Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Senin, 9 Juli 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku. (Mazmur 71:3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." 3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. (Matius 8:2, 3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Hidup beriman kepada Tuhan adalah percaya bahwa bukan saja Ia mau tetapi Tuhan juga mampu untuk menolong kita. Ketika sedang menghadapi kesukaran tidak jarang orang mempertanyakan kedua sifat dari Tuhan ini. Adakalanya mereka berpikir bahwa Tuhan adalah pribadi yang tidak berdaya sehingga kalaupun Ia mau tetapi Ia tidak mampu untuk menolong manusia. Kemungkinan yang lain, Tuhan adalah pribadi yang kejam, sehingga walaupun Ia mampu namun Ia tidak mau untuk melepaskan manusia dari kesulitan mereka. Semua pandangan itu adalah keliru. Yang benar adalah bukan saja Tuhan mampu tetapi Ia juga mau untuk menolong kita.

 

Kemampuan dan kemauan Tuhan inilah yang diutarakan oleh seorang yang sakit kusta kepada Yesus dan dicatat di dalam Matius 8. Kepada Yesus ia berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Dengan kata lain, yang bersangkutan tidak meragukan kemampuan Tuhan dan yang ia mohonkan adalah kemauan Tuhan untuk menolong dirinya. Iman yang dimilikinya ini tidaklah sia-sia. Sebab Tuhan menanggapinya dengan menunjukkan kemampuan dan kemauan-Nya untuk menahirkan yang bersangkutan. Sebagai akibat, seketika itu juga tahirlah orang tersebut dari kustanya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut Anda, manakah yang lebih sukar, mempercayai kemampuan atau kemauan Tuhan untuk menolong umat-Nya? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku memuji-Mu karena Engkau adalah pribadi yang penuh dengan kasih sehingga Engkau bersedia menolong manusia di dalam penderitaan mereka. Bukan itu saja, Engkau juga adalah pribadi yang kuasa-Nya tidak terbatas sehingga Engkau sanggup menolong kami di dalam kesulitan yang kami yang alami. Kemauan dan kemampuan-Mu untuk menolong umat-Mu inilah yang memampukan diriku untuk tetap sanggup memandang masa depan dengan percaya bahwa orang yang berharap kepada-Mu tidak akan pernah Engkau kecewakan.

 

Memulai kegiatan di pekan yang kujalani ini dengan bersandar kepada kasih dan kuasa-Mu yang tidak terbatas itu, kembali aku menyerahkan seluruh hidupku ke dalam tangan-Mu. Tuhan, sertailah diriku dengan Roh-Mu dan tuntunlah hidupku sehari-hari dengan firman-Mu agar aku senantiasa berjalan di dalam kebenaran-Mu. Penyertaan dan tuntunan-Mu itu akan mengakibatkan orang-orang di sekitarku akan melihat kasih dan kuasa-Mu sehingga mereka menjadi percaya kepada-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 8

Mazmur 8

2Raja-raja 7-8

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Senin, 9 Juli 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! 9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. (Mazmur 66:8, 9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. 3 Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. (Mazmur 8:2, 3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Allah yang kami kenal dan sapa di dalam Yesus Kristus, hanya Engkaulah yang patut disanjung dan ditinggikan. Karena hanya Engkaulah yang mahamulia dan keagungan-Mu melampaui semua yang ada di seluruh alam semesta. Namun demikian Engkau rela menyapa kami manusia yang hina dan terbatas ini dengan kasih-Mu. Dengan anugerah-Mu yang tidak terbatas Engkau memakai kami yang terbatas dan percaya kepada-Mu untuk melakukan perkara-perkara yang besar, sehingga dengan demikian umat-Mu akan mempermalukan mereka yang di dalam keangkuhannya menentang diri-Mu. Tuhan, sungguh ajaib kemurahan-Mu.

