Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Jumat, 7 Desember 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

7 Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak. 8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu (Mazmur 17:7, 8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

9 Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: "Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, 10 maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. 11 Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya." 12 Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. (Wahyu 14:9-12)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bagaikan berlari di dalam lomba marathon, hidup sebagai pengikut Kristus memerlukan sikap yang tekun. Artinya bukan berlari sprint, yaitu lomba lari jarak pendek seperti lomba lari 100 meter atau 400 meter. Namun orang harus berlari jarak jauh, yaitu sejarak sekitar 40 kilometer. Oleh karena itu di dalam lomba marathon bukan hanya diperlukan kemampuan untuk berlari dengan cepat namun juga kesanggupan untuk berlari dengan tekun. Sang atlet harus gigih berjuang menanggung rasa lelah sampai ia mencapai garis akhir. Hanya dengan demikian barulah ia dapat menjadi seorang pemenang.

 

Sikap tekun itulah yang dikemukakan di dalam Wahyu 14. Disebutkan bahwa di tengah penganiayaan umat Tuhan harus tetap tekun menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. Mereka tidak boleh menyerah terhadap intimidasi musuh, sehingga mengabaikan perintah Tuhan dan meninggalkan iman. Sebaliknya seberat apapun tantangan yang mereka alami pengikut Kristus harus tetap gigih melakukan firman Tuhan dan beriman kepada Kristus sampai akhir kehidupan mereka. Ketekunan ini tidaklah akan sia-sia karena mahkota tersedia bagi mereka yang hidup di dalamnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana dengan diri Anda, sudahkah Anda hidup dengan tekun menuruti perintah Allah di dalam kehidupan sehari-hari? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, berikanlah kepadaku hati yang tekun di dalam menaati tuntunan firman-Mu. Aku memohon berikanlah juga kepadaku keteguhan hati untuk tetap berkomitmen kepada-Mu. Supaya dengan demikian ketika berbagai godaan mencoba menarik perhatianku dari hidup untuk melakukan kehendak-Mu hatiku tidak menjadi goyah. Sebaliknya oleh karena pertolongan-Mu aku sanggup menghadapi segala tekanan dari lingkungan di sekitarku. Demikian juga sehingga aku mampu berkata "tidak" terhadap tawaran yang menggiurkan untuk hidup menyimpang dari perintah-Mu.

 

Tuhan, mengawali hari ini kembali aku menyerahkan hidupku di sepanjang hari ini ke dalam tangan anugerah-Mu. Naungilah diriku dengan kuasa Roh-Mu yang menyanggupkan diriku untuk melangkah di jalan-jalan kemenangan-Mu. Tuntunlah hidupku dengan firman-Mu supaya dengan demikian aku senantiasa hidup menaati perintah-perintah-Mu. Karena hanya dengan demikian barulah aku dapat hidup menyenangkan hati-Mu. Berkatilah semua yang kukerjakan dan jadikanlah diriku berkat di manapun aku berada. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penolong hidupku, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Wahyu 14

Amsal 8

Nehemia 8-9

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Jumat, 7 Desember 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu! (Mazmur 40:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

11 Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya. 12 Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan. (Amsal 8:11, 12)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku memerlukan hikmat-Mu di dalam hidupku. Hikmat yang memampukan diriku untuk membuat pilihan yang tepat di dalam kehidupanku. Hikmat yang menolong diriku untuk memperoleh pengetahuan yang benar dan menjadikan diriku bijaksana. Hikmat yang menghindarkan diriku dari membuat keputusan yang keliru dan yang akan mencelakakan diriku. Ya Sumber hikmat, penuhilah diriku dengan hikmat-Mu.

