Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Rabu, 12 September 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! 4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku! (Mazmur 43:3, 4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

17 Sebab tentang Dia diberi kesaksian: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek." 18 Memang suatu hukum yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, kalau hukum itu tidak mempunyai kekuatan dan karena itu tidak berguna, 19 sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan, tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah. (Ibrani 7:17-19)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bukan ketaatan terhadap peraturan-peraturan agama, namun anugerah Kristuslah yang akan membawa kita dekat kepada Allah. Adalah kecenderungan manusia untuk bergantung kepada upaya dirinya sendiri dan mengabaikan pentingnya hidup bergantung kepada Tuhan. Bahkan untuk hidup dekat kepada Allah pun tak jarang orang beranggapan bahwa hal tersebut dapat ia capai melalui upaya dirinya, yaitu dengan mematuhi peraturan-peraturan agama. Padahal justru sikap bergantung kepada upaya diri sendiri dan mengabaikan pentingnya untuk bergantung kepada Tuhan itulah yang membawa yang bersangkutan semakin jauh dari Tuhan. Yang benar adalah hidup berserah kepada anugerah Kristuslah yang akan membawa kita dekat kepada Allah.

 

Bahwasanya bukan ketaatan kepada peraturan agama yang membawa kita mendekat kepada Allah itulah yang dikemukakan di dalam Ibrani 7. Di situ diperbandingkan antara pelayanan para imam agama Yahudi yang menekankan kepada ketaatan terhadap hukum Taurat, dengan pelayanan Kristus sebagai Imam Besar menurut peraturan Melkisedek yang di dalam anugerah telah mengorbankan diri-Nya sendiri. Apabila ketaatan terhadap hukum Taurat sama sekali tidak membawa orang kepada kesempurnaan, maka anugerah Allah di dalam pengorbanan Kristus akan mendekatkan kita kepada Allah. Singkat kata, bukan upaya kitalah yang akan membawa kita mendekat dan diperdamaikan dengan Allah, namun penyerahan diri kita kepada anugerah Allah di dalam Yesus Kristus.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut Anda mengapa manusia cenderung untuk bergantung kepada upaya dirinya sendiri dan mengabaikan pentingnya hidup bergantung kepada Tuhan? Bagaimana dengan diri Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa, aku menaikkan syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mengutus Putra-Mu, Yesus Kristus, datang ke dunia untuk mengorbankan diri-Nya di kayu salib demi menebus diriku dari dosa-dosaku. Hanya karena anugerah-Mu itulah aku dapat diperdamaikan dengan diri-Mu dan dibebaskan dari kebinasaan. Semua perbuatan dan upayaku sama sekali tidak akan mampu menyelamatkan diriku. Justru keangkuhanku dengan beranggapan bahwa aku dapat menyelamatkan diriku sendiri itulah yang akan semakin menjerumuskan diriku ke dalam dosa. Karena dengan demikian aku beranggapan bahwa aku tidak perlu bergantung kepada diri-Mu. Tuhan, ampunilah diriku atas kesombongan diriku itu.

 

Tuhan, aku juga memohon agar Roh Kudus-Mu membimbing diriku di sepanjang hari ini. Tolonglah aku dalam melakukan tugas dan kewajibanku agar aku dapat mengerjakan dengan penuh tanggung jawab, serta berkatilah semuanya itu dengan keberhasilan. Aku juga memohon agar melalui semua aktivitasku hari ini orang-orang di sekitarku dapat merasakan kasih dan kebenaran-Mu. Supaya dengan demikian mereka akan membuka hati kepada anugerah-Mu dan datang di dalam iman kepada-Mu. Terima kasih Tuhan karena Engkau bersedia mendengarkan doa-doaku. Aku memanjatkan doaku ini di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sang Imam Besar yang sejati, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Ibrani 7

Mazmur 73

Nahum 1-3

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Rabu, 12 September 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Marilah kita bersorak-sorai untuk Tuhan, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. 2 Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. (Mazmur 95:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya. (Mazmur 73:28)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, siang ini aku meneduhkan hatiku di dalam doa, serta datang mendekat kepada takhta anugerah-Mu. Jamahlah hatiku dengan Roh-Mu, penuhilah hatiku dengan hadirat-Mu yang membawa sukacita dan damai sejahtera. Aku menaruhkan seluruh hidupku di dalam tangan-Mu, karena Engkaulah tempat perlindungan yang kokoh dan dapat diandalkan. Engkau melindungi diriku dari semua tipu daya Iblis yang bermaksud untuk mencelakan diriku, serta Engkau menjaga langkah kakiku dari jalan yang serong dan membinasakan. Tuhan, hanya dekat Engkau sajalah hatiku tenang.

