Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Rabu, 8 Agustus 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

18 Terpujilah Tuhan, Allah Israel, yang melakukan perbuatan yang ajaib seorang diri! 19 Dan terpujilah kiranya nama-Nya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Amin, ya amin. (Mazmur 72:18, 19)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, 2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. 3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, 4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. (1Timotius 2:1-4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Allah di dalam anugerah-Nya memberi kesempatan kepada kita untuk mengubah dunia melalui doa-doa kita. Sebagai seorang manusia yang terbatas tentu saja kemampuan kita untuk mempengaruhi keadaan di sekitar kita juga sangat terbatas. Tetapi tidak demikian halnya dengan Allah. Ia adalah pribadi yang tidak terbatas, penguasa alam semesta yang mengatur jalannya sejarah dunia. Di dalam anugerah-Nya yang besar Ia memberi kesempatan kepada kita untuk ikut terlibat di dalam mempengaruhi dunia dan mengaturnya bersama dengan Dia. Di dalam hal ini, yaitu melalui doa. Dengan berdoa kepada-Nya kita dapat ikut mengubah dunia di mana kita hidup.

 

Peranan doa yang sangat besar, yaitu sebagai sarana untuk mengubah dunia tersebut diutarakan oleh rasul Paulus di dalam 1Timotius 2. Di situ ia mengajar Timotius agar berdoa syafaat untuk para raja dan semua pembesar agar dengan demikian para pengikut Kristus dapat hidup dengan tenang serta tentram di dalam segala kesalehan dan kehormatan. Dengan kata lain, melalui doa Timotius dapat mempengaruhi hati para raja dan pembesar sehingga mereka akan mengeluarkan keputusan-keputusan yang memungkinkan para pengikut Kristus hidup di dalam keadaan yang sejahtera. Singkat kata, melalui doa kita, seperti halnya dengan Timotius, dapat ikut mengatur jalannya sejarah dan mengubah dunia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Seberapa sering Anda berdoa bagi orang lain dan para penguasa? Mengapa Anda perlu mendoakan mereka?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Allah pencipta langit dan bumi, serta penguasa dari semua yang ada, aku percaya Engkau adalah pribadi yang berdaulat dan kuasa-Mu tidak terbatas serta tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Engkau yang mengatur segala perkara dengan kuasa dan hikmat-Mu serta tidak ada rencana-Mu yang gagal. Aku bersyukur kalau kepada diriku yang terbatas ini Engkau memberikan anugerah untuk menjadi rekan sekerja-Mu, ikut mengatur jalannya sejarah melalui doa permohonan dan syafaat kepada-Mu. Sekarang aku berdoa bagi masa depan bangsaku serta memohon hikmat dan rasa takut kepada Tuhan atas diri para pemimpin negeriku. Bawalah mereka untuk hidup takut kepada-Mu.

 

Ya Tuhan, tolonglah aku dengan Roh Kudus-Mu agar aku mampu hidup sesuai dengan kehendak-Mu, dan menaati tuntunan firman-Mu. Sertailah aku di sepanjang hari ini dan berikanlah kepadaku hikmat yang menyanggupkan aku untuk membuat keputusan-keputusan yang benar. Berkatilah semua yang aku kerjakan di dalam mengemban tugas dan tanggung jawabku pada hari ini dengan keberhasilan dan pakailah hidupku untuk menjadi saluran kasih dan kuasa-Mu kepada orang-orang di sekitarku. Lindungilah aku dari yang jahat dan jauhkanlah aku dari pencobaan. Terima kasih Tuhan, aku percaya Engkau mendengar doa permohonanku karena aku memanjatkannya di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

1Timotius 2

Mazmur 38

Yesaya 29-30

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Rabu, 8 Agustus 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 2 Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus Tuhan, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, 3 yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan. (Mazmur 107:1-3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

13 Orang-orang yang ingin mencabut nyawaku memasang jerat, orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku, memikirkan kehancuran dan merancangkan tipu daya sepanjang hari. 14 Tetapi aku ini seperti orang tuli, aku tidak mendengar, seperti orang bisu yang tidak membuka mulutnya; 15 ya, aku ini seperti orang yang tidak mendengar, yang tak ada bantahan dalam mulutnya. 16 Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku. (Mazmur 38:13-16)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang penuh belas kasihan, Engkaulah sumber pengharapan dan sumber kekuatanku. Engkau senantiasa mendengar doaku, dan tidak mengabaikan seruanku yang memohon pertolongan-Mu atas orang-orang yang mengupayakan celakaku dan merancang kejahatan terhadap diriku. Engkau membela diriku sehingga aku tidak perlu membela diriku sendiri. Engkau melindungi diriku sehingga aku tidak perlu merasa kuatir tentang hidupku. Kepada-Mu ya Tuhan aku berharap dan tidak akan pernah dikecewakan.

