Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Selasa, 6 November 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. (Mazmur 119:10)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

19 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. 20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah." 21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. 23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. (Yohanes 4:19-21, 23)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Ibadah yang sejati bukanlah semata-mata diwujudkan di dalam tindakan jasmaniah, tetapi terlebih lagi yaitu di dalam sikap hati yang menghormati Allah. Sebab tidak jarang antara tindakan lahiriah yang dilakukan seseorang dengan sikap hatinya yang sebenarnya tidaklah sama bahkan bertolak belakang. Bisa saja melalui tindakannya seseorang seakan-akan menghargai orang lain padahal di dalam hatinya ia sangat meremehkan yang bersangkutan. Demikian pula halnya dengan ibadah kepada Allah. Bisa saja seseorang secara lahiriah nampak sedang beribadah kepada-Nya padahal di dalam hatinya orang itu tidak menghargai Allah yang kepada-Nya ia melakukan ibadah tersebut.

 

Bahwasanya ibadah kepada Allah lebih merupakan ungkapan sikap hati dan bukan sekadar tindakan lahiriah belaka itulah yang dikemukakan oleh Tuhan Yesus di dalam Yohanes 4. Kepada perempuan Samaria Ia berkata: "kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem." Artinya ibadah tidaklah dapat dibatasi oleh batas-batas lahiriah atau bukan sekadar tindakan jasmaniah belaka. Lebih jauh Ia berkata: "saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran." Hal ini menunjukkan bahwa penyembahan kepada Allah merupakan ungkapan sikap hati kepada-Nya. Oleh sebab itu, ibadah yang sejati kepada Allah bukanlah semata-mata diwujudkan di dalam tindakan jasmaniah, tetapi terlebih lagi yaitu di dalam sikap hati yang menghormati Dia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda melakukan ibadah yang sejati kepada Tuhan? Apakah wujudnya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Allah, Engkau layak menerima segala pujian, hormat dan syukurku untuk selama-lamanya. Karya-Mu indah di dalam hidupku, untuk itu aku memuji-muji Engkau. Kuasa dan kodrat-Mu sangatlah mulia, untuk itu aku memberikan hormat kepada-Mu. Kebaikan-Mu tidak berkesudahan oleh karenanya aku bersyukur kepada-Mu. Ampuni diriku apabila adakalanya ibadah yang aku lakukan kepada-Mu hanya bersifat tindakan-tindakan jasmaniah yang tidak sungguh-sungguh keluar dari dalam hati yang menghormati dan mengasihi Engkau. Tolonglah diriku agar perilaku diriku benar-benar sesuai dengan sikap hatiku kepada-Mu. Sehingga dengan demikian ibadahku kepada-Mu merupakan ibadah yang sejati dan berkenan di hati-Mu.

 

Mengawali hari yang baru ini kembali aku mengangkat imanku kepada-Mu. Aku yakin sebagaimana Engkau telah menolong diriku di hari-hari yang lampau hal yang sama akan aku alami pada hari ini. Tuntunlah diriku dengan hikmat-Mu yang tidak terbatas agar aku mampu membuat keputusan-keputusan yang benar dan yang berkenan kepada-Mu. Sertailah diriku dengan kasih dan kuasa-Mu sehingga keberhasilan dan perlindungan-Mu senantiasa mengikuti hidupku. Jadikanlah aku saluran kasih-Mu bagi mereka yang ada di sekitarku. Sehingga dengan demikian hidupku menjadi saksi-Mu di manapun diriku berada. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku mengangkat doa dan pujianku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 4

Mazmur 127

Yeremia 30-31

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Selasa, 6 November 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! (Mazmur 105:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. 5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang. (Mazmur 127:4, 5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, hanya anak panah yang batangnya lurus yang akan meluncur dengan tepat kepada sasaran yang seharusnya. Demikian pula orang yang hidup dengan sikap hati yang lurus akan dapat berjalan tepat sesuai dengan kehendak-Mu. Oleh karena itu luruskanlah hatiku, jagalah motivasi diriku dan bentuklah karakter hidupku agar semakin mencerminkan sifat-sifat-Mu. Dengan demikian aku dapat menjadi saksi-Mu di manapun aku berada. Dan hanya dengan hidup seperti demikianlah aku tidak akan mendapat malu ketika orang-orang yang memusuhi diriku mencari-cari kesalahanku. Ke dalam tangan pembentukan-Mu aku memasrahkan hidupku.

