Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Kamis, 13 September 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. 2 Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah. (Mazmur 90:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

8 Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: "Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah firman Tuhan, "Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda, 9 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka," demikian firman Tuhan. 10 "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. (Ibrani 8:8-10)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Allah adalah pribadi yang mahasetia, itu sebabnya ketidaksetiaan umat-Nya tidak akan dapat mengubah kesetiaan-Nya kepada mereka. Apabila manusia acapkali mengingkari janji namun tidak demikian halnya dengan Allah. Kalau kesetiaan manusia pada umumnya bersifat timbal balik, yaitu ia hanya akan bersikap setia kepada orang yang setia, dan tidak setia kepada orang yang tidak setia, maka kesetiaan Tuhan bersifat tidak bersyarat. Dia adalah pribadi yang mahasetia, sehingga Ia tetap bersikap setia terhadap apa yang dijanjikan tanpa tergantung atau terpengaruh oleh sikap dari manusia kepada diri-Nya.

 

Kemahasetiaan Allah yang tidak bersyarat ini Ia kemukakan di dalam surat Ibrani 8. Di situ dikisahkan kembali tentang ketidaksetiaan umat Israel terhadap perjanjian yang Ia buat dengan mereka di gunung Sinai, yaitu dalam perjalanan umat-Nya dari Mesir menuju ke Kanaan. Setibanya di negeri Kanaan mereka mengkhianati Tuhan dengan menyembah berbagai berhala. Namun Allah di dalam kesetiaan-Nya tetap bersedia menerima mereka kembali menjadi umat-Nya dan mengadakan perjanjian yang baru dengan mereka. Tindakan Allah ini menunjukkan bahwa Ia adalah pribadi yang mahasetia, sehingga kesetiaan-Nya tidak tergantung kepada apapun juga.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Karena Allah adalah pribadi yang mahasetia, bolehkah kita mempermainkan kesetiaan-Nya? Mengapa begitu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, mengawali hari yang baru ini aku mengucap syukur karena kasih setia-Mu tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Engkau setia terhadap janji-Mu sehingga aku dapat berharap kepada-Mu dalam segala keadaan. Di dalam kesetiaan-Mu aku memandang hari esok dengan penuh pengharapan karena Engkau sanggup menepati apa yang Engkau janjikan kepada umat-Mu. Ampunilah diriku yang acapkali meremehkan kesetiaan-Mu dengan berlaku tidak setia kepada perintah-perintah-Mu. Ya Tuhan, tolonglah diriku agar dapat meneladani dan mensyukuri kesetiaan-Mu dengan hidup dalam kesetiaan kepada-Mu. Sebab hanya dengan demikian aku dapat menjadi saksi-Mu yang setia bagi lingkunganku.

 

Tuhan, aku juga memohon penyertaan-Mu atas hidupku di dalam mengemban tugas dan tanggung jawabku di sepanjang hari ini. Mampukan diriku agar sanggup mengerjakannya dengan sebaik mungkin sehingga dengan demikian aku tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang Engkau berikan kepadaku. Sebaliknya aku dapat mengerjakannya dengan setia sampai akhirnya. Berkatilah diriku dengan keberhasilan dalam semua yang aku kerjakan, agar supaya orang-orang di sekitarku dapat menyaksikan bahwa sungguh Engkau adalah Allah yang hidup dan yang dapat diandalkan. Lindungilah aku dari segala malapetaka dan luputkanlah aku dari segala niat jahat orang lain. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Alllah yang setia, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Ibrani 8

Mazmur 74

2Tawarikh 35

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Kamis, 13 September 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

6 Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. 7 Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! 8 Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! 9 Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. (Mazmur 47:6-9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

16 Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari. 17 Engkaulah yang menetapkan segala batas bumi, musim kemarau dan musim hujan Engkaulah yang membuat-Nya. (Mazmur 74:16, 17)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, khalik langit dan bumi, Engkaulah Sang Penguasa alam semesta yang layak untuk disembah dan dipuji. Karena Engkaulah yang menetapkan semua musim dalam kehidupan, dan mengaturnya dengan indah demi kebaikan seluruh ciptaan-Mu. Dengan kuasa dan hikmat-Mu yang tidak terbatas Engkau menetapkan batas-batas waktu yang tidak dapat diubah oleh manusia. Bahkan Engkau berkuasa merendahkan satu bangsa dan meninggikan yang lain agar seluruh rencana-Mu tergenapi dengan sempurna. Dengan demikian semua orang akan mengaku bahwa sungguh Engkaulah pribadi yang berdaulat untuk selama-lamanya.