 

Tuhan, tolonglah diriku agar berjalan di dalam hikmat-Mu di sepanjang hari ini. Sehingga dengan demikian hari ini akan merupakan hari yang sangat berarti bagi diriku, membawa kemajuan bagi kehidupanku, dan terlebih lagi yaitu memuliakan nama-Mu. Dengan hikmat-Mu pakailah diriku untuk menjadi berkat bagi sesamaku, mampukan diriku untuk memberi nasihat yang bijaksana kepada orang yang memerlukannya dan membimbing orang untuk datang kepada-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sang Hikmat yang sempurna, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Jumat, 7 Desember 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. 2 Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. (Mazmur 131:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

15 Telah Kauberikan kepada mereka roti dari langit untuk menghilangkan lapar dan air Kaukeluarkan bagi mereka dari gunung batu untuk melepaskan dahaga. Pula Engkau menyuruh mereka memasuki dan menduduki negeri yang dengan mengangkat sumpah telah Kaujanjikan memberikannya kepada mereka. 16 Tetapi mereka, nenek moyang kami itu, bertindak angkuh dan bersitegang leher dan tidak patuh kepada perintah-perintah-Mu. 17 Mereka menolak untuk patuh dan tidak mengingat perbuatan-perbuatan yang ajaib yang telah Kaubuat di antara mereka. Mereka bersitegang leher malah berkeras kepala untuk kembali ke perbudakan di Mesir. Tetapi Engkaulah Allah yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Engkau tidak meninggalkan mereka. (Nehemia 9:15-17)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila kerendahan hati akan mengundang berkat Tuhan, maka keangkuhan akan mengundang malapetaka di dalam diri orang yang hidup di dalamnya. Oleh karena keangkuhan orang menganggap dirinya mampu mengangkat beban seberat 10 ton, padahal dalam realitas ia hanya mampu memikul beban 100 kilogram saja. Alhasil yang bersangkutan harus dirawat di rumah sakit karena menderita patah tulang punggung. Artinya keangkuhan telah membuat yang bersangkutan menjadi lupa diri, ia menilai diri sendiri melebihi realitas yang sebenarnya dan mendatangkan malapetaka bagi dirinya.

 

Hal inilah yang terjadi atas bangsa Israel sebagaimana yang dicatat di Nehemia 9. Di situ ditulis bahwa keangkuhan membuat mereka beranggapan bahwa oleh karena kemampuan mereka sendirilah, dan bukan karena pertolongan Tuhan, maka mereka telah mengalami kemerdekaan dari Mesir. Sebagai akibat, mereka melupakan perbuatan Tuhan yang ajaib dan tidak bersedia mematuhi tuntunan Tuhan. Sikap ini menjerumuskan mereka ke dalam berbagai malapetaka. Singkat kata, adalah penting untuk hidup di dalam kerendahan hati sehingga kita senantiasa mawas diri, menghormati Tuhan, dan mengalami semua kebaikan-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana sikap Anda selama ini terhadap kebaikan-kebaikan Tuhan yang telah Anda alami di dalam hidup Anda? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ajarlah diriku untuk menyadari bahwa sesungguhnya aku perlu senantiasa hidup bergantung kepada-Mu. Sebaliknya dari hidup di dalam kepongahan aku dapat hidup di dalam kerendahan hati seperti yang telah Engkau teladankan bagi diriku. Aku sangat menyadari bahwa sesungguhnya diriku adalah manusia yang terbatas. Kemampuan dan pengetahuanku sangat terbatas. Tanpa kemurahan-Mu aku tidak akan sanggup melakukan apa yang Engkau kehendaki bagi hidupku. Oleh sebab itu, ampunilah diriku yang di dalam keangkuhan acap kali menolak untuk mengikuti tuntunan firman-Mu. Pulihkanlah hidupku dan baharui penyerahan diriku kepada-Mu.