 

Tuhan, berikan kepadaku hikmat dan kemampuan yang dari Roh-Mu agar aku dapat mengerjakan tugasku pada hari ini dengan baik dan tuntas. Bimbing diriku agar dapat mengisi waktuku dengan hal-hal yang berguna serta memuliakan nama-Mu. Tolonglah diriku agar tutur kata dan sikapku dapat menjadi saluran anugerah-Mu bagi orang-orang yang ada di sekitarku, sehingga melalui perilakuku aku hidup sebagai saksi-Mu yang berkenan kepada-Mu. Terima kasih Tuhan, dan di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Rabu, 8 Agustus 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Akulah Tuhan, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh. (Mazmur 81:11)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

9 Sebab mereka itu suatu bangsa pemberontak, anak-anak yang suka bohong anak-anak yang enggan mendengar akan pengajaran TUHAN; 10 yang mengatakan kepada para tukang tilik: "Jangan menilik," dan kepada para pelihat: "Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang benar, tetapi katakanlah kepada kami hal-hal yang manis, lihatlah bagi kami hal-hal yang semu, 11 menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain, janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel." (Yesaya 30:9-11)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Adalah lebih baik mendengar kebenaran, walaupun terasa pahit, daripada menerima kebohongan yang terdengar manis di telinga. Memang manusia lebih cenderung menyukai hal-hal yang membuat dirinya merasa nyaman dan sesuai dengan keinginan hatinya. Padahal belum tentu semua itu merupakan kebenaran. Sedangkan firman Tuhan, yang adalah kebenaran yang sejati, tidak akan membuat manusia yang berdosa akan merasa nyaman. Karena firman tersebut akan menentang perbuatan dosa sehingga tidak sesuai dengan keinginan hati mereka. Oleh karena itu adalah lebih baik mendengar kebenaran yang akan menjauhkan manusia dari kehancuran dibandingkan menerima ketidakbenaran yang walaupun terasa manis didengar namun membawa kepada keruntuhan.

 

Peringatan tentang bahaya dari menerima kata-kata manis yang sesungguhnya merupakan suatu kebohongan tersebut disampaikan Allah melalui Yesaya kepada umat-Nya, Yehuda dan dicatat di dalam Yesaya 30. Tuhan berkata bahwa bangsa Yehuda telah hidup sebagai suatu bangsa pemberontak yang enggan mendengar pengajaran Tuhan, dan lebih menyukai perkataan-perkataan yang manis walaupun semu. Sebab perkataan-perkataan yang terasa nyaman didengar di telinga tersebut akan membawa mereka kepada kehancuran. Seharusnya mereka membuka diri untuk menerima kebenaran firman Tuhan walaupun kebenaran tersebut tidak seperti yang mereka inginkan. Sebab sesungguhnya yang mereka perlukan bukanlah apa yang mereka inginkan tetapi apa yang Allah kehendaki.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Manakah yang Anda lebih inginkan, kebenaran yang walaupun terasa pahit atau kebohongan yang terdengar manis? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang benar, Engkaulah sumber dari segala kebenaran yang sejati. Ampunilah aku apabila aku acapkali mengabaikan tuntunan-Mu dan lebih membuka diri kepada nasihat manusia, yang bukan saja tidak selalu benar bahkan acapkali menjerumuskan hidupku ke dalam jurang persoalan. Ya Tuhan, teguhkanlah imanku kepada-Mu dan ajarlah aku untuk senantiasa hidup mengandalkan Engkau lebih dari segala yang lain. Utarakanlah firman-Mu yang mengoreksi hidupku dan yang meluruskan tingkah lakuku. Bawalah diriku senantiasa untuk hidup di dalam jalan-jalan yang sesuai dengan kehendak-Mu. Karena di dalam firman-Mu itulah terdapat kehidupan yang sejati.

