Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Sabtu, 14 April 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya kekuatanku, aku mau berpegang pada-Mu, sebab Allah adalah kota bentengku. (Mazmur 59:10)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. 11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? 12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? (Lukas 16:10-12)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kesetiaan seseorang dapat dinilai dari sikapnya terhadap tugas-tugas remeh yang dipercayakan kepadanya. Apabila ternyata orang tersebut menyikapi tugas yang remeh itu secara bertanggung jawab maka dapat disimpulkan bahwa dirinya adalah orang yang sungguh-sungguh dapat dipercaya. Sehingga ketika kepada yang bersangkutan dipercayakan tugas yang lebih besar maka dapat diharapkan bahwa ia akan melaksanakannya secara bertanggung jawab juga. Sebab bila ia dapat dipercaya untuk tugas yang dipandang remeh oleh orang lain maka dirinya juga akan dapat dipercaya untuk tugas yang lebih besar.

 

Prinsip yang sangat penting ini Tuhan Yesus kemukakan kepada para murid-Nya di dalam Lukas 16. Di situ dicatat Ia berkata bahwa orang yang setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara yang besar. Lebih jauh Ia berkata: "barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar." Dengan kata lain, kalau untuk urusan yang remeh saja orang itu tidak dapat diandalkan maka kita tidak dapat berharap bahwa ia akan dapat diandalkan untuk urusan yang lebih besar. Singkat kata, untuk memperoleh kepercayaan yang lebih besar dari Tuhan maka kita harus bertanggung jawab terhadap hal-hal yang remeh yang Ia embankan di bahu kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda seorang yang bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang diberikan orang kepada Anda? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Engkau adalah pribadi yang dapat dipercaya dan diandalkan ya Tuhan. Oleh sebab itu Engkau menginginkan agar aku juga menjadi orang yang dapat dipercaya dan diandalkan. Ampuni diriku jika seringkali aku kurang bertanggung jawab di dalam mengelola apa yang Engkau percayakan kepadaku. Tolonglah aku ya Tuhan untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab baik dalam perkara yang besar maupun perkara yang kecil. Dengan demikian aku dapat meraih keberhasilan dan menjadi saksi-Mu bagi orang-orang di sekitarku.

 

Aku menyerahkan hidupku di sepanjang hari ini kepada-Mu. Aku memohon perlindungan dan penyertaan-Mu atas hidupku. Jangan biarkan aku tersesat dan meninggalkan jalan-jalan-Mu. Oleh karena itu tuntunlah aku agar tetap setia dalam melakukan kehendak-Mu. Tolonglah aku agar mampu melakukan semua yang harus kukerjakan hari ini secara bertanggung jawab. Jadikanlah hidupku bermanfaat bagi orang-orang di sekitarku dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus yang dapat dipercaya aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 16

Mazmur 104

Yosua 19-20

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Sabtu, 14 April 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN. (Mazmur 104:34)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

14 Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah 15 dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia. (Mazmur 104:14-15)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Aku bersyukur kepada-Mu ya Tuhan karena Engkau Tuhan yang mahabaik. Kebaikan-Mu itu Engkau tunjukkan dengan senantiasa memelihara diriku dan tidak membiarkan aku merasa hidup di dalam kekurangan. Engkau selalu menyediakan bagiku segala keperluan hidupku. Bukan saja keperluan jasmaniah, namun Engkau juga mempedulikan seluruh keperluan rohaniah dan jiwaniahku. Sehingga dengan demikian Engkau melimpahi hatiku dengan sukacita dan damai sejahtera.

