Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Kamis, 12 Juli 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu! (Mazmur 40:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." (Matius 11:28-30)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Di dalam ketaatan kepada Tuhan terdapat kemerdekaan yang sejati. Acapkali orang berpikir bahwa bila ia menaati kehendak Tuhan maka hidupnya tidak akan lagi bebas sebab dirinya tidak boleh berbuat ini dan itu. Ini merupakan pandangan yang keliru. Karena pemberontakan terhadap kehendak Tuhan justru mengakibatkan orang terbelenggu oleh keinginannya sendiri dan jiwanya tertindih oleh beban karena pemberontakannya kepada Tuhan tersebut. Sedangkan apabila orang menaklukkan diri dalam ketaatan kepada kehendak Tuhan maka ia akan dibebaskan dari beban dosa yang seharusnya tidak perlu ia tanggung.

 

Paradoks tentang ketaatan yang membawa kemerdekaan ini dikemukakan oleh Tuhan Yesus di dalam Matius 11. Ia memanggil mereka yang letih lesu dan berbeban berat, yaitu karena hidup di luar kehendak Tuhan, untuk datang kepada-Nya. Ia berjanji bila mereka bersedia memikul kuk yang Ia pasang serta belajar kepada-Nya maka jiwa mereka akan mendapat ketenangan. Dengan kata lain, apabila mereka bersedia menaati kehendak-Nya serta meneladani kelemahlembutan dan kerendahan hati-Nya maka mereka akan dibebaskan dari beban yang menindih jiwanya sehingga dengan demikian mereka mengalami kemerdekaan yang sejati.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Masih adakah kehendak Tuhan yang dengan sengaja tidak Anda taati? Apakah yang perlu Anda lakukan sekarang?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tolonglah aku agar senantiasa hidup menaati firman-Mu. Karena di dalam penyerahan diri kepada kehendak-Mu aku akan hidup di dalam kemerdekaan yang sejati, yaitu merdeka dari belenggu keinginanku sendiri, bebas dari beban dosa yang menindih hatiku. Tuhan, ampunilah semua ketidaktaatan terhadap firman-Mu yang masih ada di dalam hidupku. Aku sungguh bersyukur karena di dalam anugerah-Mu yang mulia Engkau telah memanggil hidupku untuk mengalami kemerdekaan dari kuasa dosa dan belajar dari pada-Mu untuk diubah menjadi semakin serupa dengan diri-Mu.

 

Aku menyerahkan juga hidupku di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Tuntunlah aku untuk hidup di jalan-jalan-Mu dan sertailah diriku di setiap langkah hidupku. Oleh terang-Mu yang menerangi hidupku jadikanlah aku terang bagi lingkungan di sekitarku. Sehingga dengan demikian aku dapat membawa mereka yang masih hidup di dalam kegelapan untuk datang kepada terang anugerah-Mu. Tuhan, jadikanlah semua yang aku kerjakan hari ini berhasil, menjadi berkat bagi sesamaku dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Sang Terang yang menerangi hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 11

Mazmur 11

Yoel 1-3

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Kamis, 12 Juli 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; (Mazmur 139:23)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia. 5 TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. 7 Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya. (Mazmur 11:4, 5, 7)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, mata-Mu menguji batinku. Ampunilah segala dosa dan kejahatanku, dan kuduskanlah hatiku dengan anugerah-Mu supaya dengan demikian aku dapat hidup berkenan kepada-Mu. Aku menyadari bahwa Engkau adalah pribadi yang adil dan mengasihi keadilan, oleh sebab itu aku memohon belas kasihan-Mu dan pengampunan-Mu apabila aku berlaku tidak adil kepada sesamaku. Tuhan, jagalah hatiku agar senantiasa tulus di hadapan-Mu sebab bila ada niat jahat di dalam hatiku Engkau tidak akan mendengar doaku.

 

Tuhan, aku merendahkan hatiku dan memohon penyertaan-Mu di dalam hidupku. Sebab tanpa tuntunan-Mu aku akan tersesat dan tanpa pertolongan-Mu aku tak sanggup mengatasi setiap rintangan di dalam hidupku. Sebaliknya, apabila aku berjalan bersama dengan diri-Mu maka aku akan sanggup melakukan perkara-perkara yang jauh lebih besar dan yang melampaui keterbatasan diriku. Tolonglah diriku di dalam semua tugas dan tanggung jawabku dan jadikan aku berkat bagi orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus yang limpah dengan kasih setia aku berharap dan berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Kamis, 12 Juli 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

18 Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. 19 Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku. 20 Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu. (Mazmur 119:18-20)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

12 "Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." 13 Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. 14 Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu. (Yoel 2:12-14)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Pertobatan yang sejati akan membuahkan pemulihan dalam kehidupan kita. Apabila wujud dari pertobatan yang sejati adalah merendahkan hati di dalam penyesalan di hadapan Tuhan dan disertai dengan tindakan berbalik dari kehidupan yang jahat, maka tidak demikian halnya dengan pertobatan yang semu. Pertobatan yang tidak sejati ini hanyalah sekadar ungkapan penyesalan yang tidak sungguh-sungguh bersumber dari dalam lubuk sanubari dan tidak diwujudkan di dalam tindakan, yaitu meninggalkan perbuatan dosa. Oleh karena itu apabila pertobatan yang semu akan diabaikan oleh Tuhan maka pertobatan yang sejati akan ditanggapi-Nya dengan memulihkan kehidupan kita.