 

Di siang hari ini kembali aku mengangkat syukurku kepada-Mu. Aku percaya kasih setia-Mu tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Di dalam kasih-Mu Engkau senantiasa memelihara hidupku. Di dalam kesetiaan-Mu Engkau tidak pernah meninggalkan diriku berjalan seorang diri menyusuri hidup ini. Pemeliharaan dan penyertaan-Mu itulah yang memberikan damai sejahtera di dalam jiwaku dan menyanggupkan aku untuk mencapai keberhasilan seperti yang Engkau rencanakan bagi diriku. Tolonglah aku agar dapat mengerjakan semua tugas dan tanggung jawabku sebagaimana yang seharusnya. Ke dalam perlindungan-Mu dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku menyerahkan hidup dan doaku ini, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Selasa, 6 November 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku. (Mazmur 18:29)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: 2 "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tuliskanlah segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu itu dalam suatu kitab. 3 Sebab, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel dan Yehuda - firman TUHAN - dan Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya." (Yeremia 30:1-3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila manusia berjanji ia berharap agar orang melupakan janjinya, namun bila Allah yang berjanji Ia menginginkan agar orang selalu mengingat perkataan-Nya. Adalah kecenderungan dari banyak orang untuk bersikap tidak setia kepada janji yang ia ucapkan. Oleh karena itu ia akan berharap agar orang melupakan janji yang pernah ia ucapkan. Dan kalau orang mengingatkannya maka ia akan berpura-pura bahwa dirinya lupa terhadap janji tersebut. Sedangkan Allah adalah pribadi yang setia. Oleh karena itu apabila Ia berjanji maka Ia menginginkan agar orang selalu mengingat akan janji yang pernah Ia ucapkan kepada mereka.

 

Kesetiaan Allah terhadap janji-Nya ini terlihat dari apa yang Ia katakan kepada Yeremia di dalam Yeremia 30. Di situ dicatat bahwa Tuhan berjanji melalui Yeremia bahwa Ia akan memulihkan umat-Nya dengan mengembalikan mereka dari negeri tempat mereka dibuang ke negeri yang telah Allah berikan kepada nenek moyang mereka. Bukan itu saja. Ia juga menyuruh agar Yeremia menulis semua janji yang telah Ia firmankan tersebut dalam suatu kitab. Dengan demikian, maka kesetiaan Allah tidaklah terbantahkan. Bukan saja Ia berjanji, tetapi Ia juga menginginkan agar umat-Nya selalu mengingat akan janji-janji yang telah Ia ucapkan kepada mereka.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda bersikap setia kepada janji-janji yang Anda buat, baik kepada Allah maupun kepada sesama? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, kesetiaan-Mu tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Kalaupun gunung-gunung beranjak dan bumi bergoncang namun kasih setia-Mu tetap dan abadi. Jaminan kesetiaan dan kasih-Mu itulah yang memberikan damai sejahtera di dalam jiwaku. Olehnya aku mampu memandang hari esok tanpa rasa kuatir sebab Engkau yang berjanji tidak akan pernah mengingkari janji-janji-Mu. Bukan itu saja, kuasa-Mu tidak terbatas dan tetap untuk selama-lamanya. Oleh karena itu tidak ada perkara yang mustahil bagi-Mu dan Engkau sanggup melakukan apa saja yang Engkau janjikan kepada umat-Mu.

 

Menjelang akhir dari hari ini di dalam ucapan syukur aku mengangkat hatiku kepada-Mu. Aku berterima kasih karena Engkau tidak pernah melupakan janji-Mu tetapi dengan setia Engkau menggenapinya di dalam hidupku satu per satu. Memang waktu-Mu tidak selalu sama dengan jadwal waktu yang aku inginkan. Tetapi aku yakin di dalam kesemuanya itu Engkau tidak pernah terlambat di dalam menggenapi firman-Mu. Di dalam keyakinan iman itulah aku menyongsong hari-hari yang di hadapanku di dalam penyerahan diri kepada-Mu. Aku yakin Engkau yang telah memulai perkara yang baik di dalam hidupku akan meneruskannya sampai sempurna pada waktunya. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Saksi yang setia, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Selasa, 6 November 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. (Mazmur 119:10)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

