Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Senin, 14 Mei 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib. (Mazmur 71:17)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? (2Korintus 6:14)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Sebagaimana terang berbeda dengan kegelapan demikianlah pengikut Kristus haruslah hidup berbeda dengan orang yang tidak seiman dengan dirinya. Perbedaan tersebut antara lain di dalam hal iman, tata nilai dan perilaku kehidupan. Oleh sebab itu pengikut Kristus tidak boleh mengikatkan diri di dalam kesatuan dengan orang yang belum seiman, khususnya dalam ikatan relasi yang dapat melunturkan iman mereka. Salah satunya adalah ikatan perkawinan. Ikatan seperti itu bukan saja akan menghalangi berkat Allah atas hidup yang bersangkutan tetapi juga dapat menyeret mereka untuk berkompromi dengan tata nilai dan perilaku yang tidak kristiani. Kompromi seperti itu akan mengakibatkan mereka tidak lagi hidup berbeda dengan orang yang belum mengenal Kristus.

 

Hal itulah yang menjadi salah satu alasan dari peringatan rasul Paulus agar jemaat tidak menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang yang tak percaya, seperti yang ditulis di dalam 2Korintus 6. Bukan berarti mereka tidak boleh bergaul dengan orang yang belum seiman, sebab bila demikian maka pengikut Kristus tidak akan dapat menjadi saksi dan mempengaruhi lingkungan sekitar mereka. Namun apabila mereka bukan sekedar bergaul, tetapi menjalin relasi yang mengikat secara rohani seperti suatu perkawinan, maka ikatan seperti itulah yang dilarang oleh firman Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda hidup berbeda dengan orang yang belum beriman kepada Kristus? Bila sudah, apakah perbedaannya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa Sorgawi, aku mengucap syukur karena oleh anugerah-Mu Engkau telah memanggil aku keluar dari kegelapan dosa dan hidup di dalam terang kebenaran-Mu. Dan di dalam rencana-Mu yang besar Engkau telah memanggil diriku untuk menjadi terang bagi lingkungan di sekitarku. Oleh karena itu tolonglah aku agar dapat hidup berbeda dengan kegelapan yang ada di sekitarku, sebab hanya dengan demikian barulah aku dapat hidup menjadi saksi-Mu. Tolonglah aku untuk dapat menjaga pergaulanku sebagai pergaulan yang sehat dan tidak membiarkan diriku menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang yang tak percaya.

 

Memasuki pekan yang baru ini kembali aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Lebih dari semua hal aku memohon penyertaan dan tuntunan-Mu di dalam hidupku sehari-hari di sepanjang minggu ini. Jagalah diriku baik di dalam pikiran, niatan hati, perkataan dan perbuatan agar hidupku dapat menjadi berkat bagi lingkunganku. Tolonglah aku di dalam semua hal yang aku kerjakan hari ini dan jadikan semua itu berhasil serta memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

2Korintus 6

Mazmur 133

1Tawarikh 1-2

 

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Senin, 14 Mei 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

5 Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring, 6 dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN! (Mazmur 98:5, 6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! 3 Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. (Mazmur 133:1, 3b)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku menyadari pentingnya kesanggupan untuk menerima semua orang di dalam segala kekurangan dan kelebihan mereka, dan belajar berdamai di dalam perbedaan. Bukan hanya di antara sanak keluargaku sendiri, tetapi juga saling menerima di dalam kesehatian di antara sesama saudara seiman. Sebab di dalam kesehatian itulah akan terdapat kekuatan, damai sejahtera dan berkat-berkat-Mu. Bahkan melaluinya barulah aku dapat menjadi saksi-Mu di dalam kehidupanku sehari-hari. Tolonglah aku untuk mampu menerima orang yang lemah dan tidak sempurna seperti Engkau sendiri telah bersedia menerima diriku manusia yang terbatas dan penuh dengan kekurangan ini.