 

Di tengah hari ini aku datang beribadah kepada-Mu, memanjatkan doa dan ucapan syukurku dengan segenap hati. Tuhan, aku memohon pertolongan-Mu agar diriku dapat mengerjakan tugas dan tanggung jawabku sebagaimana seharusnya. Tolonglah aku dengan hikmat-Mu yang memampukan diriku untuk mengambil keputusan-keputusan yang benar, sehingga aku terluput dari kesalahan yang tidak perlu terjadi. Anugerahi diriku dengan kemampuan untuk dapat menghasilkan karya yang maksimal dan berdampak positif bagi sesamaku. Supaya dengan demikian hidupku menjadi saluran berkat-Mu bagi orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sang Penguasa alam semesta, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Kamis, 13 September 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

TUHANlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah. (Mazmur 118:27)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

22 Tetapi Yosia tidak berpaling dari padanya, melainkan menyamar untuk berperang melawan dia. Ia tidak mengindahkan kata-kata Nekho, yang merupakan pesan Allah, lalu berperang di lembah Megido. 23 Maka pemanah-pemanah menembaki raja Yosia, dan raja berseru kepada orang-orangnya: "Bawa aku dari sini, karena aku luka parah!" 24 Orang-orangnya mengangkatnya dari keretanya, lalu mengangkutnya dengan kereta cadangannya lalu membawanya ke Yerusalem. Kemudian matilah ia, lalu dikuburkan di pekuburan nenek moyangnya. Seluruh Yehuda dan Yerusalem berkabung karena Yosia. (2Tawarikh 35:22-24)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bukan hanya bagaimana kita menempuh hidup ini saja yang penting, adalah tidak kalah pentingnya yaitu bagaimana kita mengakhirinya. Mengawali suatu perjalanan dengan tepat, seperti menyediakan bekal yang cukup, adalah penting. Demikian juga menempuh perjalanan dengan benar, seperti menaati rambu-rambu lalu lintas adalah sangat perlu. Sebab apabila tidak demikian maka kita akan kehabisan bekal atau tersesat di dalam perjalanan. Namun tidak kalah pentingnya adalah mengakhiri perjalanan itu dengan baik, yaitu sampai kita mencapai tujuan sebagaimana seharusnya. Sebab bila tidak demikian maka tentu perjalanan itu merupakan suatu perjalanan yang sia-sia.

 

Menempuh kehidupan dengan benar namun tidak mengakhirinya dengan baik itulah yang dilakukan oleh Yosia, raja Yehuda, seperti yang ditulis dalam 2Tawarikh 35. Banyak hal yang benar yang telah ia lakukan di masa pemerintahannya sehingga mendatangkan kesejahteraan bagi bangsa Yehuda. Namun sayang, ketika Nekho, raja Mesir, maju untuk memerangi raja Asyur maka Yosia berupaya mencegatnya tanpa menimbang apakah yang ia lakukan sesuai kehendak Allah. Walaupun Nekho sudah memperingatkannya namun Yosia tidak mengindahkan hal itu sehingga sebagai akibat ia tewas dalam pertempuran. Ia telah menjalankan pemerintahannya dengan benar, namun sayang ia mengakhirinya dengan tidak baik sehingga mengalami hal yang tragis di akhir hidupnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang seharusnya Anda lakukan agar dapat menyelesaikan dengan baik apa yang telah Anda tempuh dengan benar? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku percaya Engkau tidak pernah tanggung-tanggung di dalam bekerja. Semua yang Engkau mulai pasti akan Engkau selesaikan dengan sempurna. Engkau yang telah memulai perkara yang baik di dalam hidupku, Engkau pula yang akan menuntaskannya sampai sempurna pada waktunya. Oleh sebab itu aku dapat memandang hari esokku tanpa ragu karena aku tahu bahwa hidupku berada di dalam tangan-Mu yang dapat diandalkan itu. Aku berdoa, tolonglah diriku agar juga dapat meniru teladan-Mu, yaitu menyelesaikan dengan baik semua yang telah aku mulai dengan benar. Sehingga dengan demikian aku hidup dalam kehidupan yang penuh makna dan memuliakan nama-Mu.

 

Tuhan, aku menyerahkan diriku dan semua yang telah aku kerjakan di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Sempurnakanlah semuanya itu dengan keberhasilan supaya hidupku serta semua yang telah aku kerjakan pada hari ini tidaklah sia-sia namun memuliakan nama-Mu. Jauhkanlah dari diriku hati yang sombong dan bebal karena beranggapan bahwa semua yang aku capai adalah karena upayaku semata-mata. Oleh karena itu tolonglah diriku untuk senantiasa menyadari bahwasanya hidupku ini adalah karena anugerah-Mu. Berikan kepadaku hati yang peka terhadap tuntunan-Mu dan yang taat kepada firman-Mu. Ya Tuhan, terjadilah kehendak-Mu di dalam hidupku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Gembala hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Kamis, 13 September 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. 2 Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah. (Mazmur 90:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

