Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Rabu, 11 Juli 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

3 TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku. 4 TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur. (Mazmur 30:3, 4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. 30 Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. 31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. (Matius 10:29-31)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila iman selaras dengan kenyataan tentang kebaikan Tuhan, maka kekuatiran bertentangan dengan kenyataan tentang kesetiaan Tuhan. Acapkali walaupun orang berkata bahwa dirinya seorang yang realistis, artinya hidup berdasarkan kenyataan, namun sesungguhnya ia tidak hidup sedemikian. Yang bersangkutan hanya hidup berdasarkan anggapan dirinya sendiri dan mengabaikan kenyataan dari kebaikan Tuhan yang tidak dapat dipungkirinya. Sikap menutup mata terhadap realitas dari kebaikan Tuhan ini mengakibatkan dirinya hidup di dalam kekuatiran, padahal sesungguhnya orang yang berharap kepada kebaikan dan kesetiaan Tuhan tidak akan pernah dikecewakan-Nya.

 

Perlunya untuk hidup dengan membuka mata terhadap kenyataan dari kebaikan Allah ini diajarkan Tuhan Yesus di dalam Matius 10. Ia menyuruh para murid-Nya agar melihat bagaimana Allah dalam kasih dan tanggung jawab-Nya telah memelihara burung pipit yang sederhana dan terbatas. Apabila para pengikut-Nya menanggapi realitas ini sebagaimana seharusnya dan percaya bahwa diri mereka lebih berharga dibandingkan burung pipit maka mereka tidak akan hidup lagi di dalam kekuatiran. Dengan kata lain, iman yang selaras dengan kenyataan tentang kebaikan Tuhan akan memerdekakan orang dari kekuatiran.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Kekuatiran apakah yang Anda alami saat ini? Sikap apa yang perlu Anda bangun untuk mengatasi kekuatiran tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tolonglah aku agar dapat membuka mata terhadap realitas dari kebaikan dan kesetiaan-Mu. Karena sesungguhnya Engkau adalah pribadi yang dapat diandalkan, kasih dan kesetiaan-Mu tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Kalau Engkau bersedia memelihara burung pipit yang sederhana maka aku yakin Engkau tidak akan pernah mengabaikan hidupku. Dengan kasih setia-Mu Engkau pasti akan memegang masa depanku dan menjamin hidupku.

 

Aku bersyukur karena anugerah-Mu sangat besar bagi hidupku. Di dalam kemurahan-Mu yang tidak berkesudahan itu Engkau selalu memelihara hidupku di setiap keadaan. Oleh karena itu aku menyerahkan hidupku di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Tolonglah aku di dalam semua yang aku kerjakan sehingga mencapai hasil yang maksimal, memuliakan nama-Mu dan menjadi berkat bagi sesamaku. Tuntunlah hidupku dengan Roh Kudus-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang memelihara hidupku dengan kasih setia-Nya yang sempurna, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 10

Mazmur 10

2Tawarikh 22

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Rabu, 11 Juli 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, 2 Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, (Mazmur 86:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong. (Mazmur 10:14)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau adalah pribadi yang peduli dan memperhatikan hidup umat-Mu. Engkau mengerti setiap hal yang aku alami dan rasakan. Engkau pula Tuhan yang menilik kesusahan dan kelemahan dalam hidupku. Firman-Mu berkata bahwa Engkau tidak membiarkan diriku menghadapi tantangan dan kesulitan seorang sendiri, namun dengan tangan-Mu Engkau mengangkat semua beban dalam hidupku. Kepada-Mu ya Tuhan aku menyerahkan diri, karena tidak pernah Engkau membiarkan umat-Mu dalam keadaan sebatang kara.

