Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Selasa, 12 Juni 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya Allah yang menyelamatkan kami, Engkau, yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi dan pulau-pulau yang jauh-jauh. (Mazmur 65:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain 7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. (Galatia 1:6, 7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Injil yang sejati mengungkapkan anugerah Allah, sedangkan Injil yang diputarbalikkan mengajarkan pentingnya usaha manusia untuk memperoleh keselamatan. Bahwasanya manusia diselamatkan dari dosa dan hukuman dosa oleh anugerah Allah dan bukan karena usahanya sendiri itulah yang menjadi inti dari berita Injil yang sejati. Sedangkan Injil yang palsu mengajarkan bahwa manusia dapat menyelamatkan dirinya dengan melakukan perbuatan yang baik, sehingga dengan demikian mereka tidak memerlukan anugerah Allah bagi hidup mereka. Kewaspadaan terhadap Injil yang palsu ini tidaklah boleh dipandang remeh sebab Injil yang telah diputarbalikkan akan mengakibatkan kita berbalik dari pada Kristus yang telah menyelamatkan kita.

 

Peringatan terhadap bahaya dari Injil yang palsu inilah yang dikemukakan di Galatia 1. Di situ rasul Paulus menjelaskan tentang adanya dua Injil. Yang pertama, yaitu Injil yang sejati, dan yang kedua adalah Injil yang diputarbalikkan. Apabila Injil yang sejati, yaitu Injil Kristus, mengungkapkan bahwa hanya karena kasih karunia atau anugerah kita dipanggil untuk diselamatkan, maka Injil yang lain atau Injil yang telah diputarbalikkan itu mengajarkan bahwa orang dapat diselamatkan karena melakukan peraturan-peraturan hukum Taurat. Terhadap Injil yang seperti itu kita harus bersikap waspada sebab ia akan menyesatkan dan mengacaukan iman kita. Alhasil bukannya membawa kita semakin dekat dengan Kristus namun malahan membujuk kita untuk meninggalkan Dia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Kalau kita diselamatkan dari hukuman dosa oleh karena anugerah Allah, masih perlukah kita melakukan kebaikan? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku sadar bahwa dengan anugerah-Mu Engkau memanggil aku dari hidup lama yang penuh dosa, serta menyelamatkan aku dari ikatan dosa dan hukuman dosa. Sama sekali bukan karena aku baik dan melakukan kebaikan, tetapi hanya karena kemurahan-Mu yang melampaui batas akalku, aku memperoleh masa depan yang baru dan hidup yang kekal. Tuhan, tolonglah diriku untuk senantiasa bersikap waspada terhadap Injil lain yang dapat menyeret aku untuk berbalik dari pada-Mu dengan beranggapan bahwa aku dapat menyelamatkan diriku sendiri dengan amal dan ibadahku. Namun tolonglah diriku untuk di dalam kerendahan hati hidup berbuat baik sebagai ucapan syukurku kepada anugerah-Mu.

 

Tuhan, ajarlah diriku untuk meneladani jejak-Mu, yaitu dengan hidup tidak hanya memikirkan diri sendiri, namun hidup bagi kemuliaan-Mu dan menjadi berkat bagi sesama. Sebab hanya dengan demikian barulah hidupku akan menjadi kehidupan yang penuh dengan makna. Tuntunlah diriku di sepanjang hari ini dengan Roh-Mu agar apapun yang aku lakukan menjadi berhasil serta menyenangkan hati-Mu. Tuhan, aku ingin hidupku semakin hari semakin bertambah serupa dengan diri-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Teladan Kasih yang sejati aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Galatia 1

Amsal 12

1Raja-raja 5-6

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Selasa, 12 Juni 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. (Mazmur 119:135)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

24 Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa. 27 Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga. (Amsal 12:24, 27)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa Surgawi, aku bersyukur memiliki Allah yang baik dan begitu memperhatikanku. Engkaulah yang menuntun langkahku dan membimbing apa yang harus aku kerjakan. Aku menyadari bahwa aku hidup karena anugerah-Mu, dan apa yang aku miliki adalah berasal dari-Mu. Itu sebabnya aku mau lebih giat lagi di dalam melakukan kehendak-Mu. Tolonglah diriku agar semakin sungguh-sungguh dan tidak bermalas-malasan di dalam mengerjakan semua tugas dan tanggung jawabku, sehingga dengan demikian anugerah yang telah Engkau berikan kepadaku tidaklah menjadi sia-sia namun aku kerjakan sebagaimana seharusnya untuk kemuliaan-Mu.

