materi.php2019-03-12ibadah-pagi

Tanggal 12 Maret

Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku. (Mazmur 71:3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? 37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. 38 Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. 39 Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!" (Markus 15:34, 37-39)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila pemberontakan kepada kehendak-Nya telah memisahkan manusia dengan Allah, maka pengorbanan Kristus memulihkan relasi yang telah rusak tersebut. Pada dasarnya semua kerusakan yang terjadi di alam semesta, dan semua penderitaan yang dialami oleh manusia bersumber dari telah rusaknya relasi manusia dengan Allah. Kerusakan relasi atau perpisahan manusia dengan Allah yang disebabkan oleh pemberontakan manusia kepada kehendak Allah. Sebaliknya pengorbanan Kristus merupakan wujud dari ketaatan-Nya kepada kehendak Sang Bapa. Ketaatan di dalam pengorbanan sampai mati di kayu salib itu memperdamaikan manusia dengan Allah dan memulihkan relasi yang telah terputus tersebut. Sehingga dengan demikian Kristus mengubah kerusakan dan penderitaan yang dialami manusia menjadi pemulihan dan kebahagiaan.

 

Bahwa pengorbanan Kristus telah membuka pintu bagi pemulihan relasi dengan Allah itulah yang dikemukakan di dalam Markus 15. Di situ dicatat tentang beratnya penderitaan Kristus yaitu ketika Ia harus menanggung dosa seisi dunia sehingga Allah Bapa memalingkan wajah-Nya dari diri-Nya. Di dalam penderitaan tersebut Ia berseru: "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Penderitaan yang Ia alami sampai Ia menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa-Nya. Di saat itu tabir Bait Suci yang memisahkan ruang mahakudus dan ruang kudus terbelah dua. Pemisah antara Allah dengan manusia telah ditiadakan. Perdamaian yang memulihkan relasi manusia dengan Allah telah tersedia. Singkat kata, melalui pengorbanan-Nya Yesus telah membuka pintu bagi manusia kepada kebahagiaan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda menaati kehendak Allah seperti yang diteladankan oleh Yesus Kristus? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tak henti-hentinya aku mengucap syukur kepada-Mu karena anugerah-Mu yang besar bagi diriku. Dengan kesetiaan-Mu yang tak berkesudahan Engkau membawa diriku yang telah terhilang di dalam kegelapan dosa untuk kembali kepada-Mu. Di dalam pengorbanan-Mu yang mulia Engkau menanggung hukuman dosa yang seharusnya ditimpakan kepada diriku, sehingga dengan demikian aku mengalami kemerdekaan dari dosa dan hukuman dosa. Dengan kasih-Mu yang tak terbatas Engkau menebus diriku dari kebinasaan dan memberikan kehidupan yang kekal kepada diriku. Apa yang tidak dapat aku kerjakan dengan usahaku sendiri telah Engkau selesaikan melalui karya-Mu di kayu salib. Aku berterima kasih untuk kemurahan-Mu yang sangat besar tersebut.

 

Pagi ini dengan merendahkan hati di hadapan-Mu aku memohon agar Engkau memberikan kepadaku hati yang taat kepada firman-Mu. Sehingga sebagaimana Engkau senantiasa menaati kehendak Bapa, bahkan di dalam ketaatan sampai kepada kematian di kayu salib, demikianlah aku akan hidup meneladani diri-Mu. Dengan firman dan Roh-Mu secara terus-menerus ubahlah pikiran dan perasaanku, ya Tuhan, supaya hidupku semakin mencerminkan sifat-sifat-Mu. Jangan biarkan diriku terjerumus ke dalam pencobaan dan lindungilah diriku dari semua yang jahat. Berkatilah semua yang kukerjakan pada hari ini dan mampukanlah diriku untuk mencapai keberhasilan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Markus 15

Mazmur 71

Bilangan 25-26

 

 

 

 

Music: El Senyor

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 


  

Tanggal 12 Maret

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka! (Mazmur 149:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH. 6 Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji. (Mazmur 71:5, 6)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah sumber pengharapan yang tidak pernah mengecewakan. Bagaikan mata air yang tidak pernah kering demikianlah Engkau, ya Allah, bagi semua orang yang menggantungkan hidupnya kepada diri-Mu. Dari sejak aku masih di dalam kandungan ibuku sampai kepada hari ini Engkau tetap memelihara hidupku dan melimpahkan kebaikan-kebaikan-Mu. Kepada-Mu aku percaya di setiap waktu. Ke dalam genggaman tangan-Mu aku menaruhkan hidupku.

