Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Sabtu, 12 Mei 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. (Mazmur 63:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. 17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. 18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. (2Korintus 4:16-18)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Mengarahkan pandangan kepada masa depan yang abadi menyanggupkan kita untuk melewati kesukaran di masa kini tanpa berputus asa. Hal ini serupa dengan seorang perempuan yang tengah mengalami rasa sakit bersalin. Rasa sakit ketika akan melahirkan anaknya tersebut tidak membuat yang bersangkutan berputus asa. Sebab ia mengetahui bahwa penderitaan itu hanyalah bersifat sementara. Pandangannya tertuju kepada masa depan, yaitu ketika bayi yang dikandungnya itu telah lahir. Di saat itu semua penderitaan yang ia alami tersebut akan sirna dan berganti dengan sukacita yang besar dan berjangka waktu lebih lama.

 

Hal inilah yang dimaksudkan oleh Paulus di dalam 2Korintus 4. Paulus berkata walaupun kekuatan jasmaninya semakin merosot dan penderitaan yang ia alami sangatlah berat namun ia tidak menjadi tawar hati. Pandangan matanya tertuju kepada apa yang tidak terlihat dan yang bersifat kekal, yaitu kemuliaan yang Kristus sediakan bagi dirinya yang melayani Dia. Singkat kata, ke arah mana pandangan hidup kita tertuju begitulah keadaan hati kita jadinya. Apabila hal-hal yang abadi dan mulia yang menjadi prioritas hidup kita maka kesulitan yang kita alami di dunia yang bersifat sementara ini dapat kita lewati dengan tetap bersukacita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Ke arah mana pandangan hati Anda tertuju, kepada hal-hal yang bersifat abadi atau yang bersifat sementara? Apakah bukti dari jawaban Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, pagi hari ini aku bersyukur kepada-Mu. Engkau mengingatkan diriku untuk senantiasa mengarahkan pandangan hatiku kepada-Mu. Aku menyadari dengan memusatkan perhatian hidupku kepada hari depan yang telah Engkau sediakan bagiku maka aku akan sanggup untuk menanggung semua beban dan kesukaran yang aku alami di dalam hidupku di dunia yang bersifat sementara ini. Tuhan, aku berterima kasih karena janji-janji-Mu untuk masa depanku bukan hanya indah tetapi juga bersifat pasti. Firman-Mu tetap dan tidak akan pernah berubah untuk selama-lamanya. Engkau sanggup memenuhi semua janji-Mu tanpa terkecuali.

 

Tuhan, di akhir pekan ini aku menyerahkan sepanjang hari yang akan aku lewati ini kepada-Mu. Tuntunlah hidupku dengan Roh Kudus-Mu. Berikan kepadaku hati yang peka terhadap suara-Mu. Anugerahi aku dengan roh yang taat kepada firman-Mu. Tolonglah aku untuk mengakhiri pekan ini dengan hidup yang menyenangkan hati-Mu dan memuliakan nama-Mu. Jadikanlah semua yang aku kerjakan hari ini berhasil, dan tolonglah diriku untuk hidup secara produktif sehingga hari ini merupakan hari yang penuh makna dan tidak sia-sia. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penuntun hidupku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

2Korintus 4

Mazmur 131

1Samuel 28-29

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Sabtu, 12 Mei 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mazmur 139:24)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. 2 Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. 3 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya! (Mazmur 131:1-3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, seringkali dunia menggoda diriku untuk mengejar hidup yang nampaknya gemerlapan dan menggiurkan. Namun sesungguhnya di balik semua itu, sebagaimana yang telah Engkau ajarkan kepadaku, yang ada hanyalah kesia-siaan, kehampaan, bahkan jebakan yang akan menjerumuskan diriku ke dalam keruntuhan. Sebaliknya apabila aku bersandar kepada-Mu di sana aku mendapatkan sejahtera yang sesungguhnya. Karena orang yang berharap kepada-Mu takkan pernah Engkau kecewakan.

