Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Kamis, 8 November 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu! (Mazmur 40:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. 27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." (Yohanes 6:26, 27)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang mengikut Kristus hanya karena demi memperoleh berkat-berkat jasmaniah adalah sama dengan anak yang bersekolah hanya demi memperoleh seragam sekolah. Tentu tujuan seorang ayah atau ibu mengirim anaknya untuk bersekolah bukanlah sekadar agar si anak mendapatkan seragam sekolah. Walaupun memang dengan bersekolah yang bersangkutan akan mendapat seragam, tetapi terlebih lagi yaitu agar pengetahuan si anak bertambah luas. Demikian pula orang mengikut Kristus antara lain untuk memperoleh hidup yang kekal, dan bukan sekadar demi memperoleh berkat-berkat jasmaniah.

 

Tujuan yang benar di dalam mengikut Kristus itulah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada orang banyak sebagaimana yang dicatat di dalam Yohanes 6. Kepada orang banyak yang mencari diri-Nya sesudah mereka mengalami mujizat pelipatgandaan roti yang Ia lakukan Tuhan Yesus berkata: "Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa." Artinya Yesus melarang mereka agar jangan mengikut Dia hanya karena mengharapkan berkat secara jasmaniah belaka. Lebih jauh Ia berkata: "melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu." Dengan demikian Ia berkata agar orang mengikut diri-Nya untuk tujuan yang lebih mulia, yaitu untuk memperoleh hidup yang kekal yang bersumber dari perdamaian dengan Allah.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah tujuan Anda di dalam mengikut Kristus? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau memiliki tujuan yang mulia bagi hidupku. Bahkan sebelum dunia dijadikan pun Engkau sudah merancang dan menetapkan maksud-Mu yang agung bagi diriku. Yaitu supaya melalui hidupku nama-Mu ditinggikan, kerajaan-Mu ditetapkan dan kehendak-Mu terjadi di bumi seperti di sorga. Ajarlah diriku untuk senantiasa hidup dengan tujuan yang bernilai kekal tersebut dan bukan sekadar hidup untuk maksud yang terbatas dan tidak abadi, seperti hidup sekadar mengejar berkat-berkat jasmaniah belaka. Karena sesungguhnya Engkau menebus diriku dari kesia-siaan untuk hidup dalam kehidupan yang penuh dengan makna dan bukan kembali hidup di dalam kehidupan yang hampa dan tak berguna.

 

Memasuki pertengahan pekan ini dan mengawali hari yang baru ini kembali aku mengangkat hatiku di dalam rasa syukur kepada-Mu. Di hari-hari yang lewat Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepadaku dengan memelihara hidupku. Tak sekalipun Engkau alpa di dalam menjaga dan mencukupkan setiap yang kuperlukan bagi hidupku. Aku berterima kasih untuk semua itu. Tolonglah diriku pada hari ini dengan tuntunan Roh Kudus-Mu sehingga aku dapat berjalan di jalan-jalan keberhasilan-Mu. Pakailah diriku menjadi terang di tengah kegelapan dan garam di tengah kehambaran dari lingkungan di sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan tujuan hidupku, aku mengangkat doa dan pujianku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 6

Mazmur 129

Yeremia 21, 34

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Kamis, 8 November 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada Tuhan! (Mazmur 31:25)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Semua orang yang membenci Sion akan mendapat malu dan akan mundur. 6 Mereka seperti rumput di atas sotoh, yang menjadi layu, sebelum dicabut, 7 yang tidak digenggam tangan penyabit, atau dirangkum orang yang mengikat berkas, 8 sehingga orang-orang yang lewat tidak berkata: "Berkat TUHAN atas kamu! Kami memberkati kamu dalam nama TUHAN!" (Mazmur 129:5-8)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, perlindungan-Mu atas umat-Mu tidak perlu kuragukan. Aku telah mengalaminya dari hari ke hari dan tanpa satu kalipun Engkau lalai di dalam melakukannya. Oleh sebab itu aku percaya orang yang berniat buruk terhadap diriku pasti Engkau akan gagalkan rancangannya. Sebaliknya, orang akan melihat betapa besar berkat-Mu atas orang yang berharap dan percaya kepada-Mu. Di dalam iman aku menatap hari esok dan menjalani hari ini tanpa ragu maupun rasa kuatir. Sebab aku yakin janji firman-Mu tidak akan pernah berubah namun tetap untuk selama-lamanya dan pasti akan digenapi pada waktunya.