 

Aku bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, karena Engkau senantiasa menuntun diriku dengan firman-Mu dan menyertai hidupku dengan Roh-Mu yang kudus. Tuntunan-Mu memampukan diriku untuk membuat pilihan-pilihan yang benar. Penyertaan-Mu memberikan kepadaku damai sejahtera, sebab aku tahu Engkau tidak akan pernah membiarkan diriku menghadapi kesukaran seorang diri. Pakailah hidupku menjadi saksi yang memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Gembalaku, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

 

 

Music: Adoramus te O Christe

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 


  

Tanggal 12 Maret

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur 34:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

8 Adapun anak Palu ialah Eliab, 9 dan anak-anak Eliab ialah Nemuel, Datan dan Abiram. Datan dan Abiram, orang-orang yang dipilih oleh umat itu, ialah orang-orang yang telah membantah Musa dan Harun dalam kumpulan Korah, ketika mereka membantah TUHAN, 10 tetapi bumi membuka mulutnya dan menelan mereka bersama-sama dengan Korah, ketika kumpulan itu mati, ketika kedua ratus lima puluh orang itu dimakan api, sehingga mereka menjadi peringatan. (Bilangan 26:8-10)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Tuhan adalah guru yang baik, Ia mampu memakai keadaan untuk mengajar umat-Nya demi kebaikan mereka. Sebagaimana layaknya seorang ayah yang bertanggung jawab akan mendidik untuk mendewasakan anak-anaknya, demikianlah Allah memperlakukan umat-Nya. Ia menggunakan berbagai cara untuk menyadarkan umat-Nya tentang apa yang sepatutnya mereka kerjakan dan apa saja yang seharusnya tidak mereka lakukan. Di dalam hal ini Ia juga menggunakan hukuman-hukuman yang Ia jatuhkan terhadap mereka yang melanggar firman-Nya sebagai pelajaran bagi umat-Nya. Supaya dengan demikian mereka tidak usah meniru ataupun mengulang pelanggaran yang dilakukan oleh orang lain tersebut.

 

Pelajaran melalui jalan yang pahit, yaitu hukuman bagi mereka yang melanggar firman-Nya, itulah yang dicatat di dalam Bilangan 26. Di situ ditulis pemberontakan Datan dan Abiram kepada Musa dan Harun yang Tuhan tempatkan untuk memimpin umat-Nya. Tuhan memandang pemberontakan mereka tersebut sebagai sikap membantah diri-Nya. Sebagai akibat Ia menghukum mereka dengan membuka bumi sehingga mereka tertelan ke dalamnya. Dicatat bahwa dengan demikian "mereka menjadi peringatan." Berarti melalui peristiwa yang menyayat hati tersebut Allah sebagai Sang Guru yang baik telah mengajar umat-Nya tentang bagaimana seharusnya mereka bersikap kepada kehendak Allah, dan semua itu adalah demi kebaikan mereka.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana seharusnya Anda menyikapi hukuman yang Allah jatuhkan terhadap orang yang melanggar firman-Nya? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, penuhilah diriku dengan belas kasihan, sehingga aku tidak bergembira ketika melihat orang lain mengalami hukuman-Mu. Demikian juga penuhilah diriku dengan kerendahan hati, sehingga aku dapat mengambil pelajaran dari hukuman yang mereka terima. Yaitu dengan tidak ikut melakukan pelanggaran-pelanggaran mereka. Di dalam belas kasihan dan kerendahan hati itu ajarlah diriku untuk berdoa bagi mereka. Karena aku yakin kalau Engkau menghukum orang yang melanggar firman-Mu hal itu adalah karena Engkau mengasihi semua orang, dan tidak menginginkan mereka berlarut-larut di dalam dosa mereka.

 

Kembali aku berterima kasih kepada-Mu, ya Tuhan, sebab dengan setia Engkau memenuhi janji-janji-Mu di dalam hidupku. Di sepanjang hari ini Engkau telah menaungi diriku dengan kasih-Mu dan menopang hidupku dengan kesetiaan-Mu. Oleh pertolongan-Mu aku dapat mengisi hari ini dengan kehidupan yang tidak sia-sia, namun penuh makna. Engkau membuka jalan bagiku dan menyanggupkan diriku untuk mengatasi semua rintangan yang menghalangi perjalanan hidupku. Ajarlah diriku dengan hikmat-Mu agar aku mampu membedakan antara hal yang benar dan sesuai dengan rencana-Mu dengan yang tidak benar dan bertentangan dengan kehendak-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sang Guru yang baik, aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

 

 

Music: C’est Toi Ma Lampe

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.