 

Siang hari ini aku datang kepada-Mu ya Tuhan yang mahabaik. Aku menyerahkan semua tugas yang harus aku kerjakan ke dalam tangan pertolongan-Mu. Sanggupkan diriku untuk mengatasi semua tantangan dan berikan kepadaku hikmat agar mampu membuat keputusan-keputusan yang benar serta menyenangkan hati-Mu. Pakailah hidupku untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku dan menjadi alat yang memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus, Sang Al-Masih dan Tuhanku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Selasa, 12 Juni 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

5 Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! 6 Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai. (Mazmur 30:5, 6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Dan ketahuilah, aku berpikir-pikir hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahku, seperti yang dijanjikan TUHAN kepada Daud, ayahku, demikian: Anakmu yang hendak Kududukkan nanti di atas takhtamu menggantikan engkau, dialah yang akan mendirikan rumah itu bagi nama-Ku. 6 Oleh sebab itu, perintahkanlah orang menebang bagiku pohon-pohon aras dari gunung Libanon, dan biarlah hamba-hambaku membantu hamba-hambamu, dan upah hamba-hambamu akan kubayar kepadamu seberapa juga kauminta, sebab engkau tahu, bahwa di antara kami tidak ada seorang pun yang pandai menebang pohon sama seperti orang Sidon." (1Raja-raja 5:5, 6)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kemampuan untuk menjalin relasi akan sangat menentukan keberhasilan kita. Tidak jarang orang yang pandai namun karena yang bersangkutan tidak mampu menjalin relasi yang baik dengan orang lain maka keberhasilan yang ia peroleh bersifat terbatas. Sebab dengan demikian maka yang bersangkutan haruslah bekerja dengan kemampuannya sendiri dan tidak dapat mendayagunakan kemampuan orang-orang di sekitarnya. Padahal kalau saja ia sanggup menjalin relasi dengan baik maka dengan bantuan orang-orang di sekitarnya ia akan mencapai hasil yang jauh lebih besar.

 

Kemampuan untuk menjalin relasi yang baik itulah yang ada pada diri Salomo sebagaimana yang dicatat dalam 1Raja-raja 5. Sebagai seorang raja yang masih muda ia meneruskan relasi yang baik yang telah terjalin antara ayahnya, yaitu raja Daud, dengan Hiram, raja Sidon. Alhasil relasi yang baik yang ia jalin dengan raja Sidon ini mengakibatkan ia memperoleh bantuan, baik dalam bentuk kayu aras dari gunung Libanon maupun tenaga kerja untuk menebang pohon-pohon aras itu dari raja Hiram. Singkat kata, kemampuannya untuk menjalin relasi dengan orang lain telah mengakibatkan ia memperoleh keberhasilan yang lebih besar dibandingkan bila ia bekerja dengan kemampuannya sendiri.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda memiliki kesulitan untuk menjalin relasi yang baik dengan orang-orang di sekitar Anda? Apakah yang harus Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau telah memberi contoh tentang pentingnya relasi yang baik, yaitu dengan rela mengorbankan diri-Mu di kayu salib demi memulihkan relasiku dengan Allah Bapa. Melalui hidup yang diperdamaikan dengan diri-Mu itulah aku dapat berdamai dengan diriku sendiri dan dengan sesamaku. Tuhan, tolonglah diriku dan berikan hikmat kepadaku agar aku dapat mengembangkan relasi yang sehat dengan orang-orang di sekitarku, sehingga bukan saja hidupku dapat semakin maksimal tetapi juga aku dapat menjadi saluran berkat-Mu kepada sesamaku.

