Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Senin, 11 Juni 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN! (Mazmur 31:25)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." 6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. (Yohanes 21:3-6)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Walaupun firman Tuhan tidak selalu dapat dicerna dengan akal namun ketaatan kepadanya akan membuka pintu mujizat bagi hidup kita. Karena Tuhan adalah pribadi yang pengetahuan dan hikmat-Nya tidak terbatas, itu sebabnya pikiran-Nya tidaklah selalu sama dengan pikiran manusia yang bersifat terbatas. Sebagai akibat, firman Tuhan yang mengungkapkan pikiran-Nya juga tidak selalu dapat dicerna dengan akal manusia. Namun karena kuasa Tuhan bersifat tidak terbatas, itu sebabnya apabila kita menaati firman-Nya maka kita akan mengalami mujizat. Itulah karya Tuhan yang melampaui kemampuan manusia untuk mengerjakannya.

 

Hal itulah yang dialami oleh para murid Yesus seperti yang dicatat di dalam Yohanes 21. Sesudah mereka bekerja semalam-malaman untuk mencari ikan dan tidak menangkap apa-apa Yesus menyuruh para murid-Nya tersebut untuk kembali menebar jala. Bukan saja Ia menyuruh agar mereka menjala di danau yang sebelumnya mereka tidak memperoleh ikan Ia juga menyuruh agar mereka melakukannya pada waktu yang tidak tepat bagi orang untuk mencari ikan, yaitu di siang hari. Pada umumnya nelayan mencari ikan di malam hari. Singkat kata, perintah Tuhan Yesus tersebut tidaklah dapat dicerna oleh akal para murid-Nya. Namun ketaatan mereka terhadap firman Tuhan tersebut telah membuka pintu mujizat bagi mereka.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Pernahkah Anda berjumpa dengan firman Tuhan yang sukar untuk Anda cerna dengan akal? Apakah yang Anda lakukan terhadap firman tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur bahwa pengetahuan dan hikmat-Mu jauh lebih tinggi dibandingkan pengetahuan dan hikmatku yang jauh dari sempurna ini. Bukan itu saja, kuasa-Mu juga tidak terbatas, jauh lebih besar dari pada kemampuanku yang terbatas. Oleh sebab itu, Engkau sanggup bekerja melampaui keterbatasanku. Dan kalaupun adakalanya firman-Mu melampaui kemampuan akalku untuk mencernanya namun aku tetap percaya kepada apa yang Engkau sabdakan. Karena sesungguhnya Engkau adalah pribadi yang dapat diandalkan dan orang yang berharap kepada-Mu tidak akan pernah dikecewakan. Justru dengan melangkah menaati firman-Mu aku akan mengalami mujizat-Mu di dalam hidupku.

 

Aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu dan tolonglah diriku agar bersikap peka terhadap tuntunan-Mu dalam keputusan-keputusan di hari ini yang akan menentukan masa depan hidupku. Ajarlah aku untuk memahami kehendak-Mu dan bersedia menaati fiman-Mu di dalam kehidupanku sehari-hari. Sebab hanya dengan demikian barulah aku dapat menjalani hidupku dengan menyenangkan hati-Mu. Juga hanya dengan demikian barulah aku boleh mengharapkan bahwa Engkau akan menyertai diriku dan menjadikan apa yang aku kerjakan menjadi berhasil. Aku memanjatkan doaku ini di dalam nama Tuhan Yesus, amin.

 

 

Doa Bapa Kami

 

9 Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. (Matius 6:9-13)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 21

Amsal 11

Kidung Agung 7-8

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Senin, 11 Juni 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

11 Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. 12 Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. (Mazmur 86:11, 12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut. 5 Jalan orang saleh diratakan oleh kebenarannya, tetapi orang fasik jatuh karena kefasikannya. 6 Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya. (Amsal 11:4-6)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, aku menyadari bahwa kebenaran-Mu lebih berharga dari segala harta, sebab kebenaran-Mu tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Apabila harta kekayaan bersifat tidak tetap dan terbatas gunanya, tidak demikian halnya dengan kebenaran-Mu. Di dalam kebenaran-Mu aku dilepaskan dari maut, dituntun untuk berjalan di jalan yang rata dan dijauhkan dari kefasikan yang membinasakan. Aku bersyukur karena Engkau berkenan menyatakan kebenaran-Mu melalui firman-Mu dan membimbing hidupku di dalam terang kebenaran-Mu itu di setiap waktu.

