Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Selasa, 15 Mei 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga. 2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita. (Mazmur 123:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

8 Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu--kendatipun untuk seketika saja lamanya--, 9 namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami. 10 Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian. (2Korintus 7:8-10)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kritik yang membangun walaupun awalnya terasa tidak nyaman bagi yang mengalaminya namun sesungguhnya diperlukan. Memang acapkali pada awalnya orang tidak dapat membedakan apakah kritik yang ia alami bersifat membangun atau tidak. Sehingga kritik tersebut terasa tidak nyaman, bahkan menimbulkan rasa pedih dan sedih di hati yang bersangkutan. Namun apabila ia menanggapi kritik yang membangun yang ia alami dengan sikap hati yang terbuka maka kritik tersebut akan membuahkan perbaikan dan kemajuan bagi dirinya. Dengan kata lain, walaupun di awalnya terasa tidak menyenangkan namun kritik yang membangun sebenarnya merupakan vitamin yang menyehatkan kehidupan.

 

Paulus mengajarkan prinsip ini dalam suratnya di 2Korintus 7. Ia berkata bahwa kritik atau teguran yang ia sampaikan kepada jemaat di Korintus melalui suratnya yang pertama telah menimbulkan rasa sedih di hati jemaat itu. Namun rasa sedih atau dukacita yang menurut kehendak Allah tersebut akhirnya telah menghasilkan pertobatan di antara mereka. Oleh sebab itu Paulus bersukacita, bukan karena ia telah membuat jemaat di Korintus berdukacita, melainkan karena teguran atau kritik membangun yang ia sampaikan kepada mereka telah menghasilkan perbaikan dan kemajuan di antara mereka.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah ciri-ciri dari kritik yang membangun? Manakah yang lebih banyak Anda lakukan, menyampaikan kritik yang membangun atau meruntuhkan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau menegur umat-Mu di kala mereka berbuat salah bukan untuk menghancurkan mereka namun justru untuk meluruskan, membenarkan dan membangun hidup mereka. Tak pernah Engkau menegur untuk menyakiti hati maupun untuk meruntuhkan hidup mereka. Ajarlah aku untuk melihat orang di dalam kasih dan menolong orang yang menyimpang di dalam kesalahan juga di dalam kasih seperti yang ada pada diri-Mu. Ajar diriku juga untuk dapat menerima teguran yang membangun dari sesamaku maupun dari firman-Mu dengan sikap hati yang terbuka dan rendah hati. Sebab hanya dengan demikianlah baru hidupku akan mengalami kemajuan seperti yang seharusnya.

 

Tuhan, tolonglah aku untuk semakin memahami jalan-jalan yang Engkau tunjukkan kepadaku melalui firman-Mu. Aku sadar tidak semua jalan yang Engkau kehendaki adalah seperti yang aku inginkan. Namun aku juga percaya bahwa jalan-Mu adalah selalu yang terbaik, jauh lebih tinggi dan sempurna dibandingkan jalan-jalanku sendiri. Ajar aku untuk hidup menaati tuntunan-Mu sehingga dengan demikian hari-hari yang aku lalui merupakan hari-hari yang penuh dengan makna dan memuliakan nama-Mu. Sertailah aku hari ini, berkatilah semua yang aku kerjakan dan jauhkanlah diriku daripada yang jahat. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang maha pengasih dan penyayang, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

2Korintus 7

Mazmur 134

1Tawarikh 3-4

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Selasa, 15 Mei 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku. (Mazmur 31:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Angkatlah tanganmu ke tempat kudus dan pujilah TUHAN! 3 Kiranya TUHAN yang menjadikan langit dan bumi, memberkati engkau dari Sion. (Mazmur 134:2, 3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dari yang tidak ada menjadi ada. Dengan kuasa-Mu yang tidak terbatas Engkau mengatur alam semesta dan menjadikannya indah pada waktunya. Di dalam ketidakterbatasan dan kemuliaan-Mu Engkau masih juga rela memberikan perhatian kepada diriku yang terbatas ini. Di dalam anugerah-Mu Engkau bersedia tinggal menyertai hidupku, seperti Engkau tinggal dan memberkati umat-Mu dari Sion. Aku sungguh bersyukur untuk besarnya kemurahan-Mu pada diriku.

