Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Kamis, 17 Mei 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu, 11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. 12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah. (2Korintus 9:10-12)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Sebagaimana benih haruslah ditabur, dan bukan untuk dimakan, demikianlah kita harus menabur berkat Tuhan di ladang-Nya agar menjadi berlipat kali ganda. Seorang petani yang bijak selalu menyisihkan sebagian dari hasil panen yang ia peroleh dan menyediakannya sebagai benih untuk ditabur. Sebab bila seluruh hasil panen yang didapatnya ia makan habis maka tentu tidak akan ada lagi yang dapat ia tabur. Sebagai konsekuensinya di saat musim panen tiba ia hanya akan duduk menggigit jari.

 

Prinsip ini juga berlaku di dalam hal berkat secara keuangan seperti yang dicatat di dalam 2Korintus 9. Di situ rasul Paulus menulis bahwa Tuhan menyediakan benih bagi penabur dan roti untuk dimakan. Keduanya berasal dari sumber yang sama, yaitu berkat Tuhan pada masa panen bagi umat-Nya. Sebagian dari hasil panen tersebut harus disediakan untuk menjadi benih, dan sebagian lagi diolah menjadi roti untuk dimakan. Artinya sebagian dari berkat Tuhan untuk kita nikmati, dan sebagian lagi harus kita tabur untuk mendukung pekerjaan Tuhan. Tindakan yang bijak seperti itu tidaklah akan sia-sia, namun akan mengundang berkat Tuhan yang lebih besar bagi diri kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Kalau Anda merasa bahkan untuk dimakan pun hasil panen yang Anda peroleh tidak mencukupi, masih perlukah Anda menyisihkannya menjadi benih untuk ditabur? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang bertahta dalam Kerajaan Sorga, firman-Mu adalah senantiasa untuk mendatangkan kebaikan bagi diriku. Kalau Engkau mengajar diriku agar menyediakan benih untuk ditabur hal tersebut adalah demi kebaikanku. Kalau Engkau menyediakan roti untuk kumakan hal itu adalah karena kemurahan-Mu. Aku bersyukur untuk semua rencana-Mu yang indah dan mulia tersebut. Ajarlah aku untuk menaati firman-Mu sebab Engkau tidak pernah berlaku curang ataupun berniat untuk merugikan diriku. Justru dengan menaati perintah-perintah-Mu aku membuka pintu berkat-Mu yang lebih besar bagi hidupku.

 

Tuhan, bukalah mata hatiku dan berikanlah kepekaan kepadaku terhadap tuntunan-Mu. Sebab tuntunan-Mu tidak pernah salah dan selalu membawa diriku ke arah yang benar. Jauhkanlah diriku dari sifat serakah, namun tolonglah aku untuk dapat hidup mencukupkan diri dengan semua yang telah Engkau sediakan bagiku. Jadikan hidupku hari ini sebagai saluran berkat-Mu bagi orang-orang di sekitarku, sertailah hidupku dan berkatilah semua yang aku kerjakan dengan keberhasilan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sumber segala berkat, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

2Korintus 9

Mazmur 136

1Tawarikh 8-10

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Kamis, 17 Mei 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

4 Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik, dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam. 5 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH. (Mazmur 71:4, 5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

23 Dia yang mengingatkan kita dalam kerendahan kita; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 24 Dan membebaskan kita dari pada para lawan kita; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 25 Dia yang memberikan roti kepada segala makhluk; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 26 Bersyukurlah kepada Allah semesta langit! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mazmur 136:23-26)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah pembela diriku di kala para lawanku menghadang langkahku. Perbuatan-Mu yang ajaib melampaui kemampuan akalku untuk mencernanya dan menolongku untuk senantiasa berjalan di dalam kemenangan. Di dalam anugerah-Mu Engkau selalu mendengar seruanku yang meminta pertolongan kepada-Mu. Engkau Tuhan yang tidak pernah meninggalkan aku dan tidak pernah berada jauh dari diriku. Tangan-Mu selalu siap untuk diulurkan guna mengangkat diriku dari jurang maut dan melepaskan aku dari jerat musuh. Aku sungguh berterima kasih untuk kasih setia-Mu yang tidak pernah berkesudahan itu.