 

Tuhan, tuntunlah diriku untuk senantiasa berjalan di dalam kebenaran-Mu dan mampukan diriku untuk sanggup mengerjakan tugas dan kewajibanku pada hari ini. Sehingga kehidupanku di sepanjang hari ini merupakan ibadah kepada-Mu dan menjadi kesaksian bagi orang-orang di sekitarku. Sebab hanya dengan demikian nama-Mu dimuliakan melalui hidupku. Di dalam nama Tuhan Yesus yang layak menerima segala pujian dan hormat aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Senin, 11 Juni 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung. (Mazmur 31:24)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

6 Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! 7 Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina. (Kidung Agung 8:6, 7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Cinta adalah kekuatan yang tidak boleh diremehkan dan siapa yang kita cintai akan menentukan masa depan kita. Tidak jarang karena cinta orang rela mengorbankan dirinya bagi pribadi atau apapun yang ia cintai. Bahkan orang rela mengorbankan nyawanya bagi tanah air yang ia kasihi, atau melepaskan pekerjaan yang ia sandang demi kegiatan yang ia sukai. Itulah kekuatan dari cinta. Oleh sebab itu mencintai hal yang tepat sangatlah penting. Sebab bila orang mencintai hal yang benar hidupnya akan berbahagia. Sebaliknya, bila ia mencintai hal yang keliru hidupnya akan menjadi berantakan.

 

Besarnya kekuatan cinta inilah yang dikemukakan di dalam Kidung Agung 8. Di sini sang gadis Sulam berkata kepada Salomo bahwa cinta itu kuat seperti maut, gigih seperti dunia orang mati, menyala bagaikan api yang tak terpadamkan. Bahkan sedemikian berharganya cinta itu sehingga melebihi segala harta yang ia punyai. Beruntung bahwa ia mengasihi Salomo dan Salomo juga mengasihi dirinya sehingga ia memiliki hari esok yang terjamin. Dengan kata lain, bukan saja cinta itu memiliki kekuatan yang tidak boleh dipandang remeh, juga kepada siapa kita menaruhkan cinta kita tidak boleh dilakukan secara sembarangan sebab hal itu akan menentukan hari esok kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda mengasihi Tuhan lebih dari semua hal yang ada di dalam hidup Anda? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang penuh dengan rahmat, aku bersyukur karena Engkau mencintai diriku dan oleh karena cinta-Mu itulah aku dapat mencintai Engkau. Cinta yang telah Engkau tunjukkan dengan mengorbankan putra-Mu yang tunggal, Yesus Kristus, sampai mati di kayu salib telah menyelamatkan diriku manusia yang berdosa ini. Oleh cinta-Mu yang lebih kuat dari maut itu Engkau membebaskan diriku dari masa lalu yang kelam, menyanggupkan diriku untuk mengasihi diri-Mu dan dengan demikian aku memiliki masa depan yang baru dan penuh dengan pengharapan. Aku bersyukur untuk semua itu.

 