 

Panggilan ke dalam pertobatan yang sejati inilah yang dikemukakan Allah di dalam Yoel 2. Melalui nabi Yoel Ia menyampaikan kepada umat-Nya agar mereka berbalik dengan segenap hati kepada Allah, mengoyak hati dan bukan sekadar pakaian, merendahkan hati dengan menangis dan berpuasa. Ia berjanji apabila umat-Nya sungguh-sungguh bertobat maka Ia akan berbalik dari menghukum menjadi memberkati mereka. Sehingga dengan demikian mereka dapat kembali mempersembahkan korban sajian dan korban curahan bagi Tuhan. Artinya dari hidup di dalam hukuman sekarang karena pertobatan yang sejati mereka hidup di dalam berkat-Nya yang berkelimpahan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Adakah pertobatan yang semu yang harus Anda tinggalkan dari dalam hidup Anda? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk meninggalkannya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ajarlah aku untuk senantiasa hidup di dalam pertobatan, yaitu hidup di dalam kerendahan hati di hadapan-Mu. Aku menyadari masih banyak hal di dalam batinku yang tidak berkenan kepada-Mu. Oleh sebab itu kiranya Roh-Mu memeriksa lubuk hatiku dan mengungkapkan kepadaku hal-hal yang masih harus aku bereskan di hadapan-Mu. Aku memohon belas kasihan-Mu ya Tuhan. Ampunilah aku atas semua pemberontakan di dalam diriku kepada firman-Mu. Tuhan yang maha pengasih dan penyayang, luruskanlah hatiku agar hidupku merupakan persembahan yang menyenangkan hati-Mu.

 

Aku berterima kasih untuk tuntunan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Roh Kudus dan firman-Mu telah membimbing aku untuk berjalan di jalan-jalan-Mu yang benar sehingga dengan demikian hidupku dapat menjadi terang di tengah kegelapan, menjadi saksi-Mu yang benar dan memuliakan nama-Mu. Tuhan, tolonglah aku untuk senantiasa hidup menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku dan membawa mereka yang belum mengenal Engkau untuk datang kepada-Mu. Aku menyerahkan semua yang telah aku kerjakan pada hari ini ke dalam tangan-Mu. Sempurnakanlah semua hasil karyaku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Kamis, 12 Juli 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu! (Mazmur 40:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." (Matius 11:28-30)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Di dalam ketaatan kepada Tuhan terdapat kemerdekaan yang sejati. Acapkali orang berpikir bahwa bila ia menaati kehendak Tuhan maka hidupnya tidak akan lagi bebas sebab dirinya tidak boleh berbuat ini dan itu. Ini merupakan pandangan yang keliru. Karena pemberontakan terhadap kehendak Tuhan justru mengakibatkan orang terbelenggu oleh keinginannya sendiri dan jiwanya tertindih oleh beban karena pemberontakannya kepada Tuhan tersebut. Sedangkan apabila orang menaklukkan diri dalam ketaatan kepada kehendak Tuhan maka ia akan dibebaskan dari beban dosa yang seharusnya tidak perlu ia tanggung.

 

Paradoks tentang ketaatan yang membawa kemerdekaan ini dikemukakan oleh Tuhan Yesus di dalam Matius 11. Ia memanggil mereka yang letih lesu dan berbeban berat, yaitu karena hidup di luar kehendak Tuhan, untuk datang kepada-Nya. Ia berjanji bila mereka bersedia memikul kuk yang Ia pasang serta belajar kepada-Nya maka jiwa mereka akan mendapat ketenangan. Dengan kata lain, apabila mereka bersedia menaati kehendak-Nya serta meneladani kelemahlembutan dan kerendahan hati-Nya maka mereka akan dibebaskan dari beban yang menindih jiwanya sehingga dengan demikian mereka mengalami kemerdekaan yang sejati.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Masih adakah kehendak Tuhan yang dengan sengaja tidak Anda taati? Apakah yang perlu Anda lakukan sekarang?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tolonglah aku agar senantiasa hidup menaati firman-Mu. Karena di dalam penyerahan diri kepada kehendak-Mu aku akan hidup di dalam kemerdekaan yang sejati, yaitu merdeka dari belenggu keinginanku sendiri, bebas dari beban dosa yang menindih hatiku. Tuhan, ampunilah semua ketidaktaatan terhadap firman-Mu yang masih ada di dalam hidupku. Aku sungguh bersyukur karena di dalam anugerah-Mu yang mulia Engkau telah memanggil hidupku untuk mengalami kemerdekaan dari kuasa dosa dan belajar dari pada-Mu untuk diubah menjadi semakin serupa dengan diri-Mu.