 

Tuhan, aku percaya bahwa Engkau selalu memimpin hidupku. Engkau tidak pernah tersesat dan tidak pernah menyesatkan orang yang berharap kepada-Mu. Di dalam kemurahan-Mu Engkau selalu menyertai diriku dan menjadikan semua yang aku kerjakan menjadi berhasil. Engkau memelihara hidupku dan tidak pernah lalai menopang diriku. Tolonglah aku, ya Tuhan, untuk senantiasa bersandar kepada-Mu dan hidup sebagai saksi-Mu di lingkunganku sehari-hari. Di dalam nama Tuhan Yesus yang limpah dengan kasih setia dan anugerah, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Kamis, 17 Mei 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami. (Mazmur 68:29)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

13 Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah, 14 dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai. (1Tawarikh 10:13-14)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kesetiaan kepada Tuhan merupakan dasar dari hidup yang berkemenangan. Sebagaimana kekuatan satu bangunan ditentukan oleh fondasinya demikian juga keteguhan hidup kita sangat ditentukan oleh kepada apa atau siapa kita mendasarkan hidup kita. Bukan itu saja, kekokohan suatu bangunan juga sangat ditentukan oleh sejauh mana bangunan bagian atasnya berada di dalam keadaan terikat kepada fondasinya. Walaupun fondasinya kuat namun bila bangunan bagian atasnya hanya asal menempel padanya maka bangunan itu pun mudah bergeser dari dasarnya dan akan roboh oleh karena terjangan angin yang menimpa dirinya. Di sinilah pentingnya kesetiaan kepada Tuhan. Sebab hanya dengan demikian maka hidup kita akan terikat dengan teguh pada dasar yang teguh, yaitu Tuhan, dan itulah yang menjadikan hidup kita berkemenangan.

 

Pentingnya kesetiaan kepada Tuhan ini dapat kita lihat dalam hidup Saul sebagaimana yang dicatat di dalam 1Tawarikh 10. Oleh anugerah Tuhan sajalah maka Saul dapat menjadi raja atas Israel. Namun sayang ketika telah menjadi raja ia berubah setia terhadap Tuhan. Ia tidak lagi berpegang pada firman Tuhan, tidak meminta petunjuk Tuhan dan malahan meminta petunjuk kepada arwah yang merupakan perbuatan yang keji di mata Tuhan. Sebagai akibat, takhta kerajaannya runtuh, ia mati terbunuh dan tidak seorang pun dari keturunannya yang menjadi raja atas Israel. Apabila ketidaksetiaan kita kepada Tuhan membuat bangunan hidup kita tidak terikat dengan teguh kepada-Nya, maka kesetiaan terhadap Tuhan akan mengakibatkan hidup kita senantiasa berkemenangan sampai kepada akhirnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda bersikap setia kepada Tuhan? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau pribadi yang setia. Engkau setia kepada firman-Mu dan kepada umat-Mu. Tolonglah aku untuk hidup meneladani kesetiaan-Mu, yaitu dengan bersikap setia kepada diri-Mu, firman-Mu dan tuntunan-Mu. Ampunilah aku apabila di berbagai keadaan aku melupakan Engkau, mengabaikan firman-Mu dan tidak merasa memerlukan tuntunan-Mu. Sekarang aku sadar justru di titik itulah aku berada di posisi yang paling lemah dalam hidupku. Ajarlah aku untuk tidak menjadi takabur dengan beranggapan bahwa aku dapat hidup tanpa bergantung kepada-Mu. Tuhan, tolonglah aku.

 

Aku bersyukur untuk pimpinan dan kesetiaan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Melalui Roh dan firman-Mu Engkau membimbing aku di jalan-jalan-Mu yang benar. Dengan setia Engkau telah menyertai hidupku dan tidak pernah membiarkan aku berjalan sendirian. Dengan kasih setia-Mu Engkau selalu meraih hidupku dari jalan yang sesat dan membawaku kembali kepada-Mu. Aku sekali lagi berterima kasih untuk rahmat dan kemurahan-Mu itu. Aku menyerahkan semua yang telah aku kerjakan pada hari ini dan masa depanku ke dalam tangan anugerah-Mu. Kepada-Mu, ya Tuhan, aku berharap. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sang Batu Karang yang teguh, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Kamis, 17 Mei 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu, 11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. 12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah. (2Korintus 9:10-12)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Sebagaimana benih haruslah ditabur, dan bukan untuk dimakan, demikianlah kita harus menabur berkat Tuhan di ladang-Nya agar menjadi berlipat kali ganda. Seorang petani yang bijak selalu menyisihkan sebagian dari hasil panen yang ia peroleh dan menyediakannya sebagai benih untuk ditabur. Sebab bila seluruh hasil panen yang didapatnya ia makan habis maka tentu tidak akan ada lagi yang dapat ia tabur. Sebagai konsekuensinya di saat musim panen tiba ia hanya akan duduk menggigit jari.