 

Di siang hari ini aku mengangkat pujian dan syukurku kepada-Mu. Tuntun dan sertailah diriku di setiap tanggung jawab yang harus kukerjakan. Mampukanlah diriku untuk melakukan dan menyelesaikan semua tugas yang diembankan pada bahuku secara maksimal. Aku menyadari kemampuanku terbatas tetapi kuasa-Mu tidak terbatas. Aku mengerti pengetahuanku terbatas tetapi hikmat-Mu tidak terbatas. Kepada kasih, kuasa dan hikmat-Mu aku berharap. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Pelindungku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Kamis, 8 November 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kiranya persembahan sukarela yang berupa puji-pujian berkenan kepada-Mu, ya Tuhan, dan ajarkanlah hukum-hukum-Mu kepadaku. (Mazmur 119:108)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

15 Hari ini kamu telah bertobat dan melakukan apa yang benar di mata-Ku karena setiap orang memaklumkan pembebasan kepada saudaranya, dan kamu telah mengikat perjanjian di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan. 16 Tetapi kamu telah berbalik pikiran dan telah menajiskan nama-Ku; kamu masing-masing telah mengambil kembali budaknya laki-laki dan budaknya perempuan, yang telah kamu lepaskan sebagai orang merdeka menurut keinginannya, dan telah menundukkan mereka, supaya mereka menjadi budakmu laki-laki dan budakmu perempuan lagi. 17 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Kamu ini tidak mendengarkan Aku agar setiap orang memaklumkan pembebasan kepada sesamanya dan kepada saudaranya, maka sesungguhnya, Aku memaklumkan bagimu pembebasan, demikianlah firman TUHAN, untuk diserahkan kepada pedang, penyakit sampar dan kelaparan. Aku akan membuat kamu menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi. (Yeremia 34:15-17)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang bertobat dan berbalik kembali kepada kejahatannya yang semula pertobatannya tersebut adalah sia-sia adanya. Pertobatan yang sejati akan diwujudkan melalui tindakan yaitu meninggalkan kejahatan yang pernah dilakukan dan tidak akan kembali kepada kejahatan tersebut. Sebaliknya, pertobatan yang semu akan membuat orang jatuh bangun di dalam dosa yang itu-itu juga. Dan sebagaimana semua hal yang semu adalah sia-sia demikian pulalah pertobatan yang semu tidaklah ada gunanya.

 

Pertobatan yang tidak sejati atau semu inilah yang dilakukan oleh umat Tuhan sebagaimana yang dicatat di dalam Yeremia 34. Mereka telah bertobat dari kejahatan mereka yaitu dengan memaklumkan pembebasan kepada para budak sebagaimana perintah Tuhan kepada mereka. Namun segera sesudah mereka melakukan itu mereka berbalik pikiran dan mengambil kembali para budak yang mereka lepaskan sebagai orang merdeka. Artinya pertobatan yang mereka lakukan merupakan pertobatan yang semu. Dan sebagai akibat Tuhan menyerahkan mereka kepada berbagai macam hukuman. Singkat kata, orang yang bertobat dan berbalik kembali kepada kejahatannya yang semula pertobatannya tersebut adalah sia-sia adanya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda melakukan pertobatan yang sejati? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku percaya titah-titah-Mu sempurna dan membawa kehidupan bagi orang yang melakukannya. Oleh sebab itu ampunilah diriku apabila aku hidup menyimpang dari firman-Mu dan mengambil jalanku sendiri. Terlebih lagi ampunilah aku apabila aku tidak sungguh-sungguh berbalik dari kejahatan tetapi justru jatuh bangun di dalam kejahatan yang sama. Tolonglah diriku oleh anugerah-Mu agar aku dapat hidup di dalam pertobatan yang sejati. Mampukanlah diriku oleh pertolongan Roh Kudus-Mu agar dapat memelihara pertobatan yang telah aku lakukan sehingga hidupku tidak berjalan di dalam kesia-siaan namun di dalam kehidupan yang penuh dengan makna dan menyenangkan hati-Mu.

 

Kembali aku bersyukur untuk semua kebaikan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Aku yakin Engkau belum selesai bekerja di dalam hidupku. Masih banyak hal yang besar dan bahkan lebih besar dari yang telah aku alami Engkau sediakan bagi hidupku. Di dalam iman kepada janji-janji-Mu, dan di dalam pengharapan kepada kesetiaan-Mu aku menyongsong hari esok yang ada di hadapanku. Tuhan, aku berdoa mampukanlah diriku menyelesaikan tahun ini di dalam kemenangan iman dan mengakhiri tahun ini di dalam sorak-sorai pujian syukur kepada-Mu. Karena Engkau besar dan kasih setia-Mu tidak pernah berkesudahan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Pengharapan jiwaku, aku menyerahkan seluruh permohonanku, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Kamis, 8 November 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu! (Mazmur 40:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. 27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." (Yohanes 6:26, 27)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang mengikut Kristus hanya karena demi memperoleh berkat-berkat jasmaniah adalah sama dengan anak yang bersekolah hanya demi memperoleh seragam sekolah. Tentu tujuan seorang ayah atau ibu mengirim anaknya untuk bersekolah bukanlah sekadar agar si anak mendapatkan seragam sekolah. Walaupun memang dengan bersekolah yang bersangkutan akan mendapat seragam, tetapi terlebih lagi yaitu agar pengetahuan si anak bertambah luas. Demikian pula orang mengikut Kristus antara lain untuk memperoleh hidup yang kekal, dan bukan sekadar demi memperoleh berkat-berkat jasmaniah.