 

Bapa yang baik, aku merendahkan diriku di hadapan-Mu di dalam rasa kagum terhadap kebesaran dari kasih dan kuasa-Mu. Aku menyadari betapa diriku memerlukan penyertaan dan tuntunan-Mu. Karena penyertaan-Mu memungkinkan diriku untuk berjalan dengan berkemenangan atas semua tantangan yang aku hadapi di dalam hidupku. Tuntunan-Mu memberikan damai sejahtera di dalam jiwaku. Oleh sebab itu, ya Tuhan, sertai dan tuntunlah hidupku di sepanjang hari ini. Di dalam nama yang penuh dengan kuasa dan anugerah, yaitu nama Yesus Kristus Tuhanku, aku berdoa serta mengucap syukur, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Senin, 9 Juli 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib. (Mazmur 119:27)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Empat orang yang sakit kusta ada di depan pintu gerbang. Berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati? 4 Jika kita berkata: Baiklah kita masuk ke kota, padahal dalam kota ada kelaparan, kita akan mati di sana. Dan jika kita tinggal di sini, kita akan mati juga. Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati." (2Raja-raja 7:3, 4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Adalah lebih baik bertindak dengan hikmat, walaupun mengandung resiko, dibandingkan hidup berpangku tangan menyerah kepada nasib. Tentu tidak semua tindakan yang beresiko pantas untuk dilakukan. Sebab bila langkah tersebut ditempuh karena nekat dan bukan dengan hikmat maka akibatnya akan sangatlah runyam. Namun bila tindakan beresiko tersebut diambil secara berhikmat maka itu jauh lebih baik dibandingkan dengan menyerah kepada nasib. Sebab resiko dari berpangku tangan adalah pasti, yaitu tidak adanya perubahan keadaan atau bahkan hidup yang berakhir secara sia-sia. Sedangkan tindakan secara berhikmat akan membuka kesempatan bagi hari depan yang lebih indah.

 

Tindakan dengan berhikmat walaupun mengandung resiko itulah yang ditempuh oleh empat orang yang sakit kusta di Samaria sebagaimana yang dicatat di dalam 2Raja-raja 7. Mereka dihadapkan pada dua pilihan, yaitu antara duduk berpangku tangan menyerah kepada nasib dan akan mati kelaparan di situ, atau bertindak pergi ke perkemahan tentara Aram. Dengan berhikmat mereka mengambil pilihan yang kedua walaupun hal itu mengandung resiko yaitu mereka dibunuh di sana, namun ada juga kemungkinan mereka akan dibiarkan hidup. Tindakan ini tidaklah sia-sia, sebab sebagai akibat mereka menikmati dampak dari pertolongan yang Tuhan berikan kepada umat-Nya dalam mengusir tentara Aram yang sedang mengepung Samaria.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Manakah yang lebih sering Anda lakukan, duduk berpangku tangan menyerah kepada nasib atau bertindak dengan hikmat walaupun mengandung resiko? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, penuhilah diriku dengan hikmat-Mu sebab hikmat-Mu memampukan diriku untuk hidup secara maksimal. Acapkali sebaliknya dari melangkah di dalam iman aku hanya berpangku tangan, menghindari resiko dan menyerah kepada nasib sehingga aku mengisi hidup ini di dalam kesia-siaan. Bahkan tidak jarang aku bertindak tanpa berhikmat, menempuh resiko yang tidak seharusnya aku ambil sehingga kehidupanku menjadi runyam. Ya Tuhan, tolonglah diriku untuk dapat mengisi hidup ini dengan hikmat yang dari pada-Mu.

