Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

Kamis, 12 April 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. 2 Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah. (Mazmur 90:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? 29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, 30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. 33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. (Lukas 14:28-30, 33)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Untuk diselamatkan kita tidak perlu membayar apapun juga, namun untuk menjadi murid Kristus kita harus membayarnya dengan seluruh hidup kita. Memang kita tidak perlu membayar apapun juga untuk diselamatkan dari hukuman dosa, sebab untuk itu Yesus telah membayarnya secara lunas di kayu salib. Namun untuk menjadi murid-Nya tidak lagi bersifat cuma-cuma. Sebab untuk mengikut Dia kita tidak dapat tetap tinggal di dalam kehidupan yang lama dan sia-sia. Itulah harga dari menjadi murid-Nya. Kita harus menyerahkan seluruh hidup kita agar diubah-Nya menjadi semakin berkenan kepada-Nya. Dengan kata lain, semua orang yang ingin menjadi pengikut atau murid Kristus perlu mengetahui harga yang harus ia bayar dan melangkah untuk membayarnya.

 

Kerelaan untuk menanggung konsekuensi dalam mengikut Yesus inilah yang ditulis di dalam Lukas 14. Yesus tahu bahwa saat itu banyak orang yang ingin mengikut Dia namun mereka belum memiliki komitmen untuk sungguh-sungguh menjadi murid-Nya. Mungkin mereka ingin mengikut Dia sebab saat itu nama Yesus sedang sangat populer di tengah masyarakat. Sehingga bisa jadi mereka berpikir bahwa dengan menjadi pengikut Yesus maka mereka akan menikmati berbagai kenyamanan hidup. Itu sebabnya Yesus berkata bahwa orang yang ingin mengikut Dia harus terlebih dahulu berpikir secara masak-masak, sebab ada harga yang harus mereka bayar untuk itu. Yaitu meninggalkan seluruh hidupnya yang lama, yang Ia istilahkan sebagai "melepaskan dirinya dari segala miliknya." Yesus juga menegaskan bahwa hanya dengan demikianlah baru mereka akan dapat menjadi murid-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda sungguh-sungguh menjadi seorang murid Kristus? Apa alasan Anda dalam menjawab seperti demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur untuk anugerah dalam pengorbanan-Mu di kayu salib yang telah menyelamatkan aku dari dosa dan hukuman dosa. Melalui-Nya harga penebusan yang sangat mahal telah Engkau bayar secara lunas sehingga aku diselamatkan secara cuma-cuma. Namun aku juga sadar bahwa Engkau menyelamatkan diriku bukan hanya dari dosa namun juga untuk memenuhi panggilan-Mu, yaitu hidup sebagai pengikut-Mu. Panggilan yang harus aku bayar dengan menyerahkan seluruh hidupku ke dalam tangan-Mu untuk dibentuk menjadi serupa dengan diri-Mu. Oleh anugerah-Mu aku meninggalkan kehidupanku yang lama dan sia-sia, dan melangkah menjadi murid-Mu seumur hidupku.

 

Ya Tuhan, tuntunlah diriku untuk senantiasa berjalan di dalam kehendak-Mu. Sertailah diriku di setiap langkah kehidupan yang aku ambil, berikan kepadaku hikmat-Mu sehingga aku dapat mengambil keputusan-keputusan yang tepat dan yang berkenan kepada-Mu. Ya Roh Kudus, sertai dan penuhi diriku senantiasa dengan diri-Mu sehingga aku mampu berjalan di jalan-jalan kemenangan bukan hanya di sepanjang hari ini namun seumur hidupku. Tolonglah diriku agar dapat menjadi saksi Kristus yang memberitakan kasih-Nya kepada orang yang mengenal anugerah-Nya. Di dalam nama yang indah dan ajaib, yaitu nama Yesus Kristus, Tuhanku yang hidup aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 14

Mazmur 102

Yosua 15-16

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

Kamis, 12 April 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! (Mazmur 105:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu. 3 Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku! 14 Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya. (Mazmur 102:2-3, 14)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, kasih setia-Mu tidak pernah berubah dalam hidupku. Di setiap saat Engkau mendengarkan doa dan permohonanku. Ketika aku berseru kepada-Mu dari dalam lembah kekelaman dan di tengah kesesakan Engkau menjawab doaku. Tidak pernah Engkau berlambat-lambat di dalam mengulurkan tangan untuk menolong diriku. Namun Engkau selalu ada bagiku dan menyediakan pertolongan untuk diriku tepat pada waktunya. Sebagai penolong di dalam kesesakan Engkau sangat terbukti.