8 Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: "Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah firman Tuhan, "Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda, 9 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka," demikian firman Tuhan. 10 "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. (Ibrani 8:8-10)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Allah adalah pribadi yang mahasetia, itu sebabnya ketidaksetiaan umat-Nya tidak akan dapat mengubah kesetiaan-Nya kepada mereka. Apabila manusia acapkali mengingkari janji namun tidak demikian halnya dengan Allah. Kalau kesetiaan manusia pada umumnya bersifat timbal balik, yaitu ia hanya akan bersikap setia kepada orang yang setia, dan tidak setia kepada orang yang tidak setia, maka kesetiaan Tuhan bersifat tidak bersyarat. Dia adalah pribadi yang mahasetia, sehingga Ia tetap bersikap setia terhadap apa yang dijanjikan tanpa tergantung atau terpengaruh oleh sikap dari manusia kepada diri-Nya.

 

Kemahasetiaan Allah yang tidak bersyarat ini Ia kemukakan di dalam surat Ibrani 8. Di situ dikisahkan kembali tentang ketidaksetiaan umat Israel terhadap perjanjian yang Ia buat dengan mereka di gunung Sinai, yaitu dalam perjalanan umat-Nya dari Mesir menuju ke Kanaan. Setibanya di negeri Kanaan mereka mengkhianati Tuhan dengan menyembah berbagai berhala. Namun Allah di dalam kesetiaan-Nya tetap bersedia menerima mereka kembali menjadi umat-Nya dan mengadakan perjanjian yang baru dengan mereka. Tindakan Allah ini menunjukkan bahwa Ia adalah pribadi yang mahasetia, sehingga kesetiaan-Nya tidak tergantung kepada apapun juga.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Karena Allah adalah pribadi yang mahasetia, bolehkah kita mempermainkan kesetiaan-Nya? Mengapa begitu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, mengawali hari yang baru ini aku mengucap syukur karena kasih setia-Mu tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Engkau setia terhadap janji-Mu sehingga aku dapat berharap kepada-Mu dalam segala keadaan. Di dalam kesetiaan-Mu aku memandang hari esok dengan penuh pengharapan karena Engkau sanggup menepati apa yang Engkau janjikan kepada umat-Mu. Ampunilah diriku yang acapkali meremehkan kesetiaan-Mu dengan berlaku tidak setia kepada perintah-perintah-Mu. Ya Tuhan, tolonglah diriku agar dapat meneladani dan mensyukuri kesetiaan-Mu dengan hidup dalam kesetiaan kepada-Mu. Sebab hanya dengan demikian aku dapat menjadi saksi-Mu yang setia bagi lingkunganku.

 

Tuhan, aku juga memohon penyertaan-Mu atas hidupku di dalam mengemban tugas dan tanggung jawabku di sepanjang hari ini. Mampukan diriku agar sanggup mengerjakannya dengan sebaik mungkin sehingga dengan demikian aku tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang Engkau berikan kepadaku. Sebaliknya aku dapat mengerjakannya dengan setia sampai akhirnya. Berkatilah diriku dengan keberhasilan dalam semua yang aku kerjakan, agar supaya orang-orang di sekitarku dapat menyaksikan bahwa sungguh Engkau adalah Allah yang hidup dan yang dapat diandalkan. Lindungilah aku dari segala malapetaka dan luputkanlah aku dari segala niat jahat orang lain. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Alllah yang setia, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Ibrani 8

Mazmur 74

2Tawarikh 35

 

Kamis, 13 September 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

6 Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. 7 Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! 8 Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! 9 Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. (Mazmur 47:6-9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

16 Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari. 17 Engkaulah yang menetapkan segala batas bumi, musim kemarau dan musim hujan Engkaulah yang membuat-Nya. (Mazmur 74:16, 17)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, khalik langit dan bumi, Engkaulah Sang Penguasa alam semesta yang layak untuk disembah dan dipuji. Karena Engkaulah yang menetapkan semua musim dalam kehidupan, dan mengaturnya dengan indah demi kebaikan seluruh ciptaan-Mu. Dengan kuasa dan hikmat-Mu yang tidak terbatas Engkau menetapkan batas-batas waktu yang tidak dapat diubah oleh manusia. Bahkan Engkau berkuasa merendahkan satu bangsa dan meninggikan yang lain agar seluruh rencana-Mu tergenapi dengan sempurna. Dengan demikian semua orang akan mengaku bahwa sungguh Engkaulah pribadi yang berdaulat untuk selama-lamanya.