 

Bapa yang penuh anugerah, aku juga bersyukur untuk semua kebaikan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Engkau tidak pernah meninggalkan diriku, namun di dalam segala keadaan Engkau tetap menyertai diriku. Aku berterima kasih karena di dalam penyertaan-Mu itu keberhasilan serta damai sejahtera mengikuti hidupku. Tuhan, sungguh besar kemurahan-Mu bagi hidupku. Dengan berpegang kepada kasih setia-Mu aku memasrahkan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Jumat, 7 Desember 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

7 Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak. 8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu (Mazmur 17:7, 8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

9 Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: "Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, 10 maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. 11 Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya." 12 Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. (Wahyu 14:9-12)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bagaikan berlari di dalam lomba marathon, hidup sebagai pengikut Kristus memerlukan sikap yang tekun. Artinya bukan berlari sprint, yaitu lomba lari jarak pendek seperti lomba lari 100 meter atau 400 meter. Namun orang harus berlari jarak jauh, yaitu sejarak sekitar 40 kilometer. Oleh karena itu di dalam lomba marathon bukan hanya diperlukan kemampuan untuk berlari dengan cepat namun juga kesanggupan untuk berlari dengan tekun. Sang atlet harus gigih berjuang menanggung rasa lelah sampai ia mencapai garis akhir. Hanya dengan demikian barulah ia dapat menjadi seorang pemenang.

 

Sikap tekun itulah yang dikemukakan di dalam Wahyu 14. Disebutkan bahwa di tengah penganiayaan umat Tuhan harus tetap tekun menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. Mereka tidak boleh menyerah terhadap intimidasi musuh, sehingga mengabaikan perintah Tuhan dan meninggalkan iman. Sebaliknya seberat apapun tantangan yang mereka alami pengikut Kristus harus tetap gigih melakukan firman Tuhan dan beriman kepada Kristus sampai akhir kehidupan mereka. Ketekunan ini tidaklah akan sia-sia karena mahkota tersedia bagi mereka yang hidup di dalamnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana dengan diri Anda, sudahkah Anda hidup dengan tekun menuruti perintah Allah di dalam kehidupan sehari-hari? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, berikanlah kepadaku hati yang tekun di dalam menaati tuntunan firman-Mu. Aku memohon berikanlah juga kepadaku keteguhan hati untuk tetap berkomitmen kepada-Mu. Supaya dengan demikian ketika berbagai godaan mencoba menarik perhatianku dari hidup untuk melakukan kehendak-Mu hatiku tidak menjadi goyah. Sebaliknya oleh karena pertolongan-Mu aku sanggup menghadapi segala tekanan dari lingkungan di sekitarku. Demikian juga sehingga aku mampu berkata "tidak" terhadap tawaran yang menggiurkan untuk hidup menyimpang dari perintah-Mu.

 

Tuhan, mengawali hari ini kembali aku menyerahkan hidupku di sepanjang hari ini ke dalam tangan anugerah-Mu. Naungilah diriku dengan kuasa Roh-Mu yang menyanggupkan diriku untuk melangkah di jalan-jalan kemenangan-Mu. Tuntunlah hidupku dengan firman-Mu supaya dengan demikian aku senantiasa hidup menaati perintah-perintah-Mu. Karena hanya dengan demikian barulah aku dapat hidup menyenangkan hati-Mu. Berkatilah semua yang kukerjakan dan jadikanlah diriku berkat di manapun aku berada. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penolong hidupku, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Wahyu 14

Amsal 8

Nehemia 8-9

Jumat, 7 Desember 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu! (Mazmur 40:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

11 Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya. 12 Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan. (Amsal 8:11, 12)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku memerlukan hikmat-Mu di dalam hidupku. Hikmat yang memampukan diriku untuk membuat pilihan yang tepat di dalam kehidupanku. Hikmat yang menolong diriku untuk memperoleh pengetahuan yang benar dan menjadikan diriku bijaksana. Hikmat yang menghindarkan diriku dari membuat keputusan yang keliru dan yang akan mencelakakan diriku. Ya Sumber hikmat, penuhilah diriku dengan hikmat-Mu.