 

Prinsip ini juga berlaku di dalam hal berkat secara keuangan seperti yang dicatat di dalam 2Korintus 9. Di situ rasul Paulus menulis bahwa Tuhan menyediakan benih bagi penabur dan roti untuk dimakan. Keduanya berasal dari sumber yang sama, yaitu berkat Tuhan pada masa panen bagi umat-Nya. Sebagian dari hasil panen tersebut harus disediakan untuk menjadi benih, dan sebagian lagi diolah menjadi roti untuk dimakan. Artinya sebagian dari berkat Tuhan untuk kita nikmati, dan sebagian lagi harus kita tabur untuk mendukung pekerjaan Tuhan. Tindakan yang bijak seperti itu tidaklah akan sia-sia, namun akan mengundang berkat Tuhan yang lebih besar bagi diri kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Kalau Anda merasa bahkan untuk dimakan pun hasil panen yang Anda peroleh tidak mencukupi, masih perlukah Anda menyisihkannya menjadi benih untuk ditabur? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang bertahta dalam Kerajaan Sorga, firman-Mu adalah senantiasa untuk mendatangkan kebaikan bagi diriku. Kalau Engkau mengajar diriku agar menyediakan benih untuk ditabur hal tersebut adalah demi kebaikanku. Kalau Engkau menyediakan roti untuk kumakan hal itu adalah karena kemurahan-Mu. Aku bersyukur untuk semua rencana-Mu yang indah dan mulia tersebut. Ajarlah aku untuk menaati firman-Mu sebab Engkau tidak pernah berlaku curang ataupun berniat untuk merugikan diriku. Justru dengan menaati perintah-perintah-Mu aku membuka pintu berkat-Mu yang lebih besar bagi hidupku.

 

Tuhan, bukalah mata hatiku dan berikanlah kepekaan kepadaku terhadap tuntunan-Mu. Sebab tuntunan-Mu tidak pernah salah dan selalu membawa diriku ke arah yang benar. Jauhkanlah diriku dari sifat serakah, namun tolonglah aku untuk dapat hidup mencukupkan diri dengan semua yang telah Engkau sediakan bagiku. Jadikan hidupku hari ini sebagai saluran berkat-Mu bagi orang-orang di sekitarku, sertailah hidupku dan berkatilah semua yang aku kerjakan dengan keberhasilan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sumber segala berkat, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

2Korintus 9

Mazmur 136

1Tawarikh 8-10

 

Kamis, 17 Mei 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

4 Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik, dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam. 5 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH. (Mazmur 71:4, 5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

23 Dia yang mengingatkan kita dalam kerendahan kita; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 24 Dan membebaskan kita dari pada para lawan kita; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 25 Dia yang memberikan roti kepada segala makhluk; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 26 Bersyukurlah kepada Allah semesta langit! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mazmur 136:23-26)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah pembela diriku di kala para lawanku menghadang langkahku. Perbuatan-Mu yang ajaib melampaui kemampuan akalku untuk mencernanya dan menolongku untuk senantiasa berjalan di dalam kemenangan. Di dalam anugerah-Mu Engkau selalu mendengar seruanku yang meminta pertolongan kepada-Mu. Engkau Tuhan yang tidak pernah meninggalkan aku dan tidak pernah berada jauh dari diriku. Tangan-Mu selalu siap untuk diulurkan guna mengangkat diriku dari jurang maut dan melepaskan aku dari jerat musuh. Aku sungguh berterima kasih untuk kasih setia-Mu yang tidak pernah berkesudahan itu.