 

Aku berdoa, agar Engkau memberikan kepadaku hikmat-Mu supaya aku mampu mengerjakan semua tugasku dengan sebaik-baiknya. Roh Kudus, tolonglah diriku agar aku dapat hidup dalam sikap dan perilaku yang sesuai dengan kebenaran-Mu. Sebab hanya dengan demikian hidupku barulah akan memuliakan nama-Mu dan dapat menjadi saksi bagi orang-orang yang ada di sekitarku. Sehingga aku akan mampu menceritakan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib yang telah aku alami bukan hanya secara lisan saja, namun juga melalui tindak tandukku. Di dalam nama-Mu, ya Tuhan Yesus aku mengangkat doaku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Rabu, 12 September 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

54 Ketetapan-ketetapan-Mu adalah nyanyian mazmur bagiku di rumah yang kudiami sebagai orang asing. 55 Pada waktu malam aku ingat kepada nama-Mu, ya TUHAN; aku hendak berpegang pada Taurat-Mu. 56 Inilah yang kuperoleh, bahwa aku memegang titah-titah-Mu. (Mazmur 119:54-56)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

7 TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya 8 dan menyeberangkan mereka pada waktu banjir. Ia menghabisi sama sekali orang-orang yang bangkit melawan Dia, dan musuh-Nya dihalau-Nya ke dalam gelap. 9 Apakah maksudmu menentang TUHAN? Ia akan menghabisi sama sekali; kesengsaraan tidak akan timbul dua kali! (Nahum 1:7-9)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Tiada sikap yang lebih ceroboh melebihi hidup menentang Tuhan, dan tiada sikap yang lebih bijak melampaui hidup merendahkan diri di hadapan-Nya. Tuhan adalah Sang Raja alam semesta yang kuasa dan kebaikan-Nya tidak terbatas. Karena Ia adalah pribadi yang mahakuasa, itu sebabnya menentang Tuhan merupakan sikap yang sangat ceroboh, dan tidak ada yang lebih berbahaya dari sikap tersebut. Di sisi yang lain, karena Dia adalah pribadi yang mahabaik, maka sikap merendahkan diri di hadapan-Nya merupakan tindakan yang sangat bijak, tidak ada tindakan yang berhikmat melampaui sikap tersebut.

 

Kecerobohan dari sikap menentang Tuhan dan kebijaksanaan dari sikap merendahkan diri ini dikemukakan di dalam Nahum 1. Di situ melalui nabi Nahum Tuhan mengingatkan umat-Nya, bangsa Yehuda, tentang apa yang akan dialami oleh bangsa Asyur. Ia berkata orang yang merendahkan diri dengan berlindung kepada-Nya akan mengalami kebaikan-Nya. Ia akan melindungi mereka dari marabahaya. Sedangkan bila orang menentang diri-Nya, seperti yang dilakukan oleh bangsa Asyur, dengan Niniwe sebagai ibukota mereka, maka Ia akan menghabisi mereka sama sekali. Sehebat apapun kekuatan Asyur sesungguhnya Allah lebih berkuasa daripada mereka. Itu sebabnya sikap menentang Tuhan merupakan kecerobohan, sedangkan merendahkan diri di hadapan-Nya merupakan sikap yang berhikmat.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana dengan diri Anda, apakah Anda menentang atau merendahkan diri di hadapan Tuhan? Apakah bukti dari jawaban Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Allah Bapa yang mahakuasa, Engkaulah Raja alam semesta dan Penguasa dari semua yang ada. Kembali aku datang merendahkan diri di hadapan-Mu dengan menyadari betapa besar anugerah-Mu bagi diriku. Sebab sesungguhnya hanya karena kemurahan-Mu aku dapat datang menghampiri takhta-Mu yang kudus dan mulia. Aku memohon pengampunan-Mu apabila di dalam hidupku tak jarang aku menentang kehendak-Mu dan memilih untuk hidup menurut jalan-jalanku sendiri. Tolonglah diriku agar hidup dengan hikmat karena hatiku dipenuhi dengan rasa hormat serta takut kepada-Mu.

 

Bapa yang mahabaik, aku bersyukur karena Engkau telah menolong diriku di setiap kesulitan dan kesusahan yang aku hadapi. Sungguh besar kemurahan-Mu kepada diriku. Sekarang aku menyerahkan semua yang telah kukerjakan pada hari ini ke dalam tangan anugerah-Mu. Sempurnakanlah semuanya itu dan berkatilah dengan keberhasilan, agar supaya semua orang dapat menyaksikan betapa besar kebaikan-Mu terhadap orang yang berharap dan berlindung kepada-Mu. Ya Tuhan, aku mempercayakan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Aku yakin Engkau yang telah memulai hal yang baik di dalam hidupku akan menyempurnakan karya-Mu itu sampai kepada akhirnya. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Raja alam semesta, aku bersyukur dan berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Rabu, 12 September 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! 4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku! (Mazmur 43:3, 4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