 

Kembali aku menyerahkan diriku ke dalam naungan-Mu. Di dalam perlindungan-Mu aku merasa damai sejahtera sehingga rasa kuatir tidak memperoleh tempat di hatiku. Tolonglah aku agar mampu menyelesaikan tugas-tugas yang harus aku tuntaskan sehingga mencapai hasil yang terbaik dan memuliakan nama-Mu. Pakailah hidupku untuk menjadi saluran berkat-Mu dan membawa dampak yang positif bagi lingkungan di sekitarku. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sang Pemelihara Hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Rabu, 11 Juli 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Aku pun mau menyanyikan syukur bagi-Mu dengan gambus atas kesetiaan-Mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur bagi-Mu dengan kecapi, ya Yang Kudus Israel. (Mazmur 71:22)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja dari kaum Yehuda. 11 Tetapi Yosabat, anak perempuan raja, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur. Demikianlah Yosabat, anak perempuan raja Yoram, isteri imam Yoyada, ia adalah saudara perempuan Ahazia menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga ia tidak dibunuh Atalya. (2Tawarikh 22:10, 11)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kesetiaan dan kuasa Tuhan menjamin bahwa janji dan rencana-Nya tidak akan pernah gagal. Karena Allah adalah pribadi berdaulat dan kuasa-Nya tidak terbatas, oleh karena itu Ia sanggup mengatur jalannya sejarah. Di dalam kemahakuasaan-Nya apa saja yang Ia kehendaki pasti akan terwujud. Itu sebabnya apabila tidak ada rencana Allah yang akan gagal tidak demikian halnya dengan niatan hati manusia untuk menghalangi kehendak Tuhan, apapun yang mereka upayakan untuk menentang kehendak Allah itu pasti akan berujung kepada kegagalan.

 

Kesetiaan dan kuasa Tuhan ini terlihat di dalam 2Tawarikh 22. Di situ Ia membuktikan janji dan rencana-Nya, yaitu bahwa keturunan Daud akan memerintah sebagai raja atas Israel turun-temurun, tidak akan dapat digagalkan oleh manusia. Walaupun ratu Atalya berupaya memunahkan keturunan Daud, yaitu dengan membunuh semua cucunya yang diturunkan oleh Ahazia, putranya sendiri, namun Allah melalui Yosabat menyelamatkan salah seorang anak Ahazia, yaitu Yoas dari pembasmian tersebut. Alhasil, apabila rencana ratu Atalya berakhir dengan kegagalan tidaklah demikian halnya dengan rencana dan janji Tuhan. Apapun yang Ia kehendaki pasti akan terwujud dengan sempurna.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apabila Anda hidup sesuai dengan rencana Tuhan perlukah Anda merasa takut terhadap kegagalan? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tolonglah diriku agar di dalam segala keadaan aku tetap mempercayai firman-Mu. Karena apapun yang Engkau rencanakan tidak akan pernah gagal. Engkau adalah pribadi yang berdaulat, itu sebabnya Engkau sanggup melaksanakan janji-Mu. Oleh sebab itu aku sadar bahwa dengan hidup di dalam rencana-Mu sesungguhnya aku hidup di jalan yang akan berakhir di dalam keberhasilan. Walaupun perjalanan itu tidak mudah, tetapi apapun yang direncanakan manusia untuk menghalanginya akan berakhir dengan kegagalan. Sungguh dengan berjalan bersama dengan Engkau, hatiku merasa damai sejahtera karena aku tahu bahwa diriku sedang berjalan menuju hari depan yang penuh dengan pengharapan.

 

Tuhan, aku menyerahkan semua hal yang telah aku kerjakan di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Aku memohon kiranya Engkau berkenan menyempurnakannya, menjadikannya berhasil dan membawa berkat bagi orang-orang di sekitarku. Hanya dengan demikian aku dapat memuliakan nama-Mu melalui semua yang aku lakukan di dalam hidupku. Tuhan, aku juga menyerahkan hari-hari yang masih ada di hadapanku di sepanjang pekan ini ke dalam tangan kasih setia-Mu. Aku sungguh memerlukan Engkau di dalam setiap sisi hidupku dan aku percaya Engkau tidak akan pernah mengecewakan orang yang berharap kepada-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang penuh dengan anugerah, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Rabu, 11 Juli 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