 

Aku berterima kasih karena selama menjadi pengikut-Mu aku senantiasa mengalami limpahnya berkat dan kebaikan-Mu. Tidak pernah Engkau lalai di dalam memelihara hidupku. Semua yang aku perlukan selalu Engkau cukupkan. Tolonglah diriku untuk tidak menikmati kebaikan-kebaikan-Mu itu hanya bagi diriku sendiri tetapi juga mampukan aku untuk menyalurkannya bagi orang-orang yang memerlukannya. Bukalah pintu bagiku untuk berkesempatan membagikan kasih-Mu kepada orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus, Sumber segala berkat dan anugerah, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Selasa, 15 Mei 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Cemerlang Engkau, lebih mulia dari pada pegunungan yang ada sejak purba. (Mazmur 76:5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

9 Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: "Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan." 10 Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu. (1Tawarikh 4:9, 10)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Hidup tidak boleh diserahkan kepada nasib, namun kepada anugerah Tuhan. Ada banyak hal yang kita alami di dalam hidup ini yang bukan merupakan pilihan kita. Sebagai contoh, siapakah orang tua yang melahirkan kita, atau apakah jenis gender kita waktu dilahirkan, semua itu kita alami bukan karena pilihan kita. Apa saja yang kita alami dan yang bukan merupakan pilihan kita tersebut biasa diistilahkan orang sebagai nasib. Memang tidak jarang orang yang membiarkan hidupnya ditentukan oleh nasib. Tetapi orang yang beriman kepada Tuhan tidak akan membiarkan hidupnya didikte oleh nasib, melainkan ia akan menyerahkannya ke dalam tangan anugerah Tuhan. Doa di dalam iman dan penyerahan diri kepada anugerah Allah itulah yang akan mengubah hidup yang bersangkutan.

 

Hal itulah yang dialami oleh Yabes seperti yang ditulis di dalam 1Tawarikh 4. Apabila kelahirannya mengakibatkan ibunya merasa kesakitan, itu tentu bukan karena pilihannya. Apabila oleh sebab itu ibunya memberi dirinya nama Yabes maka hal tersebut juga bukan karena ia yang memilihnya. Namun demikian ia tidak menyerahkan hidupnya kepada nasib. Sebaliknya, di dalam iman ia memohon agar Tuhan di dalam anugerah-Nya memberkati dirinya dan Allah mengabulkan permohonannya. Sebagai akibat, pribadi yang mengingatkan ibunya kepada kesakitan yang ia alami saat melahirkan ini dimuliakan lebih daripada saudara-saudaranya. Itulah penyerahan diri kepada anugerah Allah yang mengoyak tabir nasib.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Mengapa orang menyerahkan hidupnya untuk ditentukan oleh nasib? Bagaimana dengan diri Anda sendiri, apakah Anda menyerahkan hidup Anda kepada nasib?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku berterima kasih karena rencana-Mu selalu indah bagi hidupku. Kalaupun di dalam hidupku aku melewati berbagai pengalaman yang tidak nyaman, memedihkan bahkan melukai hatiku namun aku percaya anugerah-Mu lebih besar daripada semua itu. Banyak hal yang tidak aku inginkan dan yang bukan merupakan pilihanku telah aku alami di dalam hidupku. Namun dengan mengingat kepada besarnya anugerah-Mu aku tidak bersedia menyerahkan masa depanku ditentukan oleh semua nasib yang pahit tersebut. Aku mempercayakan hidupku dan masa depanku ke dalam kasih setia-Mu.