 

Tuhan, aku memohon pimpinan-Mu bagi hidupku di sepanjang hari ini. Apapun yang aku lakukan seturut dengan kehendak-Mu kiranya Engkau membuatnya menjadi berhasil. Sertai diriku senantiasa sehingga orang-orang di sekitarku dapat melihat perbedaan antara orang yang mengandalkan Engkau dengan yang bersandar kepada kemampuan dirinya sendiri. Pakailah diriku untuk menghadirkan damai sejahtera-Mu di manapun aku berada sehingga orang yang belum mengenal kasih-Mu akan juga memberikan diri untuk diperdamaikan dengan diri-Mu melalui Yesus Kristus, Tuhanku. Di dalam nama Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

Kamis, 12 April 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

16 Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari. 17 Engkaulah yang menetapkan segala batas bumi, musim kemarau dan musim hujan Engkaulah yang membuat-Nya. (Mazmur 74:16, 17)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Bagian yang diundikan kepada suku bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka adalah sampai ke batas tanah Edom, sampai ke padang gurun Zin ke selatan, di ujung selatan. 13 Tetapi kepada Kaleb bin Yefune diberikan Yosua sebagian di tengah-tengah bani Yehuda itu, yakni Kiryat-Arba, seperti yang dititahkan TUHAN kepadanya; Arba ialah bapa Enak. Itulah Hebron. 14 Dan Kaleb menghalau dari sana ketiga orang Enak, yakni Sesai, Ahiman dan Talmai, anak-anak Enak. (Yosua 15:1, 13-14)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Hidup ini adalah karena anugerah, dan Tuhan menghargai orang yang sungguh-sungguh bersandar kepada anugerah-Nya. Tidak dapat dipungkiri bahwa semua kemurahan Tuhan yang kita alami di dalam hidup kita semata-mata karena anugerah-Nya, dan bukan karena kita baik atau karena kita berbuat baik. Namun bukan berarti dengan demikian maka kita tidak perlu berbuat apa-apa, bersikap pasif alias menerima nasib saja. Justru sebaliknya, dengan bersandarkan kepada anugerah Tuhan kita harus berjuang untuk meraih penggenapan dari janji-janji-Nya. Tuhan menghargai sikap ini, yaitu dengan memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada orang yang percaya kepada-Nya itu. Sebab kerelaan untuk berjuang tersebut merupakan wujud dari iman terhadap anugerah-Nya.

 

Penghargaan tersebutlah yang Ia berikan kepada Kaleb sebagaimana yang dicatat di dalam Yosua 15. Kepada segenap bani Yehuda Tuhan memberikan wilayah yang telah Ia tentukan berdasarkan anugerah-Nya. Namun kepada Kaleb, yang juga adalah orang Yehuda, Allah melalui Yosua memberikan daerah yang khusus di dalam wilayah bani Yehuda, yaitu daerah Kiryat-Arba. Pemberian yang khusus ini adalah karena Kaleb tidak duduk berpangku tangan, bersikap pasif dan menerima nasib. Namun dengan bersandarkan pada anugerah Allah ia di usianya yang lanjut bersedia berjuang untuk menaklukkan orang-orang Enak yang berperawakan tinggi besar. Allah menghargai perjuangan Kaleb dalam iman kepada anugerah-Nya ini, yaitu dengan memberikan kepercayaan yang lebih besar kepadanya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sebaliknya dari hidup menerima nasib apakah yang seharusnya menjadi sikap seorang pengikut Kristus? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur untuk semua berkat yang telah aku terima di dalam anugerah-Mu. Dengan bersandar kepada anugerah-Mu itu aku berjuang di dalam iman untuk meraih penggenapan semua janji-janji-Mu. Aku percaya bahwa hidupku tidaklah boleh diserahkan kepada nasib, namun kepada rencana-Mu yang indah bagi diriku. Oleh sebab itu seberapa besar pun tantangan yang harus aku hadapi di dalam hidupku aku percaya bahwa imanku kepada-Mu tidaklah akan sia-sia. Engkau yang akan memberikan kemenangan kepadaku atas semua kesulitan yang aku hadapi dan bersama-Mu aku akan melakukan perkara-perkara yang besar demi kehormatan dan kemuliaan-Mu.