 

Aku bersyukur untuk hari yang telah hampir aku lalui ini. Kemurahan dan kesetiaan-Mu berlimpah-limpah. Di saat masalah mengepung diriku Engkaulah yang kuandalkan dan dengan setia Engkau menolong diriku tepat pada waktunya. Sungguh kuasa-Mu tidak terbatas dan tidak ada yang mustahil bagi-Mu. Kepada-Mu aku mempercayakan hidupku serta masa depanku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Senin, 9 Juli 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku. (Mazmur 71:3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." 3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. (Matius 8:2, 3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Hidup beriman kepada Tuhan adalah percaya bahwa bukan saja Ia mau tetapi Tuhan juga mampu untuk menolong kita. Ketika sedang menghadapi kesukaran tidak jarang orang mempertanyakan kedua sifat dari Tuhan ini. Adakalanya mereka berpikir bahwa Tuhan adalah pribadi yang tidak berdaya sehingga kalaupun Ia mau tetapi Ia tidak mampu untuk menolong manusia. Kemungkinan yang lain, Tuhan adalah pribadi yang kejam, sehingga walaupun Ia mampu namun Ia tidak mau untuk melepaskan manusia dari kesulitan mereka. Semua pandangan itu adalah keliru. Yang benar adalah bukan saja Tuhan mampu tetapi Ia juga mau untuk menolong kita.

 

Kemampuan dan kemauan Tuhan inilah yang diutarakan oleh seorang yang sakit kusta kepada Yesus dan dicatat di dalam Matius 8. Kepada Yesus ia berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Dengan kata lain, yang bersangkutan tidak meragukan kemampuan Tuhan dan yang ia mohonkan adalah kemauan Tuhan untuk menolong dirinya. Iman yang dimilikinya ini tidaklah sia-sia. Sebab Tuhan menanggapinya dengan menunjukkan kemampuan dan kemauan-Nya untuk menahirkan yang bersangkutan. Sebagai akibat, seketika itu juga tahirlah orang tersebut dari kustanya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut Anda, manakah yang lebih sukar, mempercayai kemampuan atau kemauan Tuhan untuk menolong umat-Nya? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku memuji-Mu karena Engkau adalah pribadi yang penuh dengan kasih sehingga Engkau bersedia menolong manusia di dalam penderitaan mereka. Bukan itu saja, Engkau juga adalah pribadi yang kuasa-Nya tidak terbatas sehingga Engkau sanggup menolong kami di dalam kesulitan yang kami yang alami. Kemauan dan kemampuan-Mu untuk menolong umat-Mu inilah yang memampukan diriku untuk tetap sanggup memandang masa depan dengan percaya bahwa orang yang berharap kepada-Mu tidak akan pernah Engkau kecewakan.

 

Memulai kegiatan di pekan yang kujalani ini dengan bersandar kepada kasih dan kuasa-Mu yang tidak terbatas itu, kembali aku menyerahkan seluruh hidupku ke dalam tangan-Mu. Tuhan, sertailah diriku dengan Roh-Mu dan tuntunlah hidupku sehari-hari dengan firman-Mu agar aku senantiasa berjalan di dalam kebenaran-Mu. Penyertaan dan tuntunan-Mu itu akan mengakibatkan orang-orang di sekitarku akan melihat kasih dan kuasa-Mu sehingga mereka menjadi percaya kepada-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 8

Mazmur 8

2Raja-raja 7-8

 

Senin, 9 Juli 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! 9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. (Mazmur 66:8, 9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. 3 Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. (Mazmur 8:2, 3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Allah yang kami kenal dan sapa di dalam Yesus Kristus, hanya Engkaulah yang patut disanjung dan ditinggikan. Karena hanya Engkaulah yang mahamulia dan keagungan-Mu melampaui semua yang ada di seluruh alam semesta. Namun demikian Engkau rela menyapa kami manusia yang hina dan terbatas ini dengan kasih-Mu. Dengan anugerah-Mu yang tidak terbatas Engkau memakai kami yang terbatas dan percaya kepada-Mu untuk melakukan perkara-perkara yang besar, sehingga dengan demikian umat-Mu akan mempermalukan mereka yang di dalam keangkuhannya menentang diri-Mu. Tuhan, sungguh ajaib kemurahan-Mu.