 

Aku bersyukur untuk kasih setia-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Dengan penuh kasih Engkau telah menuntun diriku untuk hidup di jalan-jalan-Mu. Dengan setia Engkau telah menyertai hidupku di setiap keadaan sehingga damai sejahtera-Mu berlimpah-limpah di dalam hatiku. Tuhan, aku berterima kasih untuk anugerah-Mu yang sangat besar itu. Sekarang kembali aku menyerahkan hidupku dan masa depanku ke dalam tangan kemurahan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sang Teladan ketaatan kepada kehendak Allah Bapa aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Selasa, 12 Juni 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya Allah yang menyelamatkan kami, Engkau, yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi dan pulau-pulau yang jauh-jauh. (Mazmur 65:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain 7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. (Galatia 1:6, 7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Injil yang sejati mengungkapkan anugerah Allah, sedangkan Injil yang diputarbalikkan mengajarkan pentingnya usaha manusia untuk memperoleh keselamatan. Bahwasanya manusia diselamatkan dari dosa dan hukuman dosa oleh anugerah Allah dan bukan karena usahanya sendiri itulah yang menjadi inti dari berita Injil yang sejati. Sedangkan Injil yang palsu mengajarkan bahwa manusia dapat menyelamatkan dirinya dengan melakukan perbuatan yang baik, sehingga dengan demikian mereka tidak memerlukan anugerah Allah bagi hidup mereka. Kewaspadaan terhadap Injil yang palsu ini tidaklah boleh dipandang remeh sebab Injil yang telah diputarbalikkan akan mengakibatkan kita berbalik dari pada Kristus yang telah menyelamatkan kita.

 

Peringatan terhadap bahaya dari Injil yang palsu inilah yang dikemukakan di Galatia 1. Di situ rasul Paulus menjelaskan tentang adanya dua Injil. Yang pertama, yaitu Injil yang sejati, dan yang kedua adalah Injil yang diputarbalikkan. Apabila Injil yang sejati, yaitu Injil Kristus, mengungkapkan bahwa hanya karena kasih karunia atau anugerah kita dipanggil untuk diselamatkan, maka Injil yang lain atau Injil yang telah diputarbalikkan itu mengajarkan bahwa orang dapat diselamatkan karena melakukan peraturan-peraturan hukum Taurat. Terhadap Injil yang seperti itu kita harus bersikap waspada sebab ia akan menyesatkan dan mengacaukan iman kita. Alhasil bukannya membawa kita semakin dekat dengan Kristus namun malahan membujuk kita untuk meninggalkan Dia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Kalau kita diselamatkan dari hukuman dosa oleh karena anugerah Allah, masih perlukah kita melakukan kebaikan? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku sadar bahwa dengan anugerah-Mu Engkau memanggil aku dari hidup lama yang penuh dosa, serta menyelamatkan aku dari ikatan dosa dan hukuman dosa. Sama sekali bukan karena aku baik dan melakukan kebaikan, tetapi hanya karena kemurahan-Mu yang melampaui batas akalku, aku memperoleh masa depan yang baru dan hidup yang kekal. Tuhan, tolonglah diriku untuk senantiasa bersikap waspada terhadap Injil lain yang dapat menyeret aku untuk berbalik dari pada-Mu dengan beranggapan bahwa aku dapat menyelamatkan diriku sendiri dengan amal dan ibadahku. Namun tolonglah diriku untuk di dalam kerendahan hati hidup berbuat baik sebagai ucapan syukurku kepada anugerah-Mu.

 

Tuhan, ajarlah diriku untuk meneladani jejak-Mu, yaitu dengan hidup tidak hanya memikirkan diri sendiri, namun hidup bagi kemuliaan-Mu dan menjadi berkat bagi sesama. Sebab hanya dengan demikian barulah hidupku akan menjadi kehidupan yang penuh dengan makna. Tuntunlah diriku di sepanjang hari ini dengan Roh-Mu agar apapun yang aku lakukan menjadi berhasil serta menyenangkan hati-Mu. Tuhan, aku ingin hidupku semakin hari semakin bertambah serupa dengan diri-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Teladan Kasih yang sejati aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Galatia 1

Amsal 12

1Raja-raja 5-6

 

Selasa, 12 Juni 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. (Mazmur 119:135)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

24 Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa. 27 Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga. (Amsal 12:24, 27)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa Surgawi, aku bersyukur memiliki Allah yang baik dan begitu memperhatikanku. Engkaulah yang menuntun langkahku dan membimbing apa yang harus aku kerjakan. Aku menyadari bahwa aku hidup karena anugerah-Mu, dan apa yang aku miliki adalah berasal dari-Mu. Itu sebabnya aku mau lebih giat lagi di dalam melakukan kehendak-Mu. Tolonglah diriku agar semakin sungguh-sungguh dan tidak bermalas-malasan di dalam mengerjakan semua tugas dan tanggung jawabku, sehingga dengan demikian anugerah yang telah Engkau berikan kepadaku tidaklah menjadi sia-sia namun aku kerjakan sebagaimana seharusnya untuk kemuliaan-Mu.