 

Ya Tuhan, terima kasih untuk penyertaan-Mu terhadap diriku di sepanjang hari ini. Engkau telah memampukan diriku untuk mengerjakan semua tugas-tugasku. Aku percaya semua yang aku upayakan di sepanjang hari ini tidak akan sia-sia, karena Engkau turut bekerja di dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi hidupku. Aku menyerahkan semua yang telah aku hasilkan hari ini ke dalam tangan-Mu, sempurnakan dan jadikanlah semuanya itu berhasil. Aku menyerahkan seluruh hidupku baik di malam ini maupun di hari-hari yang ada di hadapanku ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang rencana-Nya mulia bagi hidupku aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Kamis, 12 April 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. 2 Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah. (Mazmur 90:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? 29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, 30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. 33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. (Lukas 14:28-30, 33)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Untuk diselamatkan kita tidak perlu membayar apapun juga, namun untuk menjadi murid Kristus kita harus membayarnya dengan seluruh hidup kita. Memang kita tidak perlu membayar apapun juga untuk diselamatkan dari hukuman dosa, sebab untuk itu Yesus telah membayarnya secara lunas di kayu salib. Namun untuk menjadi murid-Nya tidak lagi bersifat cuma-cuma. Sebab untuk mengikut Dia kita tidak dapat tetap tinggal di dalam kehidupan yang lama dan sia-sia. Itulah harga dari menjadi murid-Nya. Kita harus menyerahkan seluruh hidup kita agar diubah-Nya menjadi semakin berkenan kepada-Nya. Dengan kata lain, semua orang yang ingin menjadi pengikut atau murid Kristus perlu mengetahui harga yang harus ia bayar dan melangkah untuk membayarnya.

 

Kerelaan untuk menanggung konsekuensi dalam mengikut Yesus inilah yang ditulis di dalam Lukas 14. Yesus tahu bahwa saat itu banyak orang yang ingin mengikut Dia namun mereka belum memiliki komitmen untuk sungguh-sungguh menjadi murid-Nya. Mungkin mereka ingin mengikut Dia sebab saat itu nama Yesus sedang sangat populer di tengah masyarakat. Sehingga bisa jadi mereka berpikir bahwa dengan menjadi pengikut Yesus maka mereka akan menikmati berbagai kenyamanan hidup. Itu sebabnya Yesus berkata bahwa orang yang ingin mengikut Dia harus terlebih dahulu berpikir secara masak-masak, sebab ada harga yang harus mereka bayar untuk itu. Yaitu meninggalkan seluruh hidupnya yang lama, yang Ia istilahkan sebagai "melepaskan dirinya dari segala miliknya." Yesus juga menegaskan bahwa hanya dengan demikianlah baru mereka akan dapat menjadi murid-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda sungguh-sungguh menjadi seorang murid Kristus? Apa alasan Anda dalam menjawab seperti demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur untuk anugerah dalam pengorbanan-Mu di kayu salib yang telah menyelamatkan aku dari dosa dan hukuman dosa. Melalui-Nya harga penebusan yang sangat mahal telah Engkau bayar secara lunas sehingga aku diselamatkan secara cuma-cuma. Namun aku juga sadar bahwa Engkau menyelamatkan diriku bukan hanya dari dosa namun juga untuk memenuhi panggilan-Mu, yaitu hidup sebagai pengikut-Mu. Panggilan yang harus aku bayar dengan menyerahkan seluruh hidupku ke dalam tangan-Mu untuk dibentuk menjadi serupa dengan diri-Mu. Oleh anugerah-Mu aku meninggalkan kehidupanku yang lama dan sia-sia, dan melangkah menjadi murid-Mu seumur hidupku.

 

Ya Tuhan, tuntunlah diriku untuk senantiasa berjalan di dalam kehendak-Mu. Sertailah diriku di setiap langkah kehidupan yang aku ambil, berikan kepadaku hikmat-Mu sehingga aku dapat mengambil keputusan-keputusan yang tepat dan yang berkenan kepada-Mu. Ya Roh Kudus, sertai dan penuhi diriku senantiasa dengan diri-Mu sehingga aku mampu berjalan di jalan-jalan kemenangan bukan hanya di sepanjang hari ini namun seumur hidupku. Tolonglah diriku agar dapat menjadi saksi Kristus yang memberitakan kasih-Nya kepada orang yang mengenal anugerah-Nya. Di dalam nama yang indah dan ajaib, yaitu nama Yesus Kristus, Tuhanku yang hidup aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 14

Mazmur 102

Yosua 15-16

Kamis, 12 April 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! (Mazmur 105:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu. 3 Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku! 14 Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya. (Mazmur 102:2-3, 14)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, kasih setia-Mu tidak pernah berubah dalam hidupku. Di setiap saat Engkau mendengarkan doa dan permohonanku. Ketika aku berseru kepada-Mu dari dalam lembah kekelaman dan di tengah kesesakan Engkau menjawab doaku. Tidak pernah Engkau berlambat-lambat di dalam mengulurkan tangan untuk menolong diriku. Namun Engkau selalu ada bagiku dan menyediakan pertolongan untuk diriku tepat pada waktunya. Sebagai penolong di dalam kesesakan Engkau sangat terbukti.