 

Bapa yang baik, aku merendahkan diriku di hadapan-Mu di dalam rasa kagum terhadap kebesaran dari kasih dan kuasa-Mu. Aku menyadari betapa diriku memerlukan penyertaan dan tuntunan-Mu. Karena penyertaan-Mu memungkinkan diriku untuk berjalan dengan berkemenangan atas semua tantangan yang aku hadapi di dalam hidupku. Tuntunan-Mu memberikan damai sejahtera di dalam jiwaku. Oleh sebab itu, ya Tuhan, sertai dan tuntunlah hidupku di sepanjang hari ini. Di dalam nama yang penuh dengan kuasa dan anugerah, yaitu nama Yesus Kristus Tuhanku, aku berdoa serta mengucap syukur, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Senin, 9 Juli 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib. (Mazmur 119:27)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Empat orang yang sakit kusta ada di depan pintu gerbang. Berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati? 4 Jika kita berkata: Baiklah kita masuk ke kota, padahal dalam kota ada kelaparan, kita akan mati di sana. Dan jika kita tinggal di sini, kita akan mati juga. Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati." (2Raja-raja 7:3, 4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Adalah lebih baik bertindak dengan hikmat, walaupun mengandung resiko, dibandingkan hidup berpangku tangan menyerah kepada nasib. Tentu tidak semua tindakan yang beresiko pantas untuk dilakukan. Sebab bila langkah tersebut ditempuh karena nekat dan bukan dengan hikmat maka akibatnya akan sangatlah runyam. Namun bila tindakan beresiko tersebut diambil secara berhikmat maka itu jauh lebih baik dibandingkan dengan menyerah kepada nasib. Sebab resiko dari berpangku tangan adalah pasti, yaitu tidak adanya perubahan keadaan atau bahkan hidup yang berakhir secara sia-sia. Sedangkan tindakan secara berhikmat akan membuka kesempatan bagi hari depan yang lebih indah.

 

Tindakan dengan berhikmat walaupun mengandung resiko itulah yang ditempuh oleh empat orang yang sakit kusta di Samaria sebagaimana yang dicatat di dalam 2Raja-raja 7. Mereka dihadapkan pada dua pilihan, yaitu antara duduk berpangku tangan menyerah kepada nasib dan akan mati kelaparan di situ, atau bertindak pergi ke perkemahan tentara Aram. Dengan berhikmat mereka mengambil pilihan yang kedua walaupun hal itu mengandung resiko yaitu mereka dibunuh di sana, namun ada juga kemungkinan mereka akan dibiarkan hidup. Tindakan ini tidaklah sia-sia, sebab sebagai akibat mereka menikmati dampak dari pertolongan yang Tuhan berikan kepada umat-Nya dalam mengusir tentara Aram yang sedang mengepung Samaria.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Manakah yang lebih sering Anda lakukan, duduk berpangku tangan menyerah kepada nasib atau bertindak dengan hikmat walaupun mengandung resiko? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, penuhilah diriku dengan hikmat-Mu sebab hikmat-Mu memampukan diriku untuk hidup secara maksimal. Acapkali sebaliknya dari melangkah di dalam iman aku hanya berpangku tangan, menghindari resiko dan menyerah kepada nasib sehingga aku mengisi hidup ini di dalam kesia-siaan. Bahkan tidak jarang aku bertindak tanpa berhikmat, menempuh resiko yang tidak seharusnya aku ambil sehingga kehidupanku menjadi runyam. Ya Tuhan, tolonglah diriku untuk dapat mengisi hidup ini dengan hikmat yang dari pada-Mu.

 

Aku bersyukur untuk hari yang telah hampir aku lalui ini. Kemurahan dan kesetiaan-Mu berlimpah-limpah. Di saat masalah mengepung diriku Engkaulah yang kuandalkan dan dengan setia Engkau menolong diriku tepat pada waktunya. Sungguh kuasa-Mu tidak terbatas dan tidak ada yang mustahil bagi-Mu. Kepada-Mu aku mempercayakan hidupku serta masa depanku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.