 

Aku juga berterima kasih untuk penyertaan-Mu di dalam hidupku selama ini. Di dalam kasih-Mu yang tidak terbatas Engkau senantiasa menopang hidupku. Di dalam kesetiaan-Mu yang tidak terhingga Engkau senantiasa menuntun hidupku di jalan-jalan-Mu. Tolonglah aku ya Tuhan untuk senantiasa hidup di dalam rencana-Mu, sehingga aku bukan hidup di dalam kesia-siaan namun di dalam kehidupan yang penuh dengan makna. Kiranya hidupku memberkati banyak orang dan menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Yesus, Tuhan dan Sang Pemelihara hidupku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Sabtu, 14 April 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Dengarkanlah kiranya seruanku, ya Allah, perhatikanlah doaku! 3 Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, (Mazmur 61:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

49 Setelah orang Israel selesai membagikan negeri itu menjadi milik pusaka mereka menurut daerah-daerahnya, maka kepada Yosua bin Nun diberikanlah milik pusaka di tengah-tengah mereka. 50 Sesuai dengan titah TUHAN, mereka memberikan kepadanya kota yang dimintanya, yakni Timnat-Serah di pegunungan Efraim. Kota itu dibangunnya dan menetaplah ia di sana. (Yosua 19:49-50)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Seorang pemimpin yang mulia akan mendahulukan kesejahteraan dari orang-orang yang ia pimpin dibandingkan dirinya sendiri. Apabila pada umumnya manusia, entah dia seorang yang menjabat sebagai pemimpin ataupun bukan, cenderung akan lebih mementingkan dirinya sendiri, maka tidak demikian halnya dengan seorang pemimpin yang baik. Bukan berarti ia tidak mempedulikan dirinya, namun ia tidak akan mengabaikan kesejahteraan dari orang-orang yang ia pimpin. Dan bila dirinya adalah seorang pemimpin yang mulia, atau sangat baik, maka ia akan memikirkan terlebih dahulu kesejahteraan dari orang-orang yang ia pimpin dan baru sesudah itu ia mengurus kesejahteraan dirinya sendiri. Singkat kata, ia rela berkorban bagi orang lain.

 

Kualitas kepemimpinan yang mulia itulah yang dapat kita lihat di dalam diri Yosua seperti yang dicatat di dalam Yosua 19. Hanya sesudah seluruh wilayah Kanaan dibagikan kepada suku-suku Israel, barulah kemudian kepada Yosua diberikan lahan seperti yang dimintanya. Padahal Yosua adalah pribadi yang sangat berjasa dalam memimpin bangsa itu untuk menduduki negeri Kanaan. Namun ia mempersilakan agar seluruh suku Israel terlebih dahulu memperoleh milik pusaka, dan baru sesudah itu pada urutan yang paling akhir ia mendapatkan bagiannya. Sikap tidak mementingkan diri sendiri inilah yang menyebabkan Yosua bukan hanya patut disebut sebagai seorang pemimpin yang baik, namun terlebih lagi seorang pemimpin yang mulia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut Anda, apakah yang menjadi penghalang bagi orang untuk lebih mendahulukan kesejahteraan orang lain dibandingkan dirinya sendiri? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi penghalang tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah teladan yang sempurna dari sikap tidak mementingkan diri sendiri. Engkau rela meninggalkan sorga yang mulia, datang ke dunia untuk menjadi sama dengan manusia, bukan untuk dilayani namun untuk melayani kami, orang-orang yang berdosa. Bahkan Engkau rela mengorbankan diri-Mu dengan menderita sampai mati di kayu salib supaya dengan jalan demikian kami dimerdekakan dari dosa dan hukuman dosa. Tuhan, Engkaulah Gembala yang baik dan Pemimpin yang mulia. Ajarlah aku untuk mengikuti teladan kasih-Mu itu.

 

