Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Rabu, 16 Mei 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku. (Mazmur 86:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. 3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. (2Korintus 8:1-3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Pengikut Kristus tidak boleh hidup bergantung kepada keadaan, namun kepada anugerah Tuhan. Memang hidup kita tidak sepenuhnya terlepas dari keadaan, namun bukan berarti karena itu maka kita boleh membiarkan keadaan menentukan bagaimana kita akan hidup. Sebab kita tahu bahwa keadaan di sekitar kita tidaklah tetap tetapi berubah-ubah, bahkan adakalanya berlangsung tidak seperti yang kita inginkan. Sebagai akibat, apabila diri kita bergantung kepada keadaan maka hidup kita akan terombang-ambing dan kita tidak akan dapat hidup seperti yang Tuhan maksudkan. Yang benar adalah, dengan bergantung kepada anugerah Tuhan maka kita akan hidup melampaui keadaan di sekitar kita.

 

Hal ini dapat kita lihat pada jemaat di Makedonia. Sebagaimana yang ditulis oleh Paulus di dalam 2Korintus 8, mereka hidup di dalam keadaan yang sukar. Mereka dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan dan secara jasmaniah mereka dalam keadaan yang miskin. Namun, walaupun demikian mereka tidak hidup bergantung kepada keadaan sukar itu. Sebaliknya, dengan bergantung kepada kasih karunia atau anugerah Allah mereka hidup di dalam sukacita yang meluap dan di dalam kemurahan hati mereka memberi bantuan keuangan kepada Paulus di dalam mengemban tugas pelayanannya. Dengan demikian mereka membuktikan bahwa sebagai pengikut Kristus mereka dapat hidup tanpa tergantung kepada keadaan namun kepada anugerah Allah.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang menjadi penghalang bagi Anda untuk hidup dalam sukacita dan kemurahan hati? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengatasinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku sadar semua yang ada di sekitarku berubah-ubah dan tidak dapat diandalkan. Oleh karena itu aku tidak bersedia menyandarkan diri dan menggantungkan harapan kepada semua yang ada di sekitarku. Sebaliknya, kepada-Mu dan anugerah-Mu aku mengandalkan hidupku. Anugerah-Mu cukup bagiku. Di dalam kelemahanku aku dapat memandang hari depan tanpa takut dan ragu, sebab rencana-Mu tidak pernah gagal dan maksud-Mu selalu indah bagiku. Di dalam Engkau aku bersukacita dan akan selalu bersukacita.

 

Tuhan, sebagaimana Engkau bersikap murah hati terhadap diriku ajarlah aku untuk dapat hidup bermurah hati juga kepada sesamaku. Sebab hanya dengan demikian barulah aku patut disebut sebagai anak-anak-Mu. Tuntunlah aku dengan Roh-Mu yang kudus di sepanjang hari ini, agar aku dapat mengambil keputusan-keputusan dengan benar. Sertailah aku di dalam semua aktivitas yang aku kerjakan pada hari ini. Pakailah hidupku untuk memuliakan nama-Mu. Biarlah sukacita-Mu dan kemurahan hati-Mu yang memenuhi hatiku menjadikan diriku saksi-Mu yang hidup di tengah-tengah lingkunganku. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sumber sukacita yang sejati, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

2Korintus 8

Mazmur 135

1Tawarikh 5-7

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Rabu, 16 Mei 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. 2 Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. 3 Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah. (Mazmur 95:1-3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Haleluya! Pujilah nama TUHAN, pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, 2 hai orang-orang yang datang melayani di rumah TUHAN, di pelataran rumah Allah kita! 3 Pujilah TUHAN, sebab TUHAN itu baik, bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama itu indah! (Mazmur 135:1-3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau layak menerima segala pujian dan syukur karena tidak ada Allah yang seperti diri-Mu. Engkau Allah yang dahsyat yang menjadikan langit dan bumi beserta segala isinya. Engkau tidak dapat dibandingkan dengan ilah maupun berhala yang mati karena Engkaulah Allah yang hidup. Tidak ada alasan bagiku untuk tidak mengangkat pujian dan syukur dengan segenap hatiku. Aku percaya bahwa Engkau turut bekerja dalam segala persoalan yang aku hadapi untuk mendatangkan kebaikan bagi hidupku. Kebaikan dan kasih setia-Mu itulah yang mengenyangkan hatiku sehingga sepanjang hari mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu.