 

Siang hari ini aku datang kepada-Mu ya Tuhan yang mahabaik. Aku menyerahkan semua tugas yang harus aku kerjakan ke dalam tangan pertolongan-Mu. Sanggupkan diriku untuk mengatasi semua tantangan dan berikan kepadaku hikmat agar mampu membuat keputusan-keputusan yang benar serta menyenangkan hati-Mu. Pakailah hidupku untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku dan menjadi alat yang memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus, Sang Al-Masih dan Tuhanku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Selasa, 12 Juni 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

5 Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! 6 Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai. (Mazmur 30:5, 6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Dan ketahuilah, aku berpikir-pikir hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahku, seperti yang dijanjikan TUHAN kepada Daud, ayahku, demikian: Anakmu yang hendak Kududukkan nanti di atas takhtamu menggantikan engkau, dialah yang akan mendirikan rumah itu bagi nama-Ku. 6 Oleh sebab itu, perintahkanlah orang menebang bagiku pohon-pohon aras dari gunung Libanon, dan biarlah hamba-hambaku membantu hamba-hambamu, dan upah hamba-hambamu akan kubayar kepadamu seberapa juga kauminta, sebab engkau tahu, bahwa di antara kami tidak ada seorang pun yang pandai menebang pohon sama seperti orang Sidon." (1Raja-raja 5:5, 6)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kemampuan untuk menjalin relasi akan sangat menentukan keberhasilan kita. Tidak jarang orang yang pandai namun karena yang bersangkutan tidak mampu menjalin relasi yang baik dengan orang lain maka keberhasilan yang ia peroleh bersifat terbatas. Sebab dengan demikian maka yang bersangkutan haruslah bekerja dengan kemampuannya sendiri dan tidak dapat mendayagunakan kemampuan orang-orang di sekitarnya. Padahal kalau saja ia sanggup menjalin relasi dengan baik maka dengan bantuan orang-orang di sekitarnya ia akan mencapai hasil yang jauh lebih besar.

 

Kemampuan untuk menjalin relasi yang baik itulah yang ada pada diri Salomo sebagaimana yang dicatat dalam 1Raja-raja 5. Sebagai seorang raja yang masih muda ia meneruskan relasi yang baik yang telah terjalin antara ayahnya, yaitu raja Daud, dengan Hiram, raja Sidon. Alhasil relasi yang baik yang ia jalin dengan raja Sidon ini mengakibatkan ia memperoleh bantuan, baik dalam bentuk kayu aras dari gunung Libanon maupun tenaga kerja untuk menebang pohon-pohon aras itu dari raja Hiram. Singkat kata, kemampuannya untuk menjalin relasi dengan orang lain telah mengakibatkan ia memperoleh keberhasilan yang lebih besar dibandingkan bila ia bekerja dengan kemampuannya sendiri.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda memiliki kesulitan untuk menjalin relasi yang baik dengan orang-orang di sekitar Anda? Apakah yang harus Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau telah memberi contoh tentang pentingnya relasi yang baik, yaitu dengan rela mengorbankan diri-Mu di kayu salib demi memulihkan relasiku dengan Allah Bapa. Melalui hidup yang diperdamaikan dengan diri-Mu itulah aku dapat berdamai dengan diriku sendiri dan dengan sesamaku. Tuhan, tolonglah diriku dan berikan hikmat kepadaku agar aku dapat mengembangkan relasi yang sehat dengan orang-orang di sekitarku, sehingga bukan saja hidupku dapat semakin maksimal tetapi juga aku dapat menjadi saluran berkat-Mu kepada sesamaku.

 

Aku bersyukur untuk kasih setia-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Dengan penuh kasih Engkau telah menuntun diriku untuk hidup di jalan-jalan-Mu. Dengan setia Engkau telah menyertai hidupku di setiap keadaan sehingga damai sejahtera-Mu berlimpah-limpah di dalam hatiku. Tuhan, aku berterima kasih untuk anugerah-Mu yang sangat besar itu. Sekarang kembali aku menyerahkan hidupku dan masa depanku ke dalam tangan kemurahan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sang Teladan ketaatan kepada kehendak Allah Bapa aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.