 

Seperti Yabes aku berdoa: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Kabulkanlah doaku ini, ya Tuhan, oleh karena anugerah-Mu besar bagi diriku. Aku menyerahkan semua yang telah aku lalui hari ini ke dalam tangan-Mu. Aku mempercayakan hari depanku ke dalam belas kasihan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sumber dari segala anugerah, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Selasa, 15 Mei 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga. 2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita. (Mazmur 123:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

8 Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu--kendatipun untuk seketika saja lamanya--, 9 namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami. 10 Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian. (2Korintus 7:8-10)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kritik yang membangun walaupun awalnya terasa tidak nyaman bagi yang mengalaminya namun sesungguhnya diperlukan. Memang acapkali pada awalnya orang tidak dapat membedakan apakah kritik yang ia alami bersifat membangun atau tidak. Sehingga kritik tersebut terasa tidak nyaman, bahkan menimbulkan rasa pedih dan sedih di hati yang bersangkutan. Namun apabila ia menanggapi kritik yang membangun yang ia alami dengan sikap hati yang terbuka maka kritik tersebut akan membuahkan perbaikan dan kemajuan bagi dirinya. Dengan kata lain, walaupun di awalnya terasa tidak menyenangkan namun kritik yang membangun sebenarnya merupakan vitamin yang menyehatkan kehidupan.

 

Paulus mengajarkan prinsip ini dalam suratnya di 2Korintus 7. Ia berkata bahwa kritik atau teguran yang ia sampaikan kepada jemaat di Korintus melalui suratnya yang pertama telah menimbulkan rasa sedih di hati jemaat itu. Namun rasa sedih atau dukacita yang menurut kehendak Allah tersebut akhirnya telah menghasilkan pertobatan di antara mereka. Oleh sebab itu Paulus bersukacita, bukan karena ia telah membuat jemaat di Korintus berdukacita, melainkan karena teguran atau kritik membangun yang ia sampaikan kepada mereka telah menghasilkan perbaikan dan kemajuan di antara mereka.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah ciri-ciri dari kritik yang membangun? Manakah yang lebih banyak Anda lakukan, menyampaikan kritik yang membangun atau meruntuhkan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau menegur umat-Mu di kala mereka berbuat salah bukan untuk menghancurkan mereka namun justru untuk meluruskan, membenarkan dan membangun hidup mereka. Tak pernah Engkau menegur untuk menyakiti hati maupun untuk meruntuhkan hidup mereka. Ajarlah aku untuk melihat orang di dalam kasih dan menolong orang yang menyimpang di dalam kesalahan juga di dalam kasih seperti yang ada pada diri-Mu. Ajar diriku juga untuk dapat menerima teguran yang membangun dari sesamaku maupun dari firman-Mu dengan sikap hati yang terbuka dan rendah hati. Sebab hanya dengan demikianlah baru hidupku akan mengalami kemajuan seperti yang seharusnya.

 

Tuhan, tolonglah aku untuk semakin memahami jalan-jalan yang Engkau tunjukkan kepadaku melalui firman-Mu. Aku sadar tidak semua jalan yang Engkau kehendaki adalah seperti yang aku inginkan. Namun aku juga percaya bahwa jalan-Mu adalah selalu yang terbaik, jauh lebih tinggi dan sempurna dibandingkan jalan-jalanku sendiri. Ajar aku untuk hidup menaati tuntunan-Mu sehingga dengan demikian hari-hari yang aku lalui merupakan hari-hari yang penuh dengan makna dan memuliakan nama-Mu. Sertailah aku hari ini, berkatilah semua yang aku kerjakan dan jauhkanlah diriku daripada yang jahat. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang maha pengasih dan penyayang, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

2Korintus 7

Mazmur 134

1Tawarikh 3-4

 

Selasa, 15 Mei 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku. (Mazmur 31:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Angkatlah tanganmu ke tempat kudus dan pujilah TUHAN! 3 Kiranya TUHAN yang menjadikan langit dan bumi, memberkati engkau dari Sion. (Mazmur 134:2, 3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dari yang tidak ada menjadi ada. Dengan kuasa-Mu yang tidak terbatas Engkau mengatur alam semesta dan menjadikannya indah pada waktunya. Di dalam ketidakterbatasan dan kemuliaan-Mu Engkau masih juga rela memberikan perhatian kepada diriku yang terbatas ini. Di dalam anugerah-Mu Engkau bersedia tinggal menyertai hidupku, seperti Engkau tinggal dan memberkati umat-Mu dari Sion. Aku sungguh bersyukur untuk besarnya kemurahan-Mu pada diriku.