 

Tuhan, pimpinlah hidupku dalam menjalani segala aktivitasku di sepanjang hari ini. Ingatkan aku untuk selalu percaya bahwa Engkau menyertai aku di setiap saat dan menolong diriku untuk mengalami keberhasilan di dalam apa yang aku kerjakan. Lindungilah diriku dari segala hal yang membahayakan maupun dari orang-orang yang merencanakan hal yang jahat terhadap diriku. Biarlah aku selalu mengingat semua kebaikan dan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib yang pernah aku alami, dan dari dalam hatiku selalu terpancar sukacita dan ucapan syukur kepada-Mu. Hanya di dalam nama Yesus yang ajaib dan berkuasa aku menaikkan doaku ini, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Rabu, 16 Mei 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

17 Tetapi aku berseru kepada Allah, dan TUHAN akan menyelamatkan aku. 18 --Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku. 19 Ia membebaskan aku dengan aman 20 Allah akan mendengar dan merendahkan mereka, --Dia yang bersemayam sejak purbakala. (Mazmur 55:17-20)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

25 Tetapi ketika mereka berubah setia terhadap Allah nenek moyang mereka dan berzinah dengan mengikuti segala allah bangsa-bangsa negeri yang telah dimusnahkan Allah dari depan mereka, 26 maka Allah Israel menggerakkan hati Pul, yakni Tilgat-Pilneser, raja Asyur, lalu raja itu mengangkut mereka ke dalam pembuangan, yaitu orang Ruben, orang Gad dan setengah suku Manasye. Ia membawa mereka ke Halah, Habor, Hara dan sungai negeri Gozan; demikianlah mereka ada di sana sampai hari ini. (1Tawarikh 5:25-26)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bukan hanya bagaimana kita memulai hidup ini saja yang penting, namun juga bagaimana kita mengakhirinya tidaklah boleh diabaikan. Tidak jarang orang mengawali kariernya dengan baik namun sayang ia tidak memeliharanya dengan bertanggung jawab sehingga mengakhirinya dengan buruk. Demikian juga tidak sedikit orang yang mengawali perjalanan imannya dengan gemilang, tetapi karena tidak memeliharanya dengan benar maka hidup kerohaniannya berakhir dalam keadaan yang berantakan. Itu sebabnya adalah penting bagi kita untuk tetap bersikap setia kepada Tuhan, agar supaya dengan demikian kita dapat memelihara iman sampai akhir dengan gemilang.

 

Hal itulah yang tidak dialami oleh suku Ruben, Gad dan setengah dari suku Manasye. Mereka tinggal di seberang timur sungai Yordan. Sebagaimana yang dicatat di dalam 1Tawarikh 5, pada awalnya mereka hidup bergantung kepada Tuhan sehingga Allah menganugerahi mereka dengan kemenangan atas bangsa-bangsa Kanaan. Namun sesudah diberkati Tuhan mereka berubah setia terhadap Allah dengan menyembah ilah-ilah lain. Sebagai akibat, Allah menyerahkan mereka ke tangan raja Asyur dan diangkut ke pembuangan. Mereka telah memulai kehidupan mereka di Tanah Perjanjian dengan baik namun sayang tidak mengakhirinya dengan gemilang. Hal ini merupakan suatu pelajaran agar tidak terulang di dalam hidup kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda pernah melupakan Tuhan setelah hidup Anda diberkati-Nya? Apa yang harus Anda lakukan untuk menghindari hal tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang baik, aku bersyukur untuk pertolongan-Mu dalam hidupku yang tidak pernah habis-habisnya. Tolonglah aku agar tidak pernah melupakan kemurahan-Mu bagi hidupku. Sehingga ketika aku mengalami keberhasilan dan menikmati semua berkat-Mu aku tidak menjadi takabur dan berubah setia kepada-Mu. Karena aku sadar bahwa sesungguhnya semua yang aku capai dan miliki hari ini adalah berasal dari pada-Mu. Oleh sebab itu ampunilah aku, ya Tuhan, kalau di dalam kenyamanan dan kemapanan aku melupakan diri-Mu. Tolonglah diriku dengan Roh Kudus-Mu dan firman-Mu agar aku selalu hidup di dalam kerendahan hati dan sikap mawas diri. Supaya dengan demikian hidupku selalu berkenan kepada-Mu.

 