 

Tuhan, tolonglah diriku agar berjalan di dalam hikmat-Mu di sepanjang hari ini. Sehingga dengan demikian hari ini akan merupakan hari yang sangat berarti bagi diriku, membawa kemajuan bagi kehidupanku, dan terlebih lagi yaitu memuliakan nama-Mu. Dengan hikmat-Mu pakailah diriku untuk menjadi berkat bagi sesamaku, mampukan diriku untuk memberi nasihat yang bijaksana kepada orang yang memerlukannya dan membimbing orang untuk datang kepada-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sang Hikmat yang sempurna, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Jumat, 7 Desember 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. 2 Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. (Mazmur 131:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

15 Telah Kauberikan kepada mereka roti dari langit untuk menghilangkan lapar dan air Kaukeluarkan bagi mereka dari gunung batu untuk melepaskan dahaga. Pula Engkau menyuruh mereka memasuki dan menduduki negeri yang dengan mengangkat sumpah telah Kaujanjikan memberikannya kepada mereka. 16 Tetapi mereka, nenek moyang kami itu, bertindak angkuh dan bersitegang leher dan tidak patuh kepada perintah-perintah-Mu. 17 Mereka menolak untuk patuh dan tidak mengingat perbuatan-perbuatan yang ajaib yang telah Kaubuat di antara mereka. Mereka bersitegang leher malah berkeras kepala untuk kembali ke perbudakan di Mesir. Tetapi Engkaulah Allah yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Engkau tidak meninggalkan mereka. (Nehemia 9:15-17)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila kerendahan hati akan mengundang berkat Tuhan, maka keangkuhan akan mengundang malapetaka di dalam diri orang yang hidup di dalamnya. Oleh karena keangkuhan orang menganggap dirinya mampu mengangkat beban seberat 10 ton, padahal dalam realitas ia hanya mampu memikul beban 100 kilogram saja. Alhasil yang bersangkutan harus dirawat di rumah sakit karena menderita patah tulang punggung. Artinya keangkuhan telah membuat yang bersangkutan menjadi lupa diri, ia menilai diri sendiri melebihi realitas yang sebenarnya dan mendatangkan malapetaka bagi dirinya.

 

Hal inilah yang terjadi atas bangsa Israel sebagaimana yang dicatat di Nehemia 9. Di situ ditulis bahwa keangkuhan membuat mereka beranggapan bahwa oleh karena kemampuan mereka sendirilah, dan bukan karena pertolongan Tuhan, maka mereka telah mengalami kemerdekaan dari Mesir. Sebagai akibat, mereka melupakan perbuatan Tuhan yang ajaib dan tidak bersedia mematuhi tuntunan Tuhan. Sikap ini menjerumuskan mereka ke dalam berbagai malapetaka. Singkat kata, adalah penting untuk hidup di dalam kerendahan hati sehingga kita senantiasa mawas diri, menghormati Tuhan, dan mengalami semua kebaikan-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana sikap Anda selama ini terhadap kebaikan-kebaikan Tuhan yang telah Anda alami di dalam hidup Anda? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ajarlah diriku untuk menyadari bahwa sesungguhnya aku perlu senantiasa hidup bergantung kepada-Mu. Sebaliknya dari hidup di dalam kepongahan aku dapat hidup di dalam kerendahan hati seperti yang telah Engkau teladankan bagi diriku. Aku sangat menyadari bahwa sesungguhnya diriku adalah manusia yang terbatas. Kemampuan dan pengetahuanku sangat terbatas. Tanpa kemurahan-Mu aku tidak akan sanggup melakukan apa yang Engkau kehendaki bagi hidupku. Oleh sebab itu, ampunilah diriku yang di dalam keangkuhan acap kali menolak untuk mengikuti tuntunan firman-Mu. Pulihkanlah hidupku dan baharui penyerahan diriku kepada-Mu.

 

Bapa yang penuh anugerah, aku juga bersyukur untuk semua kebaikan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Engkau tidak pernah meninggalkan diriku, namun di dalam segala keadaan Engkau tetap menyertai diriku. Aku berterima kasih karena di dalam penyertaan-Mu itu keberhasilan serta damai sejahtera mengikuti hidupku. Tuhan, sungguh besar kemurahan-Mu bagi hidupku. Dengan berpegang kepada kasih setia-Mu aku memasrahkan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.