 

Tuhan, Engkaulah sumber kepuasan dan damai sejahtera yang sejati bagi hidupku. Aku berterima kasih kalau sejak pagi tadi Engkau selalu memenuhi hatiku dengan damai-Mu. Dengan tangan-Mu Engkau menuntun hidupku dan dengan hikmat-Mu Engkau menetapkan langkah-langkah keputusan yang aku ambil bagi masa depanku. Tuntunan-Mu tidak pernah keliru dan jalan-jalan-Mu merupakan jalan-jalan yang membawaku kepada kehidupan yang penuh pengharapan. Kepada-Mu, ya Tuhan, aku berharap, dan pakailah hidupku untuk menjadi alat kemuliaan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus yang penuh dengan anugerah aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Sabtu, 12 Mei 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Mari, pujilah TUHAN, hai semua hamba TUHAN, yang datang melayani di rumah TUHAN pada waktu malam. (Mazmur 134:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

16 Lalu berbicaralah Samuel: "Mengapa engkau bertanya kepadaku, padahal TUHAN telah undur dari padamu dan telah menjadi musuhmu? 17 TUHAN telah melakukan kepadamu seperti yang difirmankan-Nya dengan perantaraanku, yakni TUHAN telah mengoyakkan kerajaan dari tanganmu dan telah memberikannya kepada orang lain, kepada Daud. 18 Karena engkau tidak mendengarkan suara TUHAN dan tidak melaksanakan murka-Nya yang bernyala-nyala itu atas Amalek, itulah sebabnya TUHAN melakukan hal itu kepadamu pada hari ini. (1Samuel 28:16-18)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Sikap mengabaikan firman Tuhan akan membuka pintu kepada malapetaka. Tuhan adalah pribadi yang bersedia untuk memberkati dan menyertai umat-Nya. Namun agar Tuhan bersedia menyertai dan memberkati, kita haruslah bersedia untuk menaati firman-Nya secara sepenuhnya. Ketaatan ini di samping mencerminkan kerendahan hati juga mengungkapkan iman kita kepada-Nya. Kerendahan hati yang menghindarkan kita dari malapetaka dan iman yang mendatangkan berkat Tuhan atas diri orang yang hidup di dalamnya.

 

Hal inilah yang dialami oleh raja Saul sebagaimana yang dicatat di dalam 1Samuel 28. Ia tidak menaati firman Tuhan agar membasmi orang Amalek secara sepenuhnya. Di dalam 1Samuel 15 dicatat ia melakukan perintah Tuhan tersebut dengan setengah hati. Sebagai akibat bukan saja berkat Tuhan diambil dari padanya, yaitu ia kehilangan takhtanya sebagai seorang raja, juga Tuhan undur dari padanya. Sebagai akibat malapetaka menimpa hidupnya. Singkat kata, sikap menaati firman Tuhan secara separuh hati yang adalah sama dengan mengabaikan firman Tuhan tersebut telah membuka pintu malapetaka bagi dirinya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang Anda harus lakukan agar Tuhan menyertai dan memberkati hidup Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, firman-Mu dan kehendak-Mu selalu yang terbaik bagi diriku. Tak pernah Engkau bermaksud buruk terhadap diriku ataupun berniat untuk menjerumuskan hidupku ke dalam keruntuhan. Oleh sebab itu ampunilah diriku untuk semua ketidaktaatanku kepada firman-Mu. Aku sadar bahwa kecongkakanku dan keragu-raguan diriku kepada firman-Mu justru akan menghancurkan hidupku. Pulihkan hidupku dengan anugerah-Mu, dan baharui hatiku dengan rahmat-Mu.

 