Tuhan, aku bersyukur untuk semua kebaikan-Mu yang telah kualami pada hari ini. Tidak terhitung berkat-berkat-Mu yang telah aku terima dan tidak terbilang pertolongan-Mu yang telah aku alami di dalam hidupku. Semua itu memungkinkan aku untuk menatap hari esok tanpa rasa ragu, dan menyanggupkan diriku untuk mengarungi samudera kehidupan ini dengan penuh pengharapan. Engkau tidak pernah mengingkari janji-Mu. Dengan setia Engkau selalu menggenapi firman-Mu. Terima kasih Tuhan untuk hari yang penuh berkat yang telah aku jalani pada hari ini. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penuntun hidupku, aku telah berdoa dan mengucap syukur, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Rabu, 16 Mei 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku. (Mazmur 86:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. 3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. (2Korintus 8:1-3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Pengikut Kristus tidak boleh hidup bergantung kepada keadaan, namun kepada anugerah Tuhan. Memang hidup kita tidak sepenuhnya terlepas dari keadaan, namun bukan berarti karena itu maka kita boleh membiarkan keadaan menentukan bagaimana kita akan hidup. Sebab kita tahu bahwa keadaan di sekitar kita tidaklah tetap tetapi berubah-ubah, bahkan adakalanya berlangsung tidak seperti yang kita inginkan. Sebagai akibat, apabila diri kita bergantung kepada keadaan maka hidup kita akan terombang-ambing dan kita tidak akan dapat hidup seperti yang Tuhan maksudkan. Yang benar adalah, dengan bergantung kepada anugerah Tuhan maka kita akan hidup melampaui keadaan di sekitar kita.

 

Hal ini dapat kita lihat pada jemaat di Makedonia. Sebagaimana yang ditulis oleh Paulus di dalam 2Korintus 8, mereka hidup di dalam keadaan yang sukar. Mereka dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan dan secara jasmaniah mereka dalam keadaan yang miskin. Namun, walaupun demikian mereka tidak hidup bergantung kepada keadaan sukar itu. Sebaliknya, dengan bergantung kepada kasih karunia atau anugerah Allah mereka hidup di dalam sukacita yang meluap dan di dalam kemurahan hati mereka memberi bantuan keuangan kepada Paulus di dalam mengemban tugas pelayanannya. Dengan demikian mereka membuktikan bahwa sebagai pengikut Kristus mereka dapat hidup tanpa tergantung kepada keadaan namun kepada anugerah Allah.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang menjadi penghalang bagi Anda untuk hidup dalam sukacita dan kemurahan hati? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengatasinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku sadar semua yang ada di sekitarku berubah-ubah dan tidak dapat diandalkan. Oleh karena itu aku tidak bersedia menyandarkan diri dan menggantungkan harapan kepada semua yang ada di sekitarku. Sebaliknya, kepada-Mu dan anugerah-Mu aku mengandalkan hidupku. Anugerah-Mu cukup bagiku. Di dalam kelemahanku aku dapat memandang hari depan tanpa takut dan ragu, sebab rencana-Mu tidak pernah gagal dan maksud-Mu selalu indah bagiku. Di dalam Engkau aku bersukacita dan akan selalu bersukacita.

 

Tuhan, sebagaimana Engkau bersikap murah hati terhadap diriku ajarlah aku untuk dapat hidup bermurah hati juga kepada sesamaku. Sebab hanya dengan demikian barulah aku patut disebut sebagai anak-anak-Mu. Tuntunlah aku dengan Roh-Mu yang kudus di sepanjang hari ini, agar aku dapat mengambil keputusan-keputusan dengan benar. Sertailah aku di dalam semua aktivitas yang aku kerjakan pada hari ini. Pakailah hidupku untuk memuliakan nama-Mu. Biarlah sukacita-Mu dan kemurahan hati-Mu yang memenuhi hatiku menjadikan diriku saksi-Mu yang hidup di tengah-tengah lingkunganku. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sumber sukacita yang sejati, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

2Korintus 8

Mazmur 135

1Tawarikh 5-7

 

Rabu, 16 Mei 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. 2 Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. 3 Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah. (Mazmur 95:1-3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Haleluya! Pujilah nama TUHAN, pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, 2 hai orang-orang yang datang melayani di rumah TUHAN, di pelataran rumah Allah kita! 3 Pujilah TUHAN, sebab TUHAN itu baik, bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama itu indah! (Mazmur 135:1-3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau layak menerima segala pujian dan syukur karena tidak ada Allah yang seperti diri-Mu. Engkau Allah yang dahsyat yang menjadikan langit dan bumi beserta segala isinya. Engkau tidak dapat dibandingkan dengan ilah maupun berhala yang mati karena Engkaulah Allah yang hidup. Tidak ada alasan bagiku untuk tidak mengangkat pujian dan syukur dengan segenap hatiku. Aku percaya bahwa Engkau turut bekerja dalam segala persoalan yang aku hadapi untuk mendatangkan kebaikan bagi hidupku. Kebaikan dan kasih setia-Mu itulah yang mengenyangkan hatiku sehingga sepanjang hari mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu.