Tuhan, aku menaikkan syukurku kepada-Mu untuk anugerah dan kebaikan-kebaikan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Tidak pernah Engkau merancangkan hal yang buruk bagiku. Sebaliknya, semua yang Engkau kerjakan selalu membawa kebaikan bagi diriku. Kalaupun Engkau menuntun diriku untuk melewati pengalaman yang tidak seperti aku inginkan, aku percaya bahwa semua itu Engkau kerjakan demi kebaikanku. Aku menyerahkan hidupku dan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Terjadilah kehendak-Mu di dalam hidupku. Di dalam nama Yesus Kristus, Sang Gembala yang menuntun hidupku, aku menaikkan doaku. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Senin, 11 Juni 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN! (Mazmur 31:25)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." 6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. (Yohanes 21:3-6)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Walaupun firman Tuhan tidak selalu dapat dicerna dengan akal namun ketaatan kepadanya akan membuka pintu mujizat bagi hidup kita. Karena Tuhan adalah pribadi yang pengetahuan dan hikmat-Nya tidak terbatas, itu sebabnya pikiran-Nya tidaklah selalu sama dengan pikiran manusia yang bersifat terbatas. Sebagai akibat, firman Tuhan yang mengungkapkan pikiran-Nya juga tidak selalu dapat dicerna dengan akal manusia. Namun karena kuasa Tuhan bersifat tidak terbatas, itu sebabnya apabila kita menaati firman-Nya maka kita akan mengalami mujizat. Itulah karya Tuhan yang melampaui kemampuan manusia untuk mengerjakannya.

 

Hal itulah yang dialami oleh para murid Yesus seperti yang dicatat di dalam Yohanes 21. Sesudah mereka bekerja semalam-malaman untuk mencari ikan dan tidak menangkap apa-apa Yesus menyuruh para murid-Nya tersebut untuk kembali menebar jala. Bukan saja Ia menyuruh agar mereka menjala di danau yang sebelumnya mereka tidak memperoleh ikan Ia juga menyuruh agar mereka melakukannya pada waktu yang tidak tepat bagi orang untuk mencari ikan, yaitu di siang hari. Pada umumnya nelayan mencari ikan di malam hari. Singkat kata, perintah Tuhan Yesus tersebut tidaklah dapat dicerna oleh akal para murid-Nya. Namun ketaatan mereka terhadap firman Tuhan tersebut telah membuka pintu mujizat bagi mereka.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Pernahkah Anda berjumpa dengan firman Tuhan yang sukar untuk Anda cerna dengan akal? Apakah yang Anda lakukan terhadap firman tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur bahwa pengetahuan dan hikmat-Mu jauh lebih tinggi dibandingkan pengetahuan dan hikmatku yang jauh dari sempurna ini. Bukan itu saja, kuasa-Mu juga tidak terbatas, jauh lebih besar dari pada kemampuanku yang terbatas. Oleh sebab itu, Engkau sanggup bekerja melampaui keterbatasanku. Dan kalaupun adakalanya firman-Mu melampaui kemampuan akalku untuk mencernanya namun aku tetap percaya kepada apa yang Engkau sabdakan. Karena sesungguhnya Engkau adalah pribadi yang dapat diandalkan dan orang yang berharap kepada-Mu tidak akan pernah dikecewakan. Justru dengan melangkah menaati firman-Mu aku akan mengalami mujizat-Mu di dalam hidupku.

 

Aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu dan tolonglah diriku agar bersikap peka terhadap tuntunan-Mu dalam keputusan-keputusan di hari ini yang akan menentukan masa depan hidupku. Ajarlah aku untuk memahami kehendak-Mu dan bersedia menaati fiman-Mu di dalam kehidupanku sehari-hari. Sebab hanya dengan demikian barulah aku dapat menjalani hidupku dengan menyenangkan hati-Mu. Juga hanya dengan demikian barulah aku boleh mengharapkan bahwa Engkau akan menyertai diriku dan menjadikan apa yang aku kerjakan menjadi berhasil. Aku memanjatkan doaku ini di dalam nama Tuhan Yesus, amin.

 

 

Doa Bapa Kami

 

9 Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. (Matius 6:9-13)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 21

Amsal 11

Kidung Agung 7-8

 

Senin, 11 Juni 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

11 Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. 12 Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. (Mazmur 86:11, 12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut. 5 Jalan orang saleh diratakan oleh kebenarannya, tetapi orang fasik jatuh karena kefasikannya. 6 Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya. (Amsal 11:4-6)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, aku menyadari bahwa kebenaran-Mu lebih berharga dari segala harta, sebab kebenaran-Mu tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Apabila harta kekayaan bersifat tidak tetap dan terbatas gunanya, tidak demikian halnya dengan kebenaran-Mu. Di dalam kebenaran-Mu aku dilepaskan dari maut, dituntun untuk berjalan di jalan yang rata dan dijauhkan dari kefasikan yang membinasakan. Aku bersyukur karena Engkau berkenan menyatakan kebenaran-Mu melalui firman-Mu dan membimbing hidupku di dalam terang kebenaran-Mu itu di setiap waktu.