 

Tujuan yang benar di dalam mengikut Kristus itulah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada orang banyak sebagaimana yang dicatat di dalam Yohanes 6. Kepada orang banyak yang mencari diri-Nya sesudah mereka mengalami mujizat pelipatgandaan roti yang Ia lakukan Tuhan Yesus berkata: "Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa." Artinya Yesus melarang mereka agar jangan mengikut Dia hanya karena mengharapkan berkat secara jasmaniah belaka. Lebih jauh Ia berkata: "melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu." Dengan demikian Ia berkata agar orang mengikut diri-Nya untuk tujuan yang lebih mulia, yaitu untuk memperoleh hidup yang kekal yang bersumber dari perdamaian dengan Allah.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah tujuan Anda di dalam mengikut Kristus? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau memiliki tujuan yang mulia bagi hidupku. Bahkan sebelum dunia dijadikan pun Engkau sudah merancang dan menetapkan maksud-Mu yang agung bagi diriku. Yaitu supaya melalui hidupku nama-Mu ditinggikan, kerajaan-Mu ditetapkan dan kehendak-Mu terjadi di bumi seperti di sorga. Ajarlah diriku untuk senantiasa hidup dengan tujuan yang bernilai kekal tersebut dan bukan sekadar hidup untuk maksud yang terbatas dan tidak abadi, seperti hidup sekadar mengejar berkat-berkat jasmaniah belaka. Karena sesungguhnya Engkau menebus diriku dari kesia-siaan untuk hidup dalam kehidupan yang penuh dengan makna dan bukan kembali hidup di dalam kehidupan yang hampa dan tak berguna.

 

Memasuki pertengahan pekan ini dan mengawali hari yang baru ini kembali aku mengangkat hatiku di dalam rasa syukur kepada-Mu. Di hari-hari yang lewat Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepadaku dengan memelihara hidupku. Tak sekalipun Engkau alpa di dalam menjaga dan mencukupkan setiap yang kuperlukan bagi hidupku. Aku berterima kasih untuk semua itu. Tolonglah diriku pada hari ini dengan tuntunan Roh Kudus-Mu sehingga aku dapat berjalan di jalan-jalan keberhasilan-Mu. Pakailah diriku menjadi terang di tengah kegelapan dan garam di tengah kehambaran dari lingkungan di sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan tujuan hidupku, aku mengangkat doa dan pujianku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 6

Mazmur 129

Yeremia 21, 34

 

Kamis, 8 November 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada Tuhan! (Mazmur 31:25)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Semua orang yang membenci Sion akan mendapat malu dan akan mundur. 6 Mereka seperti rumput di atas sotoh, yang menjadi layu, sebelum dicabut, 7 yang tidak digenggam tangan penyabit, atau dirangkum orang yang mengikat berkas, 8 sehingga orang-orang yang lewat tidak berkata: "Berkat TUHAN atas kamu! Kami memberkati kamu dalam nama TUHAN!" (Mazmur 129:5-8)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, perlindungan-Mu atas umat-Mu tidak perlu kuragukan. Aku telah mengalaminya dari hari ke hari dan tanpa satu kalipun Engkau lalai di dalam melakukannya. Oleh sebab itu aku percaya orang yang berniat buruk terhadap diriku pasti Engkau akan gagalkan rancangannya. Sebaliknya, orang akan melihat betapa besar berkat-Mu atas orang yang berharap dan percaya kepada-Mu. Di dalam iman aku menatap hari esok dan menjalani hari ini tanpa ragu maupun rasa kuatir. Sebab aku yakin janji firman-Mu tidak akan pernah berubah namun tetap untuk selama-lamanya dan pasti akan digenapi pada waktunya.