 

Ya Tuhan, Allahku, aku bersyukur untuk penyertaan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Berjalan bersama Engkau membuat aku mengalami damai sejahtera dan perlindungan-Mu. Aku menyerahkan semua hasil kerjaku yang telah aku laksanakan pada hari ini ke dalam tangan-Mu, berkatilah itu dengan keberhasilan, sempurnakanlah semua yang belum tuntas aku kerjakan, dan sanggupkan aku untuk menyelesaikannya sebagaimana yang seharusnya. Supaya dengan demikian aku belajar hidup bertanggung jawab atas semua kepercayaan yang telah Engkau berikan kepadaku, serta hidupku menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Raja dan Kekasih Jiwaku aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Rabu, 8 Agustus 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

18 Terpujilah Tuhan, Allah Israel, yang melakukan perbuatan yang ajaib seorang diri! 19 Dan terpujilah kiranya nama-Nya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Amin, ya amin. (Mazmur 72:18, 19)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, 2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. 3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, 4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. (1Timotius 2:1-4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Allah di dalam anugerah-Nya memberi kesempatan kepada kita untuk mengubah dunia melalui doa-doa kita. Sebagai seorang manusia yang terbatas tentu saja kemampuan kita untuk mempengaruhi keadaan di sekitar kita juga sangat terbatas. Tetapi tidak demikian halnya dengan Allah. Ia adalah pribadi yang tidak terbatas, penguasa alam semesta yang mengatur jalannya sejarah dunia. Di dalam anugerah-Nya yang besar Ia memberi kesempatan kepada kita untuk ikut terlibat di dalam mempengaruhi dunia dan mengaturnya bersama dengan Dia. Di dalam hal ini, yaitu melalui doa. Dengan berdoa kepada-Nya kita dapat ikut mengubah dunia di mana kita hidup.

 

Peranan doa yang sangat besar, yaitu sebagai sarana untuk mengubah dunia tersebut diutarakan oleh rasul Paulus di dalam 1Timotius 2. Di situ ia mengajar Timotius agar berdoa syafaat untuk para raja dan semua pembesar agar dengan demikian para pengikut Kristus dapat hidup dengan tenang serta tentram di dalam segala kesalehan dan kehormatan. Dengan kata lain, melalui doa Timotius dapat mempengaruhi hati para raja dan pembesar sehingga mereka akan mengeluarkan keputusan-keputusan yang memungkinkan para pengikut Kristus hidup di dalam keadaan yang sejahtera. Singkat kata, melalui doa kita, seperti halnya dengan Timotius, dapat ikut mengatur jalannya sejarah dan mengubah dunia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Seberapa sering Anda berdoa bagi orang lain dan para penguasa? Mengapa Anda perlu mendoakan mereka?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Allah pencipta langit dan bumi, serta penguasa dari semua yang ada, aku percaya Engkau adalah pribadi yang berdaulat dan kuasa-Mu tidak terbatas serta tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Engkau yang mengatur segala perkara dengan kuasa dan hikmat-Mu serta tidak ada rencana-Mu yang gagal. Aku bersyukur kalau kepada diriku yang terbatas ini Engkau memberikan anugerah untuk menjadi rekan sekerja-Mu, ikut mengatur jalannya sejarah melalui doa permohonan dan syafaat kepada-Mu. Sekarang aku berdoa bagi masa depan bangsaku serta memohon hikmat dan rasa takut kepada Tuhan atas diri para pemimpin negeriku. Bawalah mereka untuk hidup takut kepada-Mu.

 

Ya Tuhan, tolonglah aku dengan Roh Kudus-Mu agar aku mampu hidup sesuai dengan kehendak-Mu, dan menaati tuntunan firman-Mu. Sertailah aku di sepanjang hari ini dan berikanlah kepadaku hikmat yang menyanggupkan aku untuk membuat keputusan-keputusan yang benar. Berkatilah semua yang aku kerjakan di dalam mengemban tugas dan tanggung jawabku pada hari ini dengan keberhasilan dan pakailah hidupku untuk menjadi saluran kasih dan kuasa-Mu kepada orang-orang di sekitarku. Lindungilah aku dari yang jahat dan jauhkanlah aku dari pencobaan. Terima kasih Tuhan, aku percaya Engkau mendengar doa permohonanku karena aku memanjatkannya di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

1Timotius 2

Mazmur 38

Yesaya 29-30

 

Rabu, 8 Agustus 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 2 Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus Tuhan, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, 3 yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan. (Mazmur 107:1-3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

13 Orang-orang yang ingin mencabut nyawaku memasang jerat, orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku, memikirkan kehancuran dan merancangkan tipu daya sepanjang hari. 14 Tetapi aku ini seperti orang tuli, aku tidak mendengar, seperti orang bisu yang tidak membuka mulutnya; 15 ya, aku ini seperti orang yang tidak mendengar, yang tak ada bantahan dalam mulutnya. 16 Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku. (Mazmur 38:13-16)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang penuh belas kasihan, Engkaulah sumber pengharapan dan sumber kekuatanku. Engkau senantiasa mendengar doaku, dan tidak mengabaikan seruanku yang memohon pertolongan-Mu atas orang-orang yang mengupayakan celakaku dan merancang kejahatan terhadap diriku. Engkau membela diriku sehingga aku tidak perlu membela diriku sendiri. Engkau melindungi diriku sehingga aku tidak perlu merasa kuatir tentang hidupku. Kepada-Mu ya Tuhan aku berharap dan tidak akan pernah dikecewakan.