19 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. 20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah." 21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. 23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. (Yohanes 4:19-21, 23)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Ibadah yang sejati bukanlah semata-mata diwujudkan di dalam tindakan jasmaniah, tetapi terlebih lagi yaitu di dalam sikap hati yang menghormati Allah. Sebab tidak jarang antara tindakan lahiriah yang dilakukan seseorang dengan sikap hatinya yang sebenarnya tidaklah sama bahkan bertolak belakang. Bisa saja melalui tindakannya seseorang seakan-akan menghargai orang lain padahal di dalam hatinya ia sangat meremehkan yang bersangkutan. Demikian pula halnya dengan ibadah kepada Allah. Bisa saja seseorang secara lahiriah nampak sedang beribadah kepada-Nya padahal di dalam hatinya orang itu tidak menghargai Allah yang kepada-Nya ia melakukan ibadah tersebut.

 

Bahwasanya ibadah kepada Allah lebih merupakan ungkapan sikap hati dan bukan sekadar tindakan lahiriah belaka itulah yang dikemukakan oleh Tuhan Yesus di dalam Yohanes 4. Kepada perempuan Samaria Ia berkata: "kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem." Artinya ibadah tidaklah dapat dibatasi oleh batas-batas lahiriah atau bukan sekadar tindakan jasmaniah belaka. Lebih jauh Ia berkata: "saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran." Hal ini menunjukkan bahwa penyembahan kepada Allah merupakan ungkapan sikap hati kepada-Nya. Oleh sebab itu, ibadah yang sejati kepada Allah bukanlah semata-mata diwujudkan di dalam tindakan jasmaniah, tetapi terlebih lagi yaitu di dalam sikap hati yang menghormati Dia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda melakukan ibadah yang sejati kepada Tuhan? Apakah wujudnya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Allah, Engkau layak menerima segala pujian, hormat dan syukurku untuk selama-lamanya. Karya-Mu indah di dalam hidupku, untuk itu aku memuji-muji Engkau. Kuasa dan kodrat-Mu sangatlah mulia, untuk itu aku memberikan hormat kepada-Mu. Kebaikan-Mu tidak berkesudahan oleh karenanya aku bersyukur kepada-Mu. Ampuni diriku apabila adakalanya ibadah yang aku lakukan kepada-Mu hanya bersifat tindakan-tindakan jasmaniah yang tidak sungguh-sungguh keluar dari dalam hati yang menghormati dan mengasihi Engkau. Tolonglah diriku agar perilaku diriku benar-benar sesuai dengan sikap hatiku kepada-Mu. Sehingga dengan demikian ibadahku kepada-Mu merupakan ibadah yang sejati dan berkenan di hati-Mu.

 

Mengawali hari yang baru ini kembali aku mengangkat imanku kepada-Mu. Aku yakin sebagaimana Engkau telah menolong diriku di hari-hari yang lampau hal yang sama akan aku alami pada hari ini. Tuntunlah diriku dengan hikmat-Mu yang tidak terbatas agar aku mampu membuat keputusan-keputusan yang benar dan yang berkenan kepada-Mu. Sertailah diriku dengan kasih dan kuasa-Mu sehingga keberhasilan dan perlindungan-Mu senantiasa mengikuti hidupku. Jadikanlah aku saluran kasih-Mu bagi mereka yang ada di sekitarku. Sehingga dengan demikian hidupku menjadi saksi-Mu di manapun diriku berada. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku mengangkat doa dan pujianku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 4

Mazmur 127

Yeremia 30-31

 

Selasa, 6 November 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! (Mazmur 105:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. 5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang. (Mazmur 127:4, 5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, hanya anak panah yang batangnya lurus yang akan meluncur dengan tepat kepada sasaran yang seharusnya. Demikian pula orang yang hidup dengan sikap hati yang lurus akan dapat berjalan tepat sesuai dengan kehendak-Mu. Oleh karena itu luruskanlah hatiku, jagalah motivasi diriku dan bentuklah karakter hidupku agar semakin mencerminkan sifat-sifat-Mu. Dengan demikian aku dapat menjadi saksi-Mu di manapun aku berada. Dan hanya dengan hidup seperti demikianlah aku tidak akan mendapat malu ketika orang-orang yang memusuhi diriku mencari-cari kesalahanku. Ke dalam tangan pembentukan-Mu aku memasrahkan hidupku.