 

Di tengah hari ini aku datang beribadah kepada-Mu, memanjatkan doa dan ucapan syukurku dengan segenap hati. Tuhan, aku memohon pertolongan-Mu agar diriku dapat mengerjakan tugas dan tanggung jawabku sebagaimana seharusnya. Tolonglah aku dengan hikmat-Mu yang memampukan diriku untuk mengambil keputusan-keputusan yang benar, sehingga aku terluput dari kesalahan yang tidak perlu terjadi. Anugerahi diriku dengan kemampuan untuk dapat menghasilkan karya yang maksimal dan berdampak positif bagi sesamaku. Supaya dengan demikian hidupku menjadi saluran berkat-Mu bagi orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sang Penguasa alam semesta, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Kamis, 13 September 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

TUHANlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah. (Mazmur 118:27)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

22 Tetapi Yosia tidak berpaling dari padanya, melainkan menyamar untuk berperang melawan dia. Ia tidak mengindahkan kata-kata Nekho, yang merupakan pesan Allah, lalu berperang di lembah Megido. 23 Maka pemanah-pemanah menembaki raja Yosia, dan raja berseru kepada orang-orangnya: "Bawa aku dari sini, karena aku luka parah!" 24 Orang-orangnya mengangkatnya dari keretanya, lalu mengangkutnya dengan kereta cadangannya lalu membawanya ke Yerusalem. Kemudian matilah ia, lalu dikuburkan di pekuburan nenek moyangnya. Seluruh Yehuda dan Yerusalem berkabung karena Yosia. (2Tawarikh 35:22-24)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bukan hanya bagaimana kita menempuh hidup ini saja yang penting, adalah tidak kalah pentingnya yaitu bagaimana kita mengakhirinya. Mengawali suatu perjalanan dengan tepat, seperti menyediakan bekal yang cukup, adalah penting. Demikian juga menempuh perjalanan dengan benar, seperti menaati rambu-rambu lalu lintas adalah sangat perlu. Sebab apabila tidak demikian maka kita akan kehabisan bekal atau tersesat di dalam perjalanan. Namun tidak kalah pentingnya adalah mengakhiri perjalanan itu dengan baik, yaitu sampai kita mencapai tujuan sebagaimana seharusnya. Sebab bila tidak demikian maka tentu perjalanan itu merupakan suatu perjalanan yang sia-sia.

 

Menempuh kehidupan dengan benar namun tidak mengakhirinya dengan baik itulah yang dilakukan oleh Yosia, raja Yehuda, seperti yang ditulis dalam 2Tawarikh 35. Banyak hal yang benar yang telah ia lakukan di masa pemerintahannya sehingga mendatangkan kesejahteraan bagi bangsa Yehuda. Namun sayang, ketika Nekho, raja Mesir, maju untuk memerangi raja Asyur maka Yosia berupaya mencegatnya tanpa menimbang apakah yang ia lakukan sesuai kehendak Allah. Walaupun Nekho sudah memperingatkannya namun Yosia tidak mengindahkan hal itu sehingga sebagai akibat ia tewas dalam pertempuran. Ia telah menjalankan pemerintahannya dengan benar, namun sayang ia mengakhirinya dengan tidak baik sehingga mengalami hal yang tragis di akhir hidupnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang seharusnya Anda lakukan agar dapat menyelesaikan dengan baik apa yang telah Anda tempuh dengan benar? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku percaya Engkau tidak pernah tanggung-tanggung di dalam bekerja. Semua yang Engkau mulai pasti akan Engkau selesaikan dengan sempurna. Engkau yang telah memulai perkara yang baik di dalam hidupku, Engkau pula yang akan menuntaskannya sampai sempurna pada waktunya. Oleh sebab itu aku dapat memandang hari esokku tanpa ragu karena aku tahu bahwa hidupku berada di dalam tangan-Mu yang dapat diandalkan itu. Aku berdoa, tolonglah diriku agar juga dapat meniru teladan-Mu, yaitu menyelesaikan dengan baik semua yang telah aku mulai dengan benar. Sehingga dengan demikian aku hidup dalam kehidupan yang penuh makna dan memuliakan nama-Mu.

 

Tuhan, aku menyerahkan diriku dan semua yang telah aku kerjakan di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Sempurnakanlah semuanya itu dengan keberhasilan supaya hidupku serta semua yang telah aku kerjakan pada hari ini tidaklah sia-sia namun memuliakan nama-Mu. Jauhkanlah dari diriku hati yang sombong dan bebal karena beranggapan bahwa semua yang aku capai adalah karena upayaku semata-mata. Oleh karena itu tolonglah diriku untuk senantiasa menyadari bahwasanya hidupku ini adalah karena anugerah-Mu. Berikan kepadaku hati yang peka terhadap tuntunan-Mu dan yang taat kepada firman-Mu. Ya Tuhan, terjadilah kehendak-Mu di dalam hidupku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Gembala hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.