 

Di siang hari ini aku mengangkat pujian dan syukurku kepada-Mu. Tuntun dan sertailah diriku di setiap tanggung jawab yang harus kukerjakan. Mampukanlah diriku untuk melakukan dan menyelesaikan semua tugas yang diembankan pada bahuku secara maksimal. Aku menyadari kemampuanku terbatas tetapi kuasa-Mu tidak terbatas. Aku mengerti pengetahuanku terbatas tetapi hikmat-Mu tidak terbatas. Kepada kasih, kuasa dan hikmat-Mu aku berharap. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Pelindungku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Kamis, 8 November 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kiranya persembahan sukarela yang berupa puji-pujian berkenan kepada-Mu, ya Tuhan, dan ajarkanlah hukum-hukum-Mu kepadaku. (Mazmur 119:108)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

15 Hari ini kamu telah bertobat dan melakukan apa yang benar di mata-Ku karena setiap orang memaklumkan pembebasan kepada saudaranya, dan kamu telah mengikat perjanjian di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan. 16 Tetapi kamu telah berbalik pikiran dan telah menajiskan nama-Ku; kamu masing-masing telah mengambil kembali budaknya laki-laki dan budaknya perempuan, yang telah kamu lepaskan sebagai orang merdeka menurut keinginannya, dan telah menundukkan mereka, supaya mereka menjadi budakmu laki-laki dan budakmu perempuan lagi. 17 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Kamu ini tidak mendengarkan Aku agar setiap orang memaklumkan pembebasan kepada sesamanya dan kepada saudaranya, maka sesungguhnya, Aku memaklumkan bagimu pembebasan, demikianlah firman TUHAN, untuk diserahkan kepada pedang, penyakit sampar dan kelaparan. Aku akan membuat kamu menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi. (Yeremia 34:15-17)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang bertobat dan berbalik kembali kepada kejahatannya yang semula pertobatannya tersebut adalah sia-sia adanya. Pertobatan yang sejati akan diwujudkan melalui tindakan yaitu meninggalkan kejahatan yang pernah dilakukan dan tidak akan kembali kepada kejahatan tersebut. Sebaliknya, pertobatan yang semu akan membuat orang jatuh bangun di dalam dosa yang itu-itu juga. Dan sebagaimana semua hal yang semu adalah sia-sia demikian pulalah pertobatan yang semu tidaklah ada gunanya.

 

Pertobatan yang tidak sejati atau semu inilah yang dilakukan oleh umat Tuhan sebagaimana yang dicatat di dalam Yeremia 34. Mereka telah bertobat dari kejahatan mereka yaitu dengan memaklumkan pembebasan kepada para budak sebagaimana perintah Tuhan kepada mereka. Namun segera sesudah mereka melakukan itu mereka berbalik pikiran dan mengambil kembali para budak yang mereka lepaskan sebagai orang merdeka. Artinya pertobatan yang mereka lakukan merupakan pertobatan yang semu. Dan sebagai akibat Tuhan menyerahkan mereka kepada berbagai macam hukuman. Singkat kata, orang yang bertobat dan berbalik kembali kepada kejahatannya yang semula pertobatannya tersebut adalah sia-sia adanya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda melakukan pertobatan yang sejati? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku percaya titah-titah-Mu sempurna dan membawa kehidupan bagi orang yang melakukannya. Oleh sebab itu ampunilah diriku apabila aku hidup menyimpang dari firman-Mu dan mengambil jalanku sendiri. Terlebih lagi ampunilah aku apabila aku tidak sungguh-sungguh berbalik dari kejahatan tetapi justru jatuh bangun di dalam kejahatan yang sama. Tolonglah diriku oleh anugerah-Mu agar aku dapat hidup di dalam pertobatan yang sejati. Mampukanlah diriku oleh pertolongan Roh Kudus-Mu agar dapat memelihara pertobatan yang telah aku lakukan sehingga hidupku tidak berjalan di dalam kesia-siaan namun di dalam kehidupan yang penuh dengan makna dan menyenangkan hati-Mu.

 

Kembali aku bersyukur untuk semua kebaikan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Aku yakin Engkau belum selesai bekerja di dalam hidupku. Masih banyak hal yang besar dan bahkan lebih besar dari yang telah aku alami Engkau sediakan bagi hidupku. Di dalam iman kepada janji-janji-Mu, dan di dalam pengharapan kepada kesetiaan-Mu aku menyongsong hari esok yang ada di hadapanku. Tuhan, aku berdoa mampukanlah diriku menyelesaikan tahun ini di dalam kemenangan iman dan mengakhiri tahun ini di dalam sorak-sorai pujian syukur kepada-Mu. Karena Engkau besar dan kasih setia-Mu tidak pernah berkesudahan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Pengharapan jiwaku, aku menyerahkan seluruh permohonanku, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.