 

Tuhan, aku memohon penyertaan-Mu di dalam hidupku agar aku dapat menjadi pembawa damai bagi lingkungan di sekitarku. Di tengah perpecahan dan perseteruan aku menjadi jembatan yang merukunkan. Di tengah percideraan dan persengketaan aku menjadi pembawa pemulihan. Aku berdoa penuhi hatiku dengan kasih seperti yang ada di dalam hati-Mu, dan kerelaan untuk mengampuni seperti Engkau sendiri telah mengampuni diriku. Oleh pertolongan Roh Kudus-Mu dan melalui tuntunan firman-Mu aku dapat menjadi saluran berkat-Mu bagi orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Tuhan Yesus yang penuh dengan anugerah aku berdoa dan mengucap syukur, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Senin, 14 Mei 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, 3 supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. (Mazmur 67:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Adam, Set, Enos, 2 Kenan, Mahalaleel, Yared, 3 Henokh, Metusalah, Lamekh, 4 Nuh, Sem, Ham dan Yafet. (1Tawarikh 1:1-4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Berhati-hatilah, karena tindakan kita di masa kini akan berdampak sampai ke masa depan yang jauh lebih dari yang dapat kita perkirakan. Hukum sebab akibat merupakan prinsip yang bersifat universal dan tak terbantahkan. Apa yang ditabur orang itulah yang akan dituainya. Apa yang dikerjakan oleh seseorang dapat berdampak terhadap dirinya sendiri, lingkungannya dan bahkan terhadap generasi-generasi berikutnya. Seorang yang menanam sebatang pohon belum tentu akan sempat memetik buahnya, namun bisa jadi baru anak cucunyalah yang akan menikmatinya. Oleh sebab itu di dalam bertindak orang tidak boleh bersikap ceroboh karena buah dari tindakannya tersebut dapat berakibat sampai kepada anak cucunya.

 

Hal tersebutlah yang dapat kita lihat di dalam silsilah keturunan Adam sebagaimana yang dicatat di dalam 1Tawarikh 1. Di situ disebut bahwa Adam memperanakan Set, Set memperanakan Enos, Enos memperanakan Kenan, demikian seterusnya sampai kepada Abraham dan anak cucunya. Padahal di samping Set, menurut catatan Kejadian 4 sebenarnya Adam juga memiliki anak yang bernama Kain dan Habel. Habel mati dibunuh oleh Kain. Namun di dalam 1Tawarikh 1 nama Kain dan keturunannya sama sekali tidak disebutkan. Kejahatannya dalam membunuh adiknya, Habel, mengakibatkan kehidupan Kain seakan-akan terhapuskan dari catatan sejarah keselamatan atau heilege geschichte. Tindakan kejahatan yang ia lakukan bukan hanya berdampak terhadap dirinya sendiri tetapi juga terhadap anak cucunya, artinya berdampak sampai ke masa depan yang lebih jauh dari yang ia perkirakan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Karena tindakan Anda dapat berdampak sampai ke masa depan, apakah yang semestinya Anda lakukan sebelum melakukan sesuatu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tolonglah aku dengan Roh Kudus-Mu agar aku berpikir, berbicara dan bertindak di dalam hikmat-Mu. Sebab aku menyadari semua yang aku tabur akan aku tuai. Semua yang aku lakukan akan berimbas terhadap diriku bahkan sampai kepada masa depan generasi-generasi yang berada di bawahku. Jauhkan diriku dari pikiran jahat dan niatan yang buruk yang bertentangan dengan kehendak-Mu. Sebaliknya, oleh tuntunan firman-Mu tolonglah aku untuk menaburkan kebaikan dan perbuatan-perbuatan yang memuliakan nama-Mu di dalam kehidupanku sehari-hari.