Di akhir pekan ini kembali aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Sepanjang minggu Engkau telah menyertai diriku dan menuntun hidupku dengan kasih setia-Mu. Aku berterima kasih untuk semua itu. Engkau telah memberkati diriku dan menolong hidupku untuk menjadi saluran berkat-Mu bagi orang-orang di sekitarku. Sehingga dengan demikian hidupku tidaklah sia-sia melainkan menjadi hidup yang penuh dengan makna. Tuhan sungguh besar kemurahan-Mu. Aku berdoa agar hidupku senantiasa menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama-Mu ya Tuhan Yesus, nama yang indah, manis, dan memberikan keselamatan aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Sabtu, 12 Mei 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. (Mazmur 63:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. 17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. 18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. (2Korintus 4:16-18)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Mengarahkan pandangan kepada masa depan yang abadi menyanggupkan kita untuk melewati kesukaran di masa kini tanpa berputus asa. Hal ini serupa dengan seorang perempuan yang tengah mengalami rasa sakit bersalin. Rasa sakit ketika akan melahirkan anaknya tersebut tidak membuat yang bersangkutan berputus asa. Sebab ia mengetahui bahwa penderitaan itu hanyalah bersifat sementara. Pandangannya tertuju kepada masa depan, yaitu ketika bayi yang dikandungnya itu telah lahir. Di saat itu semua penderitaan yang ia alami tersebut akan sirna dan berganti dengan sukacita yang besar dan berjangka waktu lebih lama.

 

Hal inilah yang dimaksudkan oleh Paulus di dalam 2Korintus 4. Paulus berkata walaupun kekuatan jasmaninya semakin merosot dan penderitaan yang ia alami sangatlah berat namun ia tidak menjadi tawar hati. Pandangan matanya tertuju kepada apa yang tidak terlihat dan yang bersifat kekal, yaitu kemuliaan yang Kristus sediakan bagi dirinya yang melayani Dia. Singkat kata, ke arah mana pandangan hidup kita tertuju begitulah keadaan hati kita jadinya. Apabila hal-hal yang abadi dan mulia yang menjadi prioritas hidup kita maka kesulitan yang kita alami di dunia yang bersifat sementara ini dapat kita lewati dengan tetap bersukacita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Ke arah mana pandangan hati Anda tertuju, kepada hal-hal yang bersifat abadi atau yang bersifat sementara? Apakah bukti dari jawaban Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, pagi hari ini aku bersyukur kepada-Mu. Engkau mengingatkan diriku untuk senantiasa mengarahkan pandangan hatiku kepada-Mu. Aku menyadari dengan memusatkan perhatian hidupku kepada hari depan yang telah Engkau sediakan bagiku maka aku akan sanggup untuk menanggung semua beban dan kesukaran yang aku alami di dalam hidupku di dunia yang bersifat sementara ini. Tuhan, aku berterima kasih karena janji-janji-Mu untuk masa depanku bukan hanya indah tetapi juga bersifat pasti. Firman-Mu tetap dan tidak akan pernah berubah untuk selama-lamanya. Engkau sanggup memenuhi semua janji-Mu tanpa terkecuali.

 

Tuhan, di akhir pekan ini aku menyerahkan sepanjang hari yang akan aku lewati ini kepada-Mu. Tuntunlah hidupku dengan Roh Kudus-Mu. Berikan kepadaku hati yang peka terhadap suara-Mu. Anugerahi aku dengan roh yang taat kepada firman-Mu. Tolonglah aku untuk mengakhiri pekan ini dengan hidup yang menyenangkan hati-Mu dan memuliakan nama-Mu. Jadikanlah semua yang aku kerjakan hari ini berhasil, dan tolonglah diriku untuk hidup secara produktif sehingga hari ini merupakan hari yang penuh makna dan tidak sia-sia. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penuntun hidupku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

2Korintus 4

Mazmur 131

1Samuel 28-29

 

Sabtu, 12 Mei 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mazmur 139:24)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. 2 Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. 3 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya! (Mazmur 131:1-3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, seringkali dunia menggoda diriku untuk mengejar hidup yang nampaknya gemerlapan dan menggiurkan. Namun sesungguhnya di balik semua itu, sebagaimana yang telah Engkau ajarkan kepadaku, yang ada hanyalah kesia-siaan, kehampaan, bahkan jebakan yang akan menjerumuskan diriku ke dalam keruntuhan. Sebaliknya apabila aku bersandar kepada-Mu di sana aku mendapatkan sejahtera yang sesungguhnya. Karena orang yang berharap kepada-Mu takkan pernah Engkau kecewakan.