 

Tuhan, tuntunlah diriku untuk senantiasa berjalan di dalam kebenaran-Mu dan mampukan diriku untuk sanggup mengerjakan tugas dan kewajibanku pada hari ini. Sehingga kehidupanku di sepanjang hari ini merupakan ibadah kepada-Mu dan menjadi kesaksian bagi orang-orang di sekitarku. Sebab hanya dengan demikian nama-Mu dimuliakan melalui hidupku. Di dalam nama Tuhan Yesus yang layak menerima segala pujian dan hormat aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Senin, 11 Juni 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung. (Mazmur 31:24)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

6 Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! 7 Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina. (Kidung Agung 8:6, 7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Cinta adalah kekuatan yang tidak boleh diremehkan dan siapa yang kita cintai akan menentukan masa depan kita. Tidak jarang karena cinta orang rela mengorbankan dirinya bagi pribadi atau apapun yang ia cintai. Bahkan orang rela mengorbankan nyawanya bagi tanah air yang ia kasihi, atau melepaskan pekerjaan yang ia sandang demi kegiatan yang ia sukai. Itulah kekuatan dari cinta. Oleh sebab itu mencintai hal yang tepat sangatlah penting. Sebab bila orang mencintai hal yang benar hidupnya akan berbahagia. Sebaliknya, bila ia mencintai hal yang keliru hidupnya akan menjadi berantakan.

 

Besarnya kekuatan cinta inilah yang dikemukakan di dalam Kidung Agung 8. Di sini sang gadis Sulam berkata kepada Salomo bahwa cinta itu kuat seperti maut, gigih seperti dunia orang mati, menyala bagaikan api yang tak terpadamkan. Bahkan sedemikian berharganya cinta itu sehingga melebihi segala harta yang ia punyai. Beruntung bahwa ia mengasihi Salomo dan Salomo juga mengasihi dirinya sehingga ia memiliki hari esok yang terjamin. Dengan kata lain, bukan saja cinta itu memiliki kekuatan yang tidak boleh dipandang remeh, juga kepada siapa kita menaruhkan cinta kita tidak boleh dilakukan secara sembarangan sebab hal itu akan menentukan hari esok kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda mengasihi Tuhan lebih dari semua hal yang ada di dalam hidup Anda? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang penuh dengan rahmat, aku bersyukur karena Engkau mencintai diriku dan oleh karena cinta-Mu itulah aku dapat mencintai Engkau. Cinta yang telah Engkau tunjukkan dengan mengorbankan putra-Mu yang tunggal, Yesus Kristus, sampai mati di kayu salib telah menyelamatkan diriku manusia yang berdosa ini. Oleh cinta-Mu yang lebih kuat dari maut itu Engkau membebaskan diriku dari masa lalu yang kelam, menyanggupkan diriku untuk mengasihi diri-Mu dan dengan demikian aku memiliki masa depan yang baru dan penuh dengan pengharapan. Aku bersyukur untuk semua itu.

 

Tuhan, aku menaikkan syukurku kepada-Mu untuk anugerah dan kebaikan-kebaikan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Tidak pernah Engkau merancangkan hal yang buruk bagiku. Sebaliknya, semua yang Engkau kerjakan selalu membawa kebaikan bagi diriku. Kalaupun Engkau menuntun diriku untuk melewati pengalaman yang tidak seperti aku inginkan, aku percaya bahwa semua itu Engkau kerjakan demi kebaikanku. Aku menyerahkan hidupku dan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Terjadilah kehendak-Mu di dalam hidupku. Di dalam nama Yesus Kristus, Sang Gembala yang menuntun hidupku, aku menaikkan doaku. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.