 

Di dalam rasa syukurku aku kembali memasrahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Aku berterima kasih karena Engkau telah menuntun diriku di sepanjang hari yang telah aku lewati sampai saat ini. Engkau telah menjaga diriku dari melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari kehendak-Mu dan menempuh jalan yang mendukakan hati-Mu. Di dalam penyertaan-Mu aku melewati hari ini di dalam damai sejahtera, pertolongan dan perlindungan-Mu. Tuhan, sempurnakanlah semua yang telah aku kerjakan sepanjang hari ini dengan anugerah-Mu yang memberikan keberhasilan. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Senin, 14 Mei 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib. (Mazmur 71:17)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? (2Korintus 6:14)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Sebagaimana terang berbeda dengan kegelapan demikianlah pengikut Kristus haruslah hidup berbeda dengan orang yang tidak seiman dengan dirinya. Perbedaan tersebut antara lain di dalam hal iman, tata nilai dan perilaku kehidupan. Oleh sebab itu pengikut Kristus tidak boleh mengikatkan diri di dalam kesatuan dengan orang yang belum seiman, khususnya dalam ikatan relasi yang dapat melunturkan iman mereka. Salah satunya adalah ikatan perkawinan. Ikatan seperti itu bukan saja akan menghalangi berkat Allah atas hidup yang bersangkutan tetapi juga dapat menyeret mereka untuk berkompromi dengan tata nilai dan perilaku yang tidak kristiani. Kompromi seperti itu akan mengakibatkan mereka tidak lagi hidup berbeda dengan orang yang belum mengenal Kristus.

 

Hal itulah yang menjadi salah satu alasan dari peringatan rasul Paulus agar jemaat tidak menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang yang tak percaya, seperti yang ditulis di dalam 2Korintus 6. Bukan berarti mereka tidak boleh bergaul dengan orang yang belum seiman, sebab bila demikian maka pengikut Kristus tidak akan dapat menjadi saksi dan mempengaruhi lingkungan sekitar mereka. Namun apabila mereka bukan sekedar bergaul, tetapi menjalin relasi yang mengikat secara rohani seperti suatu perkawinan, maka ikatan seperti itulah yang dilarang oleh firman Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda hidup berbeda dengan orang yang belum beriman kepada Kristus? Bila sudah, apakah perbedaannya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa Sorgawi, aku mengucap syukur karena oleh anugerah-Mu Engkau telah memanggil aku keluar dari kegelapan dosa dan hidup di dalam terang kebenaran-Mu. Dan di dalam rencana-Mu yang besar Engkau telah memanggil diriku untuk menjadi terang bagi lingkungan di sekitarku. Oleh karena itu tolonglah aku agar dapat hidup berbeda dengan kegelapan yang ada di sekitarku, sebab hanya dengan demikian barulah aku dapat hidup menjadi saksi-Mu. Tolonglah aku untuk dapat menjaga pergaulanku sebagai pergaulan yang sehat dan tidak membiarkan diriku menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang yang tak percaya.

 

Memasuki pekan yang baru ini kembali aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Lebih dari semua hal aku memohon penyertaan dan tuntunan-Mu di dalam hidupku sehari-hari di sepanjang minggu ini. Jagalah diriku baik di dalam pikiran, niatan hati, perkataan dan perbuatan agar hidupku dapat menjadi berkat bagi lingkunganku. Tolonglah aku di dalam semua hal yang aku kerjakan hari ini dan jadikan semua itu berhasil serta memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

2Korintus 6

Mazmur 133

1Tawarikh 1-2

 

Senin, 14 Mei 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

5 Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring, 6 dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN! (Mazmur 98:5, 6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! 3 Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. (Mazmur 133:1, 3b)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku menyadari pentingnya kesanggupan untuk menerima semua orang di dalam segala kekurangan dan kelebihan mereka, dan belajar berdamai di dalam perbedaan. Bukan hanya di antara sanak keluargaku sendiri, tetapi juga saling menerima di dalam kesehatian di antara sesama saudara seiman. Sebab di dalam kesehatian itulah akan terdapat kekuatan, damai sejahtera dan berkat-berkat-Mu. Bahkan melaluinya barulah aku dapat menjadi saksi-Mu di dalam kehidupanku sehari-hari. Tolonglah aku untuk mampu menerima orang yang lemah dan tidak sempurna seperti Engkau sendiri telah bersedia menerima diriku manusia yang terbatas dan penuh dengan kekurangan ini.