 

Di siang hari ini kembali aku mengangkat syukurku kepada-Mu. Aku percaya kasih setia-Mu tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Di dalam kasih-Mu Engkau senantiasa memelihara hidupku. Di dalam kesetiaan-Mu Engkau tidak pernah meninggalkan diriku berjalan seorang diri menyusuri hidup ini. Pemeliharaan dan penyertaan-Mu itulah yang memberikan damai sejahtera di dalam jiwaku dan menyanggupkan aku untuk mencapai keberhasilan seperti yang Engkau rencanakan bagi diriku. Tolonglah aku agar dapat mengerjakan semua tugas dan tanggung jawabku sebagaimana yang seharusnya. Ke dalam perlindungan-Mu dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku menyerahkan hidup dan doaku ini, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Selasa, 6 November 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku. (Mazmur 18:29)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: 2 "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tuliskanlah segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu itu dalam suatu kitab. 3 Sebab, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel dan Yehuda - firman TUHAN - dan Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya." (Yeremia 30:1-3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila manusia berjanji ia berharap agar orang melupakan janjinya, namun bila Allah yang berjanji Ia menginginkan agar orang selalu mengingat perkataan-Nya. Adalah kecenderungan dari banyak orang untuk bersikap tidak setia kepada janji yang ia ucapkan. Oleh karena itu ia akan berharap agar orang melupakan janji yang pernah ia ucapkan. Dan kalau orang mengingatkannya maka ia akan berpura-pura bahwa dirinya lupa terhadap janji tersebut. Sedangkan Allah adalah pribadi yang setia. Oleh karena itu apabila Ia berjanji maka Ia menginginkan agar orang selalu mengingat akan janji yang pernah Ia ucapkan kepada mereka.

 

Kesetiaan Allah terhadap janji-Nya ini terlihat dari apa yang Ia katakan kepada Yeremia di dalam Yeremia 30. Di situ dicatat bahwa Tuhan berjanji melalui Yeremia bahwa Ia akan memulihkan umat-Nya dengan mengembalikan mereka dari negeri tempat mereka dibuang ke negeri yang telah Allah berikan kepada nenek moyang mereka. Bukan itu saja. Ia juga menyuruh agar Yeremia menulis semua janji yang telah Ia firmankan tersebut dalam suatu kitab. Dengan demikian, maka kesetiaan Allah tidaklah terbantahkan. Bukan saja Ia berjanji, tetapi Ia juga menginginkan agar umat-Nya selalu mengingat akan janji-janji yang telah Ia ucapkan kepada mereka.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda bersikap setia kepada janji-janji yang Anda buat, baik kepada Allah maupun kepada sesama? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, kesetiaan-Mu tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Kalaupun gunung-gunung beranjak dan bumi bergoncang namun kasih setia-Mu tetap dan abadi. Jaminan kesetiaan dan kasih-Mu itulah yang memberikan damai sejahtera di dalam jiwaku. Olehnya aku mampu memandang hari esok tanpa rasa kuatir sebab Engkau yang berjanji tidak akan pernah mengingkari janji-janji-Mu. Bukan itu saja, kuasa-Mu tidak terbatas dan tetap untuk selama-lamanya. Oleh karena itu tidak ada perkara yang mustahil bagi-Mu dan Engkau sanggup melakukan apa saja yang Engkau janjikan kepada umat-Mu.

 

Menjelang akhir dari hari ini di dalam ucapan syukur aku mengangkat hatiku kepada-Mu. Aku berterima kasih karena Engkau tidak pernah melupakan janji-Mu tetapi dengan setia Engkau menggenapinya di dalam hidupku satu per satu. Memang waktu-Mu tidak selalu sama dengan jadwal waktu yang aku inginkan. Tetapi aku yakin di dalam kesemuanya itu Engkau tidak pernah terlambat di dalam menggenapi firman-Mu. Di dalam keyakinan iman itulah aku menyongsong hari-hari yang di hadapanku di dalam penyerahan diri kepada-Mu. Aku yakin Engkau yang telah memulai perkara yang baik di dalam hidupku akan meneruskannya sampai sempurna pada waktunya. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Saksi yang setia, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.