 

Tuhan, pimpinlah hidupku dalam menjalani segala aktivitasku di sepanjang hari ini. Ingatkan aku untuk selalu percaya bahwa Engkau menyertai aku di setiap saat dan menolong diriku untuk mengalami keberhasilan di dalam apa yang aku kerjakan. Lindungilah diriku dari segala hal yang membahayakan maupun dari orang-orang yang merencanakan hal yang jahat terhadap diriku. Biarlah aku selalu mengingat semua kebaikan dan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib yang pernah aku alami, dan dari dalam hatiku selalu terpancar sukacita dan ucapan syukur kepada-Mu. Hanya di dalam nama Yesus yang ajaib dan berkuasa aku menaikkan doaku ini, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Rabu, 16 Mei 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

17 Tetapi aku berseru kepada Allah, dan TUHAN akan menyelamatkan aku. 18 --Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku. 19 Ia membebaskan aku dengan aman 20 Allah akan mendengar dan merendahkan mereka, --Dia yang bersemayam sejak purbakala. (Mazmur 55:17-20)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

25 Tetapi ketika mereka berubah setia terhadap Allah nenek moyang mereka dan berzinah dengan mengikuti segala allah bangsa-bangsa negeri yang telah dimusnahkan Allah dari depan mereka, 26 maka Allah Israel menggerakkan hati Pul, yakni Tilgat-Pilneser, raja Asyur, lalu raja itu mengangkut mereka ke dalam pembuangan, yaitu orang Ruben, orang Gad dan setengah suku Manasye. Ia membawa mereka ke Halah, Habor, Hara dan sungai negeri Gozan; demikianlah mereka ada di sana sampai hari ini. (1Tawarikh 5:25-26)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bukan hanya bagaimana kita memulai hidup ini saja yang penting, namun juga bagaimana kita mengakhirinya tidaklah boleh diabaikan. Tidak jarang orang mengawali kariernya dengan baik namun sayang ia tidak memeliharanya dengan bertanggung jawab sehingga mengakhirinya dengan buruk. Demikian juga tidak sedikit orang yang mengawali perjalanan imannya dengan gemilang, tetapi karena tidak memeliharanya dengan benar maka hidup kerohaniannya berakhir dalam keadaan yang berantakan. Itu sebabnya adalah penting bagi kita untuk tetap bersikap setia kepada Tuhan, agar supaya dengan demikian kita dapat memelihara iman sampai akhir dengan gemilang.

 

Hal itulah yang tidak dialami oleh suku Ruben, Gad dan setengah dari suku Manasye. Mereka tinggal di seberang timur sungai Yordan. Sebagaimana yang dicatat di dalam 1Tawarikh 5, pada awalnya mereka hidup bergantung kepada Tuhan sehingga Allah menganugerahi mereka dengan kemenangan atas bangsa-bangsa Kanaan. Namun sesudah diberkati Tuhan mereka berubah setia terhadap Allah dengan menyembah ilah-ilah lain. Sebagai akibat, Allah menyerahkan mereka ke tangan raja Asyur dan diangkut ke pembuangan. Mereka telah memulai kehidupan mereka di Tanah Perjanjian dengan baik namun sayang tidak mengakhirinya dengan gemilang. Hal ini merupakan suatu pelajaran agar tidak terulang di dalam hidup kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda pernah melupakan Tuhan setelah hidup Anda diberkati-Nya? Apa yang harus Anda lakukan untuk menghindari hal tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang baik, aku bersyukur untuk pertolongan-Mu dalam hidupku yang tidak pernah habis-habisnya. Tolonglah aku agar tidak pernah melupakan kemurahan-Mu bagi hidupku. Sehingga ketika aku mengalami keberhasilan dan menikmati semua berkat-Mu aku tidak menjadi takabur dan berubah setia kepada-Mu. Karena aku sadar bahwa sesungguhnya semua yang aku capai dan miliki hari ini adalah berasal dari pada-Mu. Oleh sebab itu ampunilah aku, ya Tuhan, kalau di dalam kenyamanan dan kemapanan aku melupakan diri-Mu. Tolonglah diriku dengan Roh Kudus-Mu dan firman-Mu agar aku selalu hidup di dalam kerendahan hati dan sikap mawas diri. Supaya dengan demikian hidupku selalu berkenan kepada-Mu.

 

Tuhan, aku bersyukur untuk semua kebaikan-Mu yang telah kualami pada hari ini. Tidak terhitung berkat-berkat-Mu yang telah aku terima dan tidak terbilang pertolongan-Mu yang telah aku alami di dalam hidupku. Semua itu memungkinkan aku untuk menatap hari esok tanpa rasa ragu, dan menyanggupkan diriku untuk mengarungi samudera kehidupan ini dengan penuh pengharapan. Engkau tidak pernah mengingkari janji-Mu. Dengan setia Engkau selalu menggenapi firman-Mu. Terima kasih Tuhan untuk hari yang penuh berkat yang telah aku jalani pada hari ini. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penuntun hidupku, aku telah berdoa dan mengucap syukur, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.