 

Tuhan, Engkaulah sumber kepuasan dan damai sejahtera yang sejati bagi hidupku. Aku berterima kasih kalau sejak pagi tadi Engkau selalu memenuhi hatiku dengan damai-Mu. Dengan tangan-Mu Engkau menuntun hidupku dan dengan hikmat-Mu Engkau menetapkan langkah-langkah keputusan yang aku ambil bagi masa depanku. Tuntunan-Mu tidak pernah keliru dan jalan-jalan-Mu merupakan jalan-jalan yang membawaku kepada kehidupan yang penuh pengharapan. Kepada-Mu, ya Tuhan, aku berharap, dan pakailah hidupku untuk menjadi alat kemuliaan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus yang penuh dengan anugerah aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Sabtu, 12 Mei 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Mari, pujilah TUHAN, hai semua hamba TUHAN, yang datang melayani di rumah TUHAN pada waktu malam. (Mazmur 134:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

16 Lalu berbicaralah Samuel: "Mengapa engkau bertanya kepadaku, padahal TUHAN telah undur dari padamu dan telah menjadi musuhmu? 17 TUHAN telah melakukan kepadamu seperti yang difirmankan-Nya dengan perantaraanku, yakni TUHAN telah mengoyakkan kerajaan dari tanganmu dan telah memberikannya kepada orang lain, kepada Daud. 18 Karena engkau tidak mendengarkan suara TUHAN dan tidak melaksanakan murka-Nya yang bernyala-nyala itu atas Amalek, itulah sebabnya TUHAN melakukan hal itu kepadamu pada hari ini. (1Samuel 28:16-18)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Sikap mengabaikan firman Tuhan akan membuka pintu kepada malapetaka. Tuhan adalah pribadi yang bersedia untuk memberkati dan menyertai umat-Nya. Namun agar Tuhan bersedia menyertai dan memberkati, kita haruslah bersedia untuk menaati firman-Nya secara sepenuhnya. Ketaatan ini di samping mencerminkan kerendahan hati juga mengungkapkan iman kita kepada-Nya. Kerendahan hati yang menghindarkan kita dari malapetaka dan iman yang mendatangkan berkat Tuhan atas diri orang yang hidup di dalamnya.

 

Hal inilah yang dialami oleh raja Saul sebagaimana yang dicatat di dalam 1Samuel 28. Ia tidak menaati firman Tuhan agar membasmi orang Amalek secara sepenuhnya. Di dalam 1Samuel 15 dicatat ia melakukan perintah Tuhan tersebut dengan setengah hati. Sebagai akibat bukan saja berkat Tuhan diambil dari padanya, yaitu ia kehilangan takhtanya sebagai seorang raja, juga Tuhan undur dari padanya. Sebagai akibat malapetaka menimpa hidupnya. Singkat kata, sikap menaati firman Tuhan secara separuh hati yang adalah sama dengan mengabaikan firman Tuhan tersebut telah membuka pintu malapetaka bagi dirinya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang Anda harus lakukan agar Tuhan menyertai dan memberkati hidup Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, firman-Mu dan kehendak-Mu selalu yang terbaik bagi diriku. Tak pernah Engkau bermaksud buruk terhadap diriku ataupun berniat untuk menjerumuskan hidupku ke dalam keruntuhan. Oleh sebab itu ampunilah diriku untuk semua ketidaktaatanku kepada firman-Mu. Aku sadar bahwa kecongkakanku dan keragu-raguan diriku kepada firman-Mu justru akan menghancurkan hidupku. Pulihkan hidupku dengan anugerah-Mu, dan baharui hatiku dengan rahmat-Mu.

 

Di akhir pekan ini kembali aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Sepanjang minggu Engkau telah menyertai diriku dan menuntun hidupku dengan kasih setia-Mu. Aku berterima kasih untuk semua itu. Engkau telah memberkati diriku dan menolong hidupku untuk menjadi saluran berkat-Mu bagi orang-orang di sekitarku. Sehingga dengan demikian hidupku tidaklah sia-sia melainkan menjadi hidup yang penuh dengan makna. Tuhan sungguh besar kemurahan-Mu. Aku berdoa agar hidupku senantiasa menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama-Mu ya Tuhan Yesus, nama yang indah, manis, dan memberikan keselamatan aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.