 

Tuhan, berikan kepadaku hikmat dan kemampuan yang dari Roh-Mu agar aku dapat mengerjakan tugasku pada hari ini dengan baik dan tuntas. Bimbing diriku agar dapat mengisi waktuku dengan hal-hal yang berguna serta memuliakan nama-Mu. Tolonglah diriku agar tutur kata dan sikapku dapat menjadi saluran anugerah-Mu bagi orang-orang yang ada di sekitarku, sehingga melalui perilakuku aku hidup sebagai saksi-Mu yang berkenan kepada-Mu. Terima kasih Tuhan, dan di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Rabu, 8 Agustus 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Akulah Tuhan, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh. (Mazmur 81:11)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

9 Sebab mereka itu suatu bangsa pemberontak, anak-anak yang suka bohong anak-anak yang enggan mendengar akan pengajaran TUHAN; 10 yang mengatakan kepada para tukang tilik: "Jangan menilik," dan kepada para pelihat: "Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang benar, tetapi katakanlah kepada kami hal-hal yang manis, lihatlah bagi kami hal-hal yang semu, 11 menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain, janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel." (Yesaya 30:9-11)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Adalah lebih baik mendengar kebenaran, walaupun terasa pahit, daripada menerima kebohongan yang terdengar manis di telinga. Memang manusia lebih cenderung menyukai hal-hal yang membuat dirinya merasa nyaman dan sesuai dengan keinginan hatinya. Padahal belum tentu semua itu merupakan kebenaran. Sedangkan firman Tuhan, yang adalah kebenaran yang sejati, tidak akan membuat manusia yang berdosa akan merasa nyaman. Karena firman tersebut akan menentang perbuatan dosa sehingga tidak sesuai dengan keinginan hati mereka. Oleh karena itu adalah lebih baik mendengar kebenaran yang akan menjauhkan manusia dari kehancuran dibandingkan menerima ketidakbenaran yang walaupun terasa manis didengar namun membawa kepada keruntuhan.

 

Peringatan tentang bahaya dari menerima kata-kata manis yang sesungguhnya merupakan suatu kebohongan tersebut disampaikan Allah melalui Yesaya kepada umat-Nya, Yehuda dan dicatat di dalam Yesaya 30. Tuhan berkata bahwa bangsa Yehuda telah hidup sebagai suatu bangsa pemberontak yang enggan mendengar pengajaran Tuhan, dan lebih menyukai perkataan-perkataan yang manis walaupun semu. Sebab perkataan-perkataan yang terasa nyaman didengar di telinga tersebut akan membawa mereka kepada kehancuran. Seharusnya mereka membuka diri untuk menerima kebenaran firman Tuhan walaupun kebenaran tersebut tidak seperti yang mereka inginkan. Sebab sesungguhnya yang mereka perlukan bukanlah apa yang mereka inginkan tetapi apa yang Allah kehendaki.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Manakah yang Anda lebih inginkan, kebenaran yang walaupun terasa pahit atau kebohongan yang terdengar manis? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang benar, Engkaulah sumber dari segala kebenaran yang sejati. Ampunilah aku apabila aku acapkali mengabaikan tuntunan-Mu dan lebih membuka diri kepada nasihat manusia, yang bukan saja tidak selalu benar bahkan acapkali menjerumuskan hidupku ke dalam jurang persoalan. Ya Tuhan, teguhkanlah imanku kepada-Mu dan ajarlah aku untuk senantiasa hidup mengandalkan Engkau lebih dari segala yang lain. Utarakanlah firman-Mu yang mengoreksi hidupku dan yang meluruskan tingkah lakuku. Bawalah diriku senantiasa untuk hidup di dalam jalan-jalan yang sesuai dengan kehendak-Mu. Karena di dalam firman-Mu itulah terdapat kehidupan yang sejati.

 

Ya Tuhan, Allahku, aku bersyukur untuk penyertaan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Berjalan bersama Engkau membuat aku mengalami damai sejahtera dan perlindungan-Mu. Aku menyerahkan semua hasil kerjaku yang telah aku laksanakan pada hari ini ke dalam tangan-Mu, berkatilah itu dengan keberhasilan, sempurnakanlah semua yang belum tuntas aku kerjakan, dan sanggupkan aku untuk menyelesaikannya sebagaimana yang seharusnya. Supaya dengan demikian aku belajar hidup bertanggung jawab atas semua kepercayaan yang telah Engkau berikan kepadaku, serta hidupku menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Raja dan Kekasih Jiwaku aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.