3 TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku. 4 TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur. (Mazmur 30:3, 4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. 30 Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. 31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. (Matius 10:29-31)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila iman selaras dengan kenyataan tentang kebaikan Tuhan, maka kekuatiran bertentangan dengan kenyataan tentang kesetiaan Tuhan. Acapkali walaupun orang berkata bahwa dirinya seorang yang realistis, artinya hidup berdasarkan kenyataan, namun sesungguhnya ia tidak hidup sedemikian. Yang bersangkutan hanya hidup berdasarkan anggapan dirinya sendiri dan mengabaikan kenyataan dari kebaikan Tuhan yang tidak dapat dipungkirinya. Sikap menutup mata terhadap realitas dari kebaikan Tuhan ini mengakibatkan dirinya hidup di dalam kekuatiran, padahal sesungguhnya orang yang berharap kepada kebaikan dan kesetiaan Tuhan tidak akan pernah dikecewakan-Nya.

 

Perlunya untuk hidup dengan membuka mata terhadap kenyataan dari kebaikan Allah ini diajarkan Tuhan Yesus di dalam Matius 10. Ia menyuruh para murid-Nya agar melihat bagaimana Allah dalam kasih dan tanggung jawab-Nya telah memelihara burung pipit yang sederhana dan terbatas. Apabila para pengikut-Nya menanggapi realitas ini sebagaimana seharusnya dan percaya bahwa diri mereka lebih berharga dibandingkan burung pipit maka mereka tidak akan hidup lagi di dalam kekuatiran. Dengan kata lain, iman yang selaras dengan kenyataan tentang kebaikan Tuhan akan memerdekakan orang dari kekuatiran.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Kekuatiran apakah yang Anda alami saat ini? Sikap apa yang perlu Anda bangun untuk mengatasi kekuatiran tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tolonglah aku agar dapat membuka mata terhadap realitas dari kebaikan dan kesetiaan-Mu. Karena sesungguhnya Engkau adalah pribadi yang dapat diandalkan, kasih dan kesetiaan-Mu tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Kalau Engkau bersedia memelihara burung pipit yang sederhana maka aku yakin Engkau tidak akan pernah mengabaikan hidupku. Dengan kasih setia-Mu Engkau pasti akan memegang masa depanku dan menjamin hidupku.

 

Aku bersyukur karena anugerah-Mu sangat besar bagi hidupku. Di dalam kemurahan-Mu yang tidak berkesudahan itu Engkau selalu memelihara hidupku di setiap keadaan. Oleh karena itu aku menyerahkan hidupku di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Tolonglah aku di dalam semua yang aku kerjakan sehingga mencapai hasil yang maksimal, memuliakan nama-Mu dan menjadi berkat bagi sesamaku. Tuntunlah hidupku dengan Roh Kudus-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang memelihara hidupku dengan kasih setia-Nya yang sempurna, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 10

Mazmur 10

2Tawarikh 22

 

Rabu, 11 Juli 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, 2 Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, (Mazmur 86:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong. (Mazmur 10:14)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau adalah pribadi yang peduli dan memperhatikan hidup umat-Mu. Engkau mengerti setiap hal yang aku alami dan rasakan. Engkau pula Tuhan yang menilik kesusahan dan kelemahan dalam hidupku. Firman-Mu berkata bahwa Engkau tidak membiarkan diriku menghadapi tantangan dan kesulitan seorang sendiri, namun dengan tangan-Mu Engkau mengangkat semua beban dalam hidupku. Kepada-Mu ya Tuhan aku menyerahkan diri, karena tidak pernah Engkau membiarkan umat-Mu dalam keadaan sebatang kara.