Aku bersyukur untuk kebaikan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Terima kasih untuk perlindungan dan pertolongan-Mu bagi hidupku. Engkau telah melindungi diriku dari semua hal yang jahat. Engkau juga telah menolong diriku dalam mengerjakan semua tugas dan kewajibanku, serta memampukan diriku untuk mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam hidupku. Aku berterima kasih untuk kasih setia-Mu itu. Sekarang aku kembali menyerahkan semua hal yang telah aku kerjakan hari ini kepada-Mu, sempurnakanlah itu dengan kemurahan-Mu. Aku juga menyerahkan seluruh hidupku dan masa depanku ke dalam tangan anugerah-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Gembala yang baik dan yang telah menyerahkan nyawa-Nya bagi keselamatanku aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Sabtu, 14 April 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya kekuatanku, aku mau berpegang pada-Mu, sebab Allah adalah kota bentengku. (Mazmur 59:10)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. 11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? 12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? (Lukas 16:10-12)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kesetiaan seseorang dapat dinilai dari sikapnya terhadap tugas-tugas remeh yang dipercayakan kepadanya. Apabila ternyata orang tersebut menyikapi tugas yang remeh itu secara bertanggung jawab maka dapat disimpulkan bahwa dirinya adalah orang yang sungguh-sungguh dapat dipercaya. Sehingga ketika kepada yang bersangkutan dipercayakan tugas yang lebih besar maka dapat diharapkan bahwa ia akan melaksanakannya secara bertanggung jawab juga. Sebab bila ia dapat dipercaya untuk tugas yang dipandang remeh oleh orang lain maka dirinya juga akan dapat dipercaya untuk tugas yang lebih besar.

 

Prinsip yang sangat penting ini Tuhan Yesus kemukakan kepada para murid-Nya di dalam Lukas 16. Di situ dicatat Ia berkata bahwa orang yang setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara yang besar. Lebih jauh Ia berkata: "barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar." Dengan kata lain, kalau untuk urusan yang remeh saja orang itu tidak dapat diandalkan maka kita tidak dapat berharap bahwa ia akan dapat diandalkan untuk urusan yang lebih besar. Singkat kata, untuk memperoleh kepercayaan yang lebih besar dari Tuhan maka kita harus bertanggung jawab terhadap hal-hal yang remeh yang Ia embankan di bahu kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda seorang yang bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang diberikan orang kepada Anda? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Engkau adalah pribadi yang dapat dipercaya dan diandalkan ya Tuhan. Oleh sebab itu Engkau menginginkan agar aku juga menjadi orang yang dapat dipercaya dan diandalkan. Ampuni diriku jika seringkali aku kurang bertanggung jawab di dalam mengelola apa yang Engkau percayakan kepadaku. Tolonglah aku ya Tuhan untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab baik dalam perkara yang besar maupun perkara yang kecil. Dengan demikian aku dapat meraih keberhasilan dan menjadi saksi-Mu bagi orang-orang di sekitarku.

 

Aku menyerahkan hidupku di sepanjang hari ini kepada-Mu. Aku memohon perlindungan dan penyertaan-Mu atas hidupku. Jangan biarkan aku tersesat dan meninggalkan jalan-jalan-Mu. Oleh karena itu tuntunlah aku agar tetap setia dalam melakukan kehendak-Mu. Tolonglah aku agar mampu melakukan semua yang harus kukerjakan hari ini secara bertanggung jawab. Jadikanlah hidupku bermanfaat bagi orang-orang di sekitarku dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus yang dapat dipercaya aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 16

Mazmur 104

Yosua 19-20

 

Sabtu, 14 April 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN. (Mazmur 104:34)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

14 Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah 15 dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia. (Mazmur 104:14-15)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Aku bersyukur kepada-Mu ya Tuhan karena Engkau Tuhan yang mahabaik. Kebaikan-Mu itu Engkau tunjukkan dengan senantiasa memelihara diriku dan tidak membiarkan aku merasa hidup di dalam kekurangan. Engkau selalu menyediakan bagiku segala keperluan hidupku. Bukan saja keperluan jasmaniah, namun Engkau juga mempedulikan seluruh keperluan rohaniah dan jiwaniahku. Sehingga dengan demikian Engkau melimpahi hatiku dengan sukacita dan damai sejahtera.