17 Sebab tentang Dia diberi kesaksian: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek." 18 Memang suatu hukum yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, kalau hukum itu tidak mempunyai kekuatan dan karena itu tidak berguna, 19 sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan, tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah. (Ibrani 7:17-19)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bukan ketaatan terhadap peraturan-peraturan agama, namun anugerah Kristuslah yang akan membawa kita dekat kepada Allah. Adalah kecenderungan manusia untuk bergantung kepada upaya dirinya sendiri dan mengabaikan pentingnya hidup bergantung kepada Tuhan. Bahkan untuk hidup dekat kepada Allah pun tak jarang orang beranggapan bahwa hal tersebut dapat ia capai melalui upaya dirinya, yaitu dengan mematuhi peraturan-peraturan agama. Padahal justru sikap bergantung kepada upaya diri sendiri dan mengabaikan pentingnya untuk bergantung kepada Tuhan itulah yang membawa yang bersangkutan semakin jauh dari Tuhan. Yang benar adalah hidup berserah kepada anugerah Kristuslah yang akan membawa kita dekat kepada Allah.

 

Bahwasanya bukan ketaatan kepada peraturan agama yang membawa kita mendekat kepada Allah itulah yang dikemukakan di dalam Ibrani 7. Di situ diperbandingkan antara pelayanan para imam agama Yahudi yang menekankan kepada ketaatan terhadap hukum Taurat, dengan pelayanan Kristus sebagai Imam Besar menurut peraturan Melkisedek yang di dalam anugerah telah mengorbankan diri-Nya sendiri. Apabila ketaatan terhadap hukum Taurat sama sekali tidak membawa orang kepada kesempurnaan, maka anugerah Allah di dalam pengorbanan Kristus akan mendekatkan kita kepada Allah. Singkat kata, bukan upaya kitalah yang akan membawa kita mendekat dan diperdamaikan dengan Allah, namun penyerahan diri kita kepada anugerah Allah di dalam Yesus Kristus.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut Anda mengapa manusia cenderung untuk bergantung kepada upaya dirinya sendiri dan mengabaikan pentingnya hidup bergantung kepada Tuhan? Bagaimana dengan diri Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa, aku menaikkan syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mengutus Putra-Mu, Yesus Kristus, datang ke dunia untuk mengorbankan diri-Nya di kayu salib demi menebus diriku dari dosa-dosaku. Hanya karena anugerah-Mu itulah aku dapat diperdamaikan dengan diri-Mu dan dibebaskan dari kebinasaan. Semua perbuatan dan upayaku sama sekali tidak akan mampu menyelamatkan diriku. Justru keangkuhanku dengan beranggapan bahwa aku dapat menyelamatkan diriku sendiri itulah yang akan semakin menjerumuskan diriku ke dalam dosa. Karena dengan demikian aku beranggapan bahwa aku tidak perlu bergantung kepada diri-Mu. Tuhan, ampunilah diriku atas kesombongan diriku itu.

 

Tuhan, aku juga memohon agar Roh Kudus-Mu membimbing diriku di sepanjang hari ini. Tolonglah aku dalam melakukan tugas dan kewajibanku agar aku dapat mengerjakan dengan penuh tanggung jawab, serta berkatilah semuanya itu dengan keberhasilan. Aku juga memohon agar melalui semua aktivitasku hari ini orang-orang di sekitarku dapat merasakan kasih dan kebenaran-Mu. Supaya dengan demikian mereka akan membuka hati kepada anugerah-Mu dan datang di dalam iman kepada-Mu. Terima kasih Tuhan karena Engkau bersedia mendengarkan doa-doaku. Aku memanjatkan doaku ini di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sang Imam Besar yang sejati, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Ibrani 7

Mazmur 73

Nahum 1-3

 

Rabu, 12 September 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Marilah kita bersorak-sorai untuk Tuhan, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. 2 Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. (Mazmur 95:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya. (Mazmur 73:28)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, siang ini aku meneduhkan hatiku di dalam doa, serta datang mendekat kepada takhta anugerah-Mu. Jamahlah hatiku dengan Roh-Mu, penuhilah hatiku dengan hadirat-Mu yang membawa sukacita dan damai sejahtera. Aku menaruhkan seluruh hidupku di dalam tangan-Mu, karena Engkaulah tempat perlindungan yang kokoh dan dapat diandalkan. Engkau melindungi diriku dari semua tipu daya Iblis yang bermaksud untuk mencelakan diriku, serta Engkau menjaga langkah kakiku dari jalan yang serong dan membinasakan. Tuhan, hanya dekat Engkau sajalah hatiku tenang.