 

Tuhan, aku percaya bahwa Engkau selalu memimpin hidupku. Engkau tidak pernah tersesat dan tidak pernah menyesatkan orang yang berharap kepada-Mu. Di dalam kemurahan-Mu Engkau selalu menyertai diriku dan menjadikan semua yang aku kerjakan menjadi berhasil. Engkau memelihara hidupku dan tidak pernah lalai menopang diriku. Tolonglah aku, ya Tuhan, untuk senantiasa bersandar kepada-Mu dan hidup sebagai saksi-Mu di lingkunganku sehari-hari. Di dalam nama Tuhan Yesus yang limpah dengan kasih setia dan anugerah, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Kamis, 17 Mei 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami. (Mazmur 68:29)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

13 Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah, 14 dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai. (1Tawarikh 10:13-14)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kesetiaan kepada Tuhan merupakan dasar dari hidup yang berkemenangan. Sebagaimana kekuatan satu bangunan ditentukan oleh fondasinya demikian juga keteguhan hidup kita sangat ditentukan oleh kepada apa atau siapa kita mendasarkan hidup kita. Bukan itu saja, kekokohan suatu bangunan juga sangat ditentukan oleh sejauh mana bangunan bagian atasnya berada di dalam keadaan terikat kepada fondasinya. Walaupun fondasinya kuat namun bila bangunan bagian atasnya hanya asal menempel padanya maka bangunan itu pun mudah bergeser dari dasarnya dan akan roboh oleh karena terjangan angin yang menimpa dirinya. Di sinilah pentingnya kesetiaan kepada Tuhan. Sebab hanya dengan demikian maka hidup kita akan terikat dengan teguh pada dasar yang teguh, yaitu Tuhan, dan itulah yang menjadikan hidup kita berkemenangan.

 

Pentingnya kesetiaan kepada Tuhan ini dapat kita lihat dalam hidup Saul sebagaimana yang dicatat di dalam 1Tawarikh 10. Oleh anugerah Tuhan sajalah maka Saul dapat menjadi raja atas Israel. Namun sayang ketika telah menjadi raja ia berubah setia terhadap Tuhan. Ia tidak lagi berpegang pada firman Tuhan, tidak meminta petunjuk Tuhan dan malahan meminta petunjuk kepada arwah yang merupakan perbuatan yang keji di mata Tuhan. Sebagai akibat, takhta kerajaannya runtuh, ia mati terbunuh dan tidak seorang pun dari keturunannya yang menjadi raja atas Israel. Apabila ketidaksetiaan kita kepada Tuhan membuat bangunan hidup kita tidak terikat dengan teguh kepada-Nya, maka kesetiaan terhadap Tuhan akan mengakibatkan hidup kita senantiasa berkemenangan sampai kepada akhirnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda bersikap setia kepada Tuhan? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau pribadi yang setia. Engkau setia kepada firman-Mu dan kepada umat-Mu. Tolonglah aku untuk hidup meneladani kesetiaan-Mu, yaitu dengan bersikap setia kepada diri-Mu, firman-Mu dan tuntunan-Mu. Ampunilah aku apabila di berbagai keadaan aku melupakan Engkau, mengabaikan firman-Mu dan tidak merasa memerlukan tuntunan-Mu. Sekarang aku sadar justru di titik itulah aku berada di posisi yang paling lemah dalam hidupku. Ajarlah aku untuk tidak menjadi takabur dengan beranggapan bahwa aku dapat hidup tanpa bergantung kepada-Mu. Tuhan, tolonglah aku.

 

Aku bersyukur untuk pimpinan dan kesetiaan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Melalui Roh dan firman-Mu Engkau membimbing aku di jalan-jalan-Mu yang benar. Dengan setia Engkau telah menyertai hidupku dan tidak pernah membiarkan aku berjalan sendirian. Dengan kasih setia-Mu Engkau selalu meraih hidupku dari jalan yang sesat dan membawaku kembali kepada-Mu. Aku sekali lagi berterima kasih untuk rahmat dan kemurahan-Mu itu. Aku menyerahkan semua yang telah aku kerjakan pada hari ini dan masa depanku ke dalam tangan anugerah-Mu. Kepada-Mu, ya Tuhan, aku berharap. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sang Batu Karang yang teguh, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.