 

Tuhan, aku memohon pimpinan-Mu bagi hidupku di sepanjang hari ini. Apapun yang aku lakukan seturut dengan kehendak-Mu kiranya Engkau membuatnya menjadi berhasil. Sertai diriku senantiasa sehingga orang-orang di sekitarku dapat melihat perbedaan antara orang yang mengandalkan Engkau dengan yang bersandar kepada kemampuan dirinya sendiri. Pakailah diriku untuk menghadirkan damai sejahtera-Mu di manapun aku berada sehingga orang yang belum mengenal kasih-Mu akan juga memberikan diri untuk diperdamaikan dengan diri-Mu melalui Yesus Kristus, Tuhanku. Di dalam nama Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Kamis, 12 April 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

16 Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari. 17 Engkaulah yang menetapkan segala batas bumi, musim kemarau dan musim hujan Engkaulah yang membuat-Nya. (Mazmur 74:16, 17)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Bagian yang diundikan kepada suku bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka adalah sampai ke batas tanah Edom, sampai ke padang gurun Zin ke selatan, di ujung selatan. 13 Tetapi kepada Kaleb bin Yefune diberikan Yosua sebagian di tengah-tengah bani Yehuda itu, yakni Kiryat-Arba, seperti yang dititahkan TUHAN kepadanya; Arba ialah bapa Enak. Itulah Hebron. 14 Dan Kaleb menghalau dari sana ketiga orang Enak, yakni Sesai, Ahiman dan Talmai, anak-anak Enak. (Yosua 15:1, 13-14)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Hidup ini adalah karena anugerah, dan Tuhan menghargai orang yang sungguh-sungguh bersandar kepada anugerah-Nya. Tidak dapat dipungkiri bahwa semua kemurahan Tuhan yang kita alami di dalam hidup kita semata-mata karena anugerah-Nya, dan bukan karena kita baik atau karena kita berbuat baik. Namun bukan berarti dengan demikian maka kita tidak perlu berbuat apa-apa, bersikap pasif alias menerima nasib saja. Justru sebaliknya, dengan bersandarkan kepada anugerah Tuhan kita harus berjuang untuk meraih penggenapan dari janji-janji-Nya. Tuhan menghargai sikap ini, yaitu dengan memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada orang yang percaya kepada-Nya itu. Sebab kerelaan untuk berjuang tersebut merupakan wujud dari iman terhadap anugerah-Nya.

 

Penghargaan tersebutlah yang Ia berikan kepada Kaleb sebagaimana yang dicatat di dalam Yosua 15. Kepada segenap bani Yehuda Tuhan memberikan wilayah yang telah Ia tentukan berdasarkan anugerah-Nya. Namun kepada Kaleb, yang juga adalah orang Yehuda, Allah melalui Yosua memberikan daerah yang khusus di dalam wilayah bani Yehuda, yaitu daerah Kiryat-Arba. Pemberian yang khusus ini adalah karena Kaleb tidak duduk berpangku tangan, bersikap pasif dan menerima nasib. Namun dengan bersandarkan pada anugerah Allah ia di usianya yang lanjut bersedia berjuang untuk menaklukkan orang-orang Enak yang berperawakan tinggi besar. Allah menghargai perjuangan Kaleb dalam iman kepada anugerah-Nya ini, yaitu dengan memberikan kepercayaan yang lebih besar kepadanya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sebaliknya dari hidup menerima nasib apakah yang seharusnya menjadi sikap seorang pengikut Kristus? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur untuk semua berkat yang telah aku terima di dalam anugerah-Mu. Dengan bersandar kepada anugerah-Mu itu aku berjuang di dalam iman untuk meraih penggenapan semua janji-janji-Mu. Aku percaya bahwa hidupku tidaklah boleh diserahkan kepada nasib, namun kepada rencana-Mu yang indah bagi diriku. Oleh sebab itu seberapa besar pun tantangan yang harus aku hadapi di dalam hidupku aku percaya bahwa imanku kepada-Mu tidaklah akan sia-sia. Engkau yang akan memberikan kemenangan kepadaku atas semua kesulitan yang aku hadapi dan bersama-Mu aku akan melakukan perkara-perkara yang besar demi kehormatan dan kemuliaan-Mu.

 

Ya Tuhan, terima kasih untuk penyertaan-Mu terhadap diriku di sepanjang hari ini. Engkau telah memampukan diriku untuk mengerjakan semua tugas-tugasku. Aku percaya semua yang aku upayakan di sepanjang hari ini tidak akan sia-sia, karena Engkau turut bekerja di dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi hidupku. Aku menyerahkan semua yang telah aku hasilkan hari ini ke dalam tangan-Mu, sempurnakan dan jadikanlah semuanya itu berhasil. Aku menyerahkan seluruh hidupku baik di malam ini maupun di hari-hari yang ada di hadapanku ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang rencana-Nya mulia bagi hidupku aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.