 

Kembali aku menyerahkan diriku ke dalam naungan-Mu. Di dalam perlindungan-Mu aku merasa damai sejahtera sehingga rasa kuatir tidak memperoleh tempat di hatiku. Tolonglah aku agar mampu menyelesaikan tugas-tugas yang harus aku tuntaskan sehingga mencapai hasil yang terbaik dan memuliakan nama-Mu. Pakailah hidupku untuk menjadi saluran berkat-Mu dan membawa dampak yang positif bagi lingkungan di sekitarku. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sang Pemelihara Hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Rabu, 11 Juli 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Aku pun mau menyanyikan syukur bagi-Mu dengan gambus atas kesetiaan-Mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur bagi-Mu dengan kecapi, ya Yang Kudus Israel. (Mazmur 71:22)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja dari kaum Yehuda. 11 Tetapi Yosabat, anak perempuan raja, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur. Demikianlah Yosabat, anak perempuan raja Yoram, isteri imam Yoyada, ia adalah saudara perempuan Ahazia menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga ia tidak dibunuh Atalya. (2Tawarikh 22:10, 11)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kesetiaan dan kuasa Tuhan menjamin bahwa janji dan rencana-Nya tidak akan pernah gagal. Karena Allah adalah pribadi berdaulat dan kuasa-Nya tidak terbatas, oleh karena itu Ia sanggup mengatur jalannya sejarah. Di dalam kemahakuasaan-Nya apa saja yang Ia kehendaki pasti akan terwujud. Itu sebabnya apabila tidak ada rencana Allah yang akan gagal tidak demikian halnya dengan niatan hati manusia untuk menghalangi kehendak Tuhan, apapun yang mereka upayakan untuk menentang kehendak Allah itu pasti akan berujung kepada kegagalan.

 

Kesetiaan dan kuasa Tuhan ini terlihat di dalam 2Tawarikh 22. Di situ Ia membuktikan janji dan rencana-Nya, yaitu bahwa keturunan Daud akan memerintah sebagai raja atas Israel turun-temurun, tidak akan dapat digagalkan oleh manusia. Walaupun ratu Atalya berupaya memunahkan keturunan Daud, yaitu dengan membunuh semua cucunya yang diturunkan oleh Ahazia, putranya sendiri, namun Allah melalui Yosabat menyelamatkan salah seorang anak Ahazia, yaitu Yoas dari pembasmian tersebut. Alhasil, apabila rencana ratu Atalya berakhir dengan kegagalan tidaklah demikian halnya dengan rencana dan janji Tuhan. Apapun yang Ia kehendaki pasti akan terwujud dengan sempurna.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apabila Anda hidup sesuai dengan rencana Tuhan perlukah Anda merasa takut terhadap kegagalan? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tolonglah diriku agar di dalam segala keadaan aku tetap mempercayai firman-Mu. Karena apapun yang Engkau rencanakan tidak akan pernah gagal. Engkau adalah pribadi yang berdaulat, itu sebabnya Engkau sanggup melaksanakan janji-Mu. Oleh sebab itu aku sadar bahwa dengan hidup di dalam rencana-Mu sesungguhnya aku hidup di jalan yang akan berakhir di dalam keberhasilan. Walaupun perjalanan itu tidak mudah, tetapi apapun yang direncanakan manusia untuk menghalanginya akan berakhir dengan kegagalan. Sungguh dengan berjalan bersama dengan Engkau, hatiku merasa damai sejahtera karena aku tahu bahwa diriku sedang berjalan menuju hari depan yang penuh dengan pengharapan.

 

Tuhan, aku menyerahkan semua hal yang telah aku kerjakan di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Aku memohon kiranya Engkau berkenan menyempurnakannya, menjadikannya berhasil dan membawa berkat bagi orang-orang di sekitarku. Hanya dengan demikian aku dapat memuliakan nama-Mu melalui semua yang aku lakukan di dalam hidupku. Tuhan, aku juga menyerahkan hari-hari yang masih ada di hadapanku di sepanjang pekan ini ke dalam tangan kasih setia-Mu. Aku sungguh memerlukan Engkau di dalam setiap sisi hidupku dan aku percaya Engkau tidak akan pernah mengecewakan orang yang berharap kepada-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang penuh dengan anugerah, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.