 

Tuhan, aku memohon penyertaan-Mu di dalam hidupku agar aku dapat menjadi pembawa damai bagi lingkungan di sekitarku. Di tengah perpecahan dan perseteruan aku menjadi jembatan yang merukunkan. Di tengah percideraan dan persengketaan aku menjadi pembawa pemulihan. Aku berdoa penuhi hatiku dengan kasih seperti yang ada di dalam hati-Mu, dan kerelaan untuk mengampuni seperti Engkau sendiri telah mengampuni diriku. Oleh pertolongan Roh Kudus-Mu dan melalui tuntunan firman-Mu aku dapat menjadi saluran berkat-Mu bagi orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Tuhan Yesus yang penuh dengan anugerah aku berdoa dan mengucap syukur, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Senin, 14 Mei 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, 3 supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. (Mazmur 67:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Adam, Set, Enos, 2 Kenan, Mahalaleel, Yared, 3 Henokh, Metusalah, Lamekh, 4 Nuh, Sem, Ham dan Yafet. (1Tawarikh 1:1-4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Berhati-hatilah, karena tindakan kita di masa kini akan berdampak sampai ke masa depan yang jauh lebih dari yang dapat kita perkirakan. Hukum sebab akibat merupakan prinsip yang bersifat universal dan tak terbantahkan. Apa yang ditabur orang itulah yang akan dituainya. Apa yang dikerjakan oleh seseorang dapat berdampak terhadap dirinya sendiri, lingkungannya dan bahkan terhadap generasi-generasi berikutnya. Seorang yang menanam sebatang pohon belum tentu akan sempat memetik buahnya, namun bisa jadi baru anak cucunyalah yang akan menikmatinya. Oleh sebab itu di dalam bertindak orang tidak boleh bersikap ceroboh karena buah dari tindakannya tersebut dapat berakibat sampai kepada anak cucunya.

 

Hal tersebutlah yang dapat kita lihat di dalam silsilah keturunan Adam sebagaimana yang dicatat di dalam 1Tawarikh 1. Di situ disebut bahwa Adam memperanakan Set, Set memperanakan Enos, Enos memperanakan Kenan, demikian seterusnya sampai kepada Abraham dan anak cucunya. Padahal di samping Set, menurut catatan Kejadian 4 sebenarnya Adam juga memiliki anak yang bernama Kain dan Habel. Habel mati dibunuh oleh Kain. Namun di dalam 1Tawarikh 1 nama Kain dan keturunannya sama sekali tidak disebutkan. Kejahatannya dalam membunuh adiknya, Habel, mengakibatkan kehidupan Kain seakan-akan terhapuskan dari catatan sejarah keselamatan atau heilege geschichte. Tindakan kejahatan yang ia lakukan bukan hanya berdampak terhadap dirinya sendiri tetapi juga terhadap anak cucunya, artinya berdampak sampai ke masa depan yang lebih jauh dari yang ia perkirakan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Karena tindakan Anda dapat berdampak sampai ke masa depan, apakah yang semestinya Anda lakukan sebelum melakukan sesuatu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tolonglah aku dengan Roh Kudus-Mu agar aku berpikir, berbicara dan bertindak di dalam hikmat-Mu. Sebab aku menyadari semua yang aku tabur akan aku tuai. Semua yang aku lakukan akan berimbas terhadap diriku bahkan sampai kepada masa depan generasi-generasi yang berada di bawahku. Jauhkan diriku dari pikiran jahat dan niatan yang buruk yang bertentangan dengan kehendak-Mu. Sebaliknya, oleh tuntunan firman-Mu tolonglah aku untuk menaburkan kebaikan dan perbuatan-perbuatan yang memuliakan nama-Mu di dalam kehidupanku sehari-hari.

 

Di dalam rasa syukurku aku kembali memasrahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Aku berterima kasih karena Engkau telah menuntun diriku di sepanjang hari yang telah aku lewati sampai saat ini. Engkau telah menjaga diriku dari melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari kehendak-Mu dan menempuh jalan yang mendukakan hati-Mu. Di dalam penyertaan-Mu aku melewati hari ini di dalam damai sejahtera, pertolongan dan perlindungan-Mu. Tuhan, sempurnakanlah semua yang telah aku kerjakan sepanjang hari ini dengan anugerah-Mu yang memberikan keberhasilan. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.