 

Aku berterima kasih karena selama menjadi pengikut-Mu aku senantiasa mengalami limpahnya berkat dan kebaikan-Mu. Tidak pernah Engkau lalai di dalam memelihara hidupku. Semua yang aku perlukan selalu Engkau cukupkan. Tolonglah diriku untuk tidak menikmati kebaikan-kebaikan-Mu itu hanya bagi diriku sendiri tetapi juga mampukan aku untuk menyalurkannya bagi orang-orang yang memerlukannya. Bukalah pintu bagiku untuk berkesempatan membagikan kasih-Mu kepada orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus, Sumber segala berkat dan anugerah, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Selasa, 15 Mei 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Cemerlang Engkau, lebih mulia dari pada pegunungan yang ada sejak purba. (Mazmur 76:5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

9 Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: "Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan." 10 Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu. (1Tawarikh 4:9, 10)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Hidup tidak boleh diserahkan kepada nasib, namun kepada anugerah Tuhan. Ada banyak hal yang kita alami di dalam hidup ini yang bukan merupakan pilihan kita. Sebagai contoh, siapakah orang tua yang melahirkan kita, atau apakah jenis gender kita waktu dilahirkan, semua itu kita alami bukan karena pilihan kita. Apa saja yang kita alami dan yang bukan merupakan pilihan kita tersebut biasa diistilahkan orang sebagai nasib. Memang tidak jarang orang yang membiarkan hidupnya ditentukan oleh nasib. Tetapi orang yang beriman kepada Tuhan tidak akan membiarkan hidupnya didikte oleh nasib, melainkan ia akan menyerahkannya ke dalam tangan anugerah Tuhan. Doa di dalam iman dan penyerahan diri kepada anugerah Allah itulah yang akan mengubah hidup yang bersangkutan.

 

Hal itulah yang dialami oleh Yabes seperti yang ditulis di dalam 1Tawarikh 4. Apabila kelahirannya mengakibatkan ibunya merasa kesakitan, itu tentu bukan karena pilihannya. Apabila oleh sebab itu ibunya memberi dirinya nama Yabes maka hal tersebut juga bukan karena ia yang memilihnya. Namun demikian ia tidak menyerahkan hidupnya kepada nasib. Sebaliknya, di dalam iman ia memohon agar Tuhan di dalam anugerah-Nya memberkati dirinya dan Allah mengabulkan permohonannya. Sebagai akibat, pribadi yang mengingatkan ibunya kepada kesakitan yang ia alami saat melahirkan ini dimuliakan lebih daripada saudara-saudaranya. Itulah penyerahan diri kepada anugerah Allah yang mengoyak tabir nasib.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Mengapa orang menyerahkan hidupnya untuk ditentukan oleh nasib? Bagaimana dengan diri Anda sendiri, apakah Anda menyerahkan hidup Anda kepada nasib?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku berterima kasih karena rencana-Mu selalu indah bagi hidupku. Kalaupun di dalam hidupku aku melewati berbagai pengalaman yang tidak nyaman, memedihkan bahkan melukai hatiku namun aku percaya anugerah-Mu lebih besar daripada semua itu. Banyak hal yang tidak aku inginkan dan yang bukan merupakan pilihanku telah aku alami di dalam hidupku. Namun dengan mengingat kepada besarnya anugerah-Mu aku tidak bersedia menyerahkan masa depanku ditentukan oleh semua nasib yang pahit tersebut. Aku mempercayakan hidupku dan masa depanku ke dalam kasih setia-Mu.

 

Seperti Yabes aku berdoa: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Kabulkanlah doaku ini, ya Tuhan, oleh karena anugerah-Mu besar bagi diriku. Aku menyerahkan semua yang telah aku lalui hari ini ke dalam tangan-Mu. Aku mempercayakan hari depanku ke dalam belas kasihan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sumber dari segala anugerah, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.