 

Aku menyerahkan juga hidupku di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Tuntunlah aku untuk hidup di jalan-jalan-Mu dan sertailah diriku di setiap langkah hidupku. Oleh terang-Mu yang menerangi hidupku jadikanlah aku terang bagi lingkungan di sekitarku. Sehingga dengan demikian aku dapat membawa mereka yang masih hidup di dalam kegelapan untuk datang kepada terang anugerah-Mu. Tuhan, jadikanlah semua yang aku kerjakan hari ini berhasil, menjadi berkat bagi sesamaku dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Sang Terang yang menerangi hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 11

Mazmur 11

Yoel 1-3

 

Kamis, 12 Juli 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; (Mazmur 139:23)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia. 5 TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. 7 Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya. (Mazmur 11:4, 5, 7)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, mata-Mu menguji batinku. Ampunilah segala dosa dan kejahatanku, dan kuduskanlah hatiku dengan anugerah-Mu supaya dengan demikian aku dapat hidup berkenan kepada-Mu. Aku menyadari bahwa Engkau adalah pribadi yang adil dan mengasihi keadilan, oleh sebab itu aku memohon belas kasihan-Mu dan pengampunan-Mu apabila aku berlaku tidak adil kepada sesamaku. Tuhan, jagalah hatiku agar senantiasa tulus di hadapan-Mu sebab bila ada niat jahat di dalam hatiku Engkau tidak akan mendengar doaku.

 

Tuhan, aku merendahkan hatiku dan memohon penyertaan-Mu di dalam hidupku. Sebab tanpa tuntunan-Mu aku akan tersesat dan tanpa pertolongan-Mu aku tak sanggup mengatasi setiap rintangan di dalam hidupku. Sebaliknya, apabila aku berjalan bersama dengan diri-Mu maka aku akan sanggup melakukan perkara-perkara yang jauh lebih besar dan yang melampaui keterbatasan diriku. Tolonglah diriku di dalam semua tugas dan tanggung jawabku dan jadikan aku berkat bagi orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus yang limpah dengan kasih setia aku berharap dan berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Kamis, 12 Juli 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

18 Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. 19 Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku. 20 Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu. (Mazmur 119:18-20)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

12 "Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." 13 Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. 14 Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu. (Yoel 2:12-14)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Pertobatan yang sejati akan membuahkan pemulihan dalam kehidupan kita. Apabila wujud dari pertobatan yang sejati adalah merendahkan hati di dalam penyesalan di hadapan Tuhan dan disertai dengan tindakan berbalik dari kehidupan yang jahat, maka tidak demikian halnya dengan pertobatan yang semu. Pertobatan yang tidak sejati ini hanyalah sekadar ungkapan penyesalan yang tidak sungguh-sungguh bersumber dari dalam lubuk sanubari dan tidak diwujudkan di dalam tindakan, yaitu meninggalkan perbuatan dosa. Oleh karena itu apabila pertobatan yang semu akan diabaikan oleh Tuhan maka pertobatan yang sejati akan ditanggapi-Nya dengan memulihkan kehidupan kita.

 

Panggilan ke dalam pertobatan yang sejati inilah yang dikemukakan Allah di dalam Yoel 2. Melalui nabi Yoel Ia menyampaikan kepada umat-Nya agar mereka berbalik dengan segenap hati kepada Allah, mengoyak hati dan bukan sekadar pakaian, merendahkan hati dengan menangis dan berpuasa. Ia berjanji apabila umat-Nya sungguh-sungguh bertobat maka Ia akan berbalik dari menghukum menjadi memberkati mereka. Sehingga dengan demikian mereka dapat kembali mempersembahkan korban sajian dan korban curahan bagi Tuhan. Artinya dari hidup di dalam hukuman sekarang karena pertobatan yang sejati mereka hidup di dalam berkat-Nya yang berkelimpahan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Adakah pertobatan yang semu yang harus Anda tinggalkan dari dalam hidup Anda? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk meninggalkannya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ajarlah aku untuk senantiasa hidup di dalam pertobatan, yaitu hidup di dalam kerendahan hati di hadapan-Mu. Aku menyadari masih banyak hal di dalam batinku yang tidak berkenan kepada-Mu. Oleh sebab itu kiranya Roh-Mu memeriksa lubuk hatiku dan mengungkapkan kepadaku hal-hal yang masih harus aku bereskan di hadapan-Mu. Aku memohon belas kasihan-Mu ya Tuhan. Ampunilah aku atas semua pemberontakan di dalam diriku kepada firman-Mu. Tuhan yang maha pengasih dan penyayang, luruskanlah hatiku agar hidupku merupakan persembahan yang menyenangkan hati-Mu.

 

Aku berterima kasih untuk tuntunan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Roh Kudus dan firman-Mu telah membimbing aku untuk berjalan di jalan-jalan-Mu yang benar sehingga dengan demikian hidupku dapat menjadi terang di tengah kegelapan, menjadi saksi-Mu yang benar dan memuliakan nama-Mu. Tuhan, tolonglah aku untuk senantiasa hidup menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku dan membawa mereka yang belum mengenal Engkau untuk datang kepada-Mu. Aku menyerahkan semua yang telah aku kerjakan pada hari ini ke dalam tangan-Mu. Sempurnakanlah semua hasil karyaku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.