 

Aku berdoa, agar Engkau memberikan kepadaku hikmat-Mu supaya aku mampu mengerjakan semua tugasku dengan sebaik-baiknya. Roh Kudus, tolonglah diriku agar aku dapat hidup dalam sikap dan perilaku yang sesuai dengan kebenaran-Mu. Sebab hanya dengan demikian hidupku barulah akan memuliakan nama-Mu dan dapat menjadi saksi bagi orang-orang yang ada di sekitarku. Sehingga aku akan mampu menceritakan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib yang telah aku alami bukan hanya secara lisan saja, namun juga melalui tindak tandukku. Di dalam nama-Mu, ya Tuhan Yesus aku mengangkat doaku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Rabu, 12 September 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

54 Ketetapan-ketetapan-Mu adalah nyanyian mazmur bagiku di rumah yang kudiami sebagai orang asing. 55 Pada waktu malam aku ingat kepada nama-Mu, ya TUHAN; aku hendak berpegang pada Taurat-Mu. 56 Inilah yang kuperoleh, bahwa aku memegang titah-titah-Mu. (Mazmur 119:54-56)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

7 TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya 8 dan menyeberangkan mereka pada waktu banjir. Ia menghabisi sama sekali orang-orang yang bangkit melawan Dia, dan musuh-Nya dihalau-Nya ke dalam gelap. 9 Apakah maksudmu menentang TUHAN? Ia akan menghabisi sama sekali; kesengsaraan tidak akan timbul dua kali! (Nahum 1:7-9)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Tiada sikap yang lebih ceroboh melebihi hidup menentang Tuhan, dan tiada sikap yang lebih bijak melampaui hidup merendahkan diri di hadapan-Nya. Tuhan adalah Sang Raja alam semesta yang kuasa dan kebaikan-Nya tidak terbatas. Karena Ia adalah pribadi yang mahakuasa, itu sebabnya menentang Tuhan merupakan sikap yang sangat ceroboh, dan tidak ada yang lebih berbahaya dari sikap tersebut. Di sisi yang lain, karena Dia adalah pribadi yang mahabaik, maka sikap merendahkan diri di hadapan-Nya merupakan tindakan yang sangat bijak, tidak ada tindakan yang berhikmat melampaui sikap tersebut.

 

Kecerobohan dari sikap menentang Tuhan dan kebijaksanaan dari sikap merendahkan diri ini dikemukakan di dalam Nahum 1. Di situ melalui nabi Nahum Tuhan mengingatkan umat-Nya, bangsa Yehuda, tentang apa yang akan dialami oleh bangsa Asyur. Ia berkata orang yang merendahkan diri dengan berlindung kepada-Nya akan mengalami kebaikan-Nya. Ia akan melindungi mereka dari marabahaya. Sedangkan bila orang menentang diri-Nya, seperti yang dilakukan oleh bangsa Asyur, dengan Niniwe sebagai ibukota mereka, maka Ia akan menghabisi mereka sama sekali. Sehebat apapun kekuatan Asyur sesungguhnya Allah lebih berkuasa daripada mereka. Itu sebabnya sikap menentang Tuhan merupakan kecerobohan, sedangkan merendahkan diri di hadapan-Nya merupakan sikap yang berhikmat.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana dengan diri Anda, apakah Anda menentang atau merendahkan diri di hadapan Tuhan? Apakah bukti dari jawaban Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Allah Bapa yang mahakuasa, Engkaulah Raja alam semesta dan Penguasa dari semua yang ada. Kembali aku datang merendahkan diri di hadapan-Mu dengan menyadari betapa besar anugerah-Mu bagi diriku. Sebab sesungguhnya hanya karena kemurahan-Mu aku dapat datang menghampiri takhta-Mu yang kudus dan mulia. Aku memohon pengampunan-Mu apabila di dalam hidupku tak jarang aku menentang kehendak-Mu dan memilih untuk hidup menurut jalan-jalanku sendiri. Tolonglah diriku agar hidup dengan hikmat karena hatiku dipenuhi dengan rasa hormat serta takut kepada-Mu.

 

Bapa yang mahabaik, aku bersyukur karena Engkau telah menolong diriku di setiap kesulitan dan kesusahan yang aku hadapi. Sungguh besar kemurahan-Mu kepada diriku. Sekarang aku menyerahkan semua yang telah kukerjakan pada hari ini ke dalam tangan anugerah-Mu. Sempurnakanlah semuanya itu dan berkatilah dengan keberhasilan, agar supaya semua orang dapat menyaksikan betapa besar kebaikan-Mu terhadap orang yang berharap dan berlindung kepada-Mu. Ya Tuhan, aku mempercayakan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Aku yakin Engkau yang telah memulai hal yang baik di dalam hidupku akan menyempurnakan karya-Mu itu sampai kepada akhirnya. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Raja alam semesta, aku bersyukur dan berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.