 

Aku juga berterima kasih untuk penyertaan-Mu di dalam hidupku selama ini. Di dalam kasih-Mu yang tidak terbatas Engkau senantiasa menopang hidupku. Di dalam kesetiaan-Mu yang tidak terhingga Engkau senantiasa menuntun hidupku di jalan-jalan-Mu. Tolonglah aku ya Tuhan untuk senantiasa hidup di dalam rencana-Mu, sehingga aku bukan hidup di dalam kesia-siaan namun di dalam kehidupan yang penuh dengan makna. Kiranya hidupku memberkati banyak orang dan menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Yesus, Tuhan dan Sang Pemelihara hidupku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Sabtu, 14 April 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Dengarkanlah kiranya seruanku, ya Allah, perhatikanlah doaku! 3 Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, (Mazmur 61:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

49 Setelah orang Israel selesai membagikan negeri itu menjadi milik pusaka mereka menurut daerah-daerahnya, maka kepada Yosua bin Nun diberikanlah milik pusaka di tengah-tengah mereka. 50 Sesuai dengan titah TUHAN, mereka memberikan kepadanya kota yang dimintanya, yakni Timnat-Serah di pegunungan Efraim. Kota itu dibangunnya dan menetaplah ia di sana. (Yosua 19:49-50)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Seorang pemimpin yang mulia akan mendahulukan kesejahteraan dari orang-orang yang ia pimpin dibandingkan dirinya sendiri. Apabila pada umumnya manusia, entah dia seorang yang menjabat sebagai pemimpin ataupun bukan, cenderung akan lebih mementingkan dirinya sendiri, maka tidak demikian halnya dengan seorang pemimpin yang baik. Bukan berarti ia tidak mempedulikan dirinya, namun ia tidak akan mengabaikan kesejahteraan dari orang-orang yang ia pimpin. Dan bila dirinya adalah seorang pemimpin yang mulia, atau sangat baik, maka ia akan memikirkan terlebih dahulu kesejahteraan dari orang-orang yang ia pimpin dan baru sesudah itu ia mengurus kesejahteraan dirinya sendiri. Singkat kata, ia rela berkorban bagi orang lain.

 

Kualitas kepemimpinan yang mulia itulah yang dapat kita lihat di dalam diri Yosua seperti yang dicatat di dalam Yosua 19. Hanya sesudah seluruh wilayah Kanaan dibagikan kepada suku-suku Israel, barulah kemudian kepada Yosua diberikan lahan seperti yang dimintanya. Padahal Yosua adalah pribadi yang sangat berjasa dalam memimpin bangsa itu untuk menduduki negeri Kanaan. Namun ia mempersilakan agar seluruh suku Israel terlebih dahulu memperoleh milik pusaka, dan baru sesudah itu pada urutan yang paling akhir ia mendapatkan bagiannya. Sikap tidak mementingkan diri sendiri inilah yang menyebabkan Yosua bukan hanya patut disebut sebagai seorang pemimpin yang baik, namun terlebih lagi seorang pemimpin yang mulia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut Anda, apakah yang menjadi penghalang bagi orang untuk lebih mendahulukan kesejahteraan orang lain dibandingkan dirinya sendiri? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi penghalang tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah teladan yang sempurna dari sikap tidak mementingkan diri sendiri. Engkau rela meninggalkan sorga yang mulia, datang ke dunia untuk menjadi sama dengan manusia, bukan untuk dilayani namun untuk melayani kami, orang-orang yang berdosa. Bahkan Engkau rela mengorbankan diri-Mu dengan menderita sampai mati di kayu salib supaya dengan jalan demikian kami dimerdekakan dari dosa dan hukuman dosa. Tuhan, Engkaulah Gembala yang baik dan Pemimpin yang mulia. Ajarlah aku untuk mengikuti teladan kasih-Mu itu.

 

Aku bersyukur untuk kebaikan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Terima kasih untuk perlindungan dan pertolongan-Mu bagi hidupku. Engkau telah melindungi diriku dari semua hal yang jahat. Engkau juga telah menolong diriku dalam mengerjakan semua tugas dan kewajibanku, serta memampukan diriku untuk mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam hidupku. Aku berterima kasih untuk kasih setia-Mu itu. Sekarang aku kembali menyerahkan semua hal yang telah aku kerjakan hari ini kepada-Mu, sempurnakanlah itu dengan kemurahan-Mu. Aku juga menyerahkan seluruh hidupku dan masa depanku ke dalam tangan anugerah-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Gembala yang baik dan yang telah menyerahkan nyawa-Nya bagi keselamatanku aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.