." (Yohanes 5:12-14)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Memang Allah memberikan anugerah bukan atas dasar perbuatan kita, namun anugerah itu haruslah ditanggapi dengan perbuatan baik yang merupakan wujud dari pertobatan kita. Karena pada dasarnya anugerah merupakan kebaikan yang Allah berikan secara cuma-cuma bagi orang yang tidak pantas untuk mengalami kebaikan-Nya. Dengan kata lain, kita mengalami anugerah Allah bukan oleh karena kebaikan maupun perbuatan kita. Namun bukan berarti dengan demikian kita tidak perlu berbuat baik. Justru kita harus mensyukuri anugerah tersebut dengan perbuatan-perbuatan baik, yaitu perbuatan-perbuatan yang merupakan wujud dari pertobatan.

 

Contoh dari anugerah dan tanggapan yang sepatutnya terhadap anugerah itulah yang dicatat di dalam Yohanes 5. Di situ ditulis bahwa Tuhan Yesus menyembuhkan seseorang di pinggir kolam Betesda. Kesembuhan yang merupakan suatu anugerah karena orang tersebut mengalaminya bukan oleh sebab kebaikannya. Bahkan sesudah mengalaminya pun orang itu belum mengenal siapa Yesus yang telah menyembuhkan dirinya. Anugerah ini harus ditanggapi oleh orang tersebut dengan perbuatan-perbuatan yang baik, yaitu seperti yang Tuhan Yesus katakan: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi." Dengan kata lain, memang Allah memberikan anugerah bukan atas dasar perbuatan kita, namun anugerah itu haruslah ditanggapi dengan perbuatan baik yang merupakan wujud dari pertobatan kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah wujud dari anugerah Allah yang telah Anda alami di dalam hidup Anda? Apakah yang telah menjadi tanggapan diri Anda terhadap anugerah tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tidak terhitung anugerah-Mu bagi hidupku. Bahkan kalau aku pada hari ini masih dapat hidup sesungguhnya semua itu hanyalah karena anugerah-Mu bagi diriku. Terlebih lagi apabila aku ditebus dari masa laluku yang gelap dan memiliki hari depan yang indah sesuai dengan rencana-Mu, hal itu semata-mata karena anugerah-Mu yang besar bagi hidupku. Ajarlah diriku untuk mensyukuri dan menghargai anugerah-Mu itu dengan hidup secara bertanggung jawab. Yaitu dengan mengisi hidup ini bukan dengan hal-hal yang sia-sia, tetapi dengan hidup yang sesuai dengan kebenaran firman-Mu. Dengan demikian, barulah aku dapat hidup menyenangkan hati-Mu.

 

Aku mengucap syukur kepada-Mu ya Tuhan, kalau Engkau telah menolong diriku melewati malam yang silam. Di dalam perlindungan-Mu aku memasuki hari yang baru untuk mengalami anugerah-Mu yang selalu baru. Dengan iman dan penuh pengharapan aku melangkah menjalani hari ini di dalam penyertaan dan tuntunan-Mu. Sertailah diriku dengan Roh-Mu dan berkatilah hidupku sepanjang hari ini dengan keberhasilan. Tuntunlah diriku dengan firman-Mu dan bawalah aku di jalan-jalan-Mu yang benar. Jadikanlah diriku saksi-Mu yang memuliakan nama-Mu di manapun aku berada. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sumber dari segala anugerah, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 5

Mazmur 128

Yeremia 32-33

 

Rabu, 7 November 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sebab Engkaulah, ya TUHAN, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala allah. (Mazmur 97:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! 4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. (Mazmur 128:3, 4)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ajarlah diriku untuk senantiasa takut kepada-Mu. Karena Engkau besar dan layak untuk dipuji. Engkaulah Allah yang berkuasa, Raja alam semesta yang kepada-Nya segala makhluk harus menaklukkan diri di dalam hormat dan pengagungan. Aku percaya, sesuai dengan firman-Mu, berkat kehidupan akan menyertai orang yang tahu menghormati dan mengagungkan diri-Mu. Oleh sebab itu aku yakin hari ini pun akan aku lalui di dalam segala berkat-Mu karena Engkau yang mengajar diriku untuk hidup di dalam takut kepada-Mu.

 

Di siang hari ini kembali aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau dengan setia senantiasa menyertai diriku. Di setiap langkah yang harus kutempuh dan di setiap keputusan yang harus kuambil Engkau senantiasa bersedia untuk ikut campur tangan. Penyertaan-Mu memberikan damai sejahtera di dalam jiwaku. Tuntunan-Mu memberikan sukacita yang berlimpah-limpah di dalam hatiku. Kepada-Mu ya Tuhan aku berharap, dan aku yakin orang yang menaruhkan pengharapannya kepada-Mu tidak akan pernah Engkau kecewakan. Kepada-Mu aku mengangkat pujian dan syukurku, yaitu di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Rabu, 7 November 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takut akan Dia! (Mazmur 67:8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia dalam tahun yang kesepuluh pemerintahan Zedekia, raja Yehuda; itulah tahun yang kedelapan belas pemerintahan Nebukadnezar. 2 Pada waktu itu tentara raja Babel mengepung Yerusalem, dan nabi Yeremia ditahan di pelataran penjagaan yang ada di istana raja Yehuda. (Yeremia 32:1, 2)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Pengabdian kepada Allah dibuktikan melalui ketaatan kepada-Nya dengan apapun harga yang harus dibayar untuk itu. Seorang abdi yang benar-benar menghayati keberadaan dirinya sebagai seorang hamba akan menempatkan dirinya di bawah otoritas dari tuan yang memiliki hidupnya. Oleh karena itu apapun yang diperintahkan oleh sang tuan kepada dirinya akan ia lakukan dengan sepenuh hati, tanpa menawar-nawar ataupun mempertimbangkan resiko yang harus ia bayar karena ketaatannya itu. Hal yang sama yang akan dilakukan oleh seorang yang mengabdikan diri kepada Allah. Ia akan menaati perintah-perintah-Nya dengan apapun harga yang harus ia bayar karena ketaatan tersebut.

 

Sikap pengabdian kepada Allah seperti itulah yang terdapat di dalam diri nabi Yeremia sebagaimana yang dicatat di dalam Yeremia 32. Allah menyuruh Yeremia untuk menyampaikan firman nubuatan yang berisi peringatan tentang akan datangnya pengepungan oleh tentara raja Babel terhadap kota Yerusalem. Nubuatan yang sangat tidak disukai oleh Zedekia, raja Yehuda. Alhasil ia menyuruh agar Yeremia ditahan di pelataran penjagaan yang ada di istana raja. Walaupun Yeremia mengetahui besarnya resiko yang akan ia hadapi apabila dirinya menyampaikan firman nubuatan itu namun ia tetap menaati perintah Tuhan tersebut. Sikap ini menunjukkan kesungguhan pengabdian dirinya kepada Allah.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda telah sungguh-sungguh mengabdikan diri Anda kepada Allah? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku mengaku bahwa Engkaulah Rajaku yang layak menerima segala hormat, pujian dan kuasa untuk selama-lamanya. Engkau telah menciptakan semua yang ada di alam semesta ini dari yang tidak ada. Kuasa-Mu tidak terbatas dan hikmat-Mu sungguh sangatlah mulia. Oleh karena itu aku menundukkan diriku di dalam pengabdian kepada-Mu. Tolonglah aku untuk menaati semua kehendak-Mu berapapun harga yang harus aku bayar untuk itu. Ampunilah diriku apabila tak jarang aku mengambil jalanku sendiri dan mengabaikan kehendak-Mu. Berikanlah kepada diriku roh yang taat dan bentuklah hatiku agar senantiasa menyenangkan hati-Mu.

 

Menjelang akhir dari hari ini kembali aku mengangkat ucapan syukurku kepada-Mu karena Engkau dengan setia telah menyertai diriku di sepanjang hari ini. Dengan kesetiaan-Mu itu pula Engkau telah memelihara hidupku serta menolong diriku di dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang harus aku kerjakan. Tidak pernah Engkau meninggalkan diriku berjalan seorang diri tetapi bagaikan induk ayam yang menaungi anak-anaknya di bawah kepak sayapnya Engkau telah melindungi diriku. Sungguh di dalam kasih setia-Mu aku merasakan damai sejahtera yang melampaui segala batas akal. Kepada-Mu aku menyerahkan masa depanku dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku mengangkat doa permohonanku ini, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.