Tanggal 8 Februari

Ibadah Pagi

Pukul 05:00 - 08:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

TUHAN itu Raja, maka bangsa-bangsa gemetar. Ia duduk di atas kerub-kerub, maka bumi goyang. (Mazmur 99:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 "Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku. 6 Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung. 7 Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah! 8 Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku. 9 Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram! (Kisah Para Rasul 11:5-9)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Penilaian oleh Allah adalah lebih penting daripada penilaian oleh manusia. Tolok ukur yang digunakan manusia di dalam menilai apa yang ia lihat acapkali berbeda dengan tolok ukur yang digunakan oleh Allah. Kemampuan manusia yang terbatas mengakibatkan penilaian yang ia buat adalah berdasarkan apa yang nampak secara kasat mata dan tidak lebih dalam daripada itu. Sedangkan Allah mampu melihat sampai ke lubuk hati yang terdalam. Sebagai akibat penilaian manusia tidak selalu sama dengan penilaian yang dibuat oleh Allah. Apa yang baik bagi manusia belum tentu baik bagi Allah. Demikian pula apa yang buruk bagi manusia tidak selalu dipandang Tuhan sebagai hal yang tidak baik. Di dalam semuanya itu penilaian Allahlah yang harus menjadi pegangan kita.

 

Bahwasanya penilaian Allah adalah lebih penting dari penilaian manusia hal tersebut dicatat di dalam Kisah Para Rasul 11. Di situ ditulis bahwa tiga kali melalui penglihatan Allah menunjukkan berbagai macam hewan kepada Petrus dan Ia menyuruh Petrus untuk memakannya. Berdasarkan pandangan matanya Petrus menilai bahwa hewan-hewan tersebut adalah tidak tahir. Oleh karena itu ia menolak perintah Tuhan agar ia memakan hewan-hewan itu. Menanggapi penilaian Petrus ini Allah berkata: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!" Dengan demikian Allah menegaskan bahwa penilaian yang Ia buat adalah lebih penting daripada penilaian yang dilakukan oleh manusia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Selama ini manakah yang Anda utamakan, penilaian diri Anda atau penilaian yang dibuat Allah? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Allah yang maha pemurah, oleh karena kemurahan-Mulah aku dapat hidup menikmati semua kebaikan-Mu di hari-hari yang telah lalu. Oleh kemurahan-Mu itu pula Engkau telah menuntun hidupku di jalan-jalan-Mu. Dengan firman dan Roh-Mu Engkau menolong diriku untuk mengenal hal-hal yang benar dan mampu membedakannya dengan hal-hal yang tidak berkenan kepada-Mu. Engkau mengajar diriku untuk menilai semua yang ada di dunia ini berdasarkan kebenaran-Mu dan penilaian-Mu itu tidak pernah keliru. Oleh sebab itu ya Tuhan, tolonglah aku agar mampu menilai segala sesuatu dari sudut pandang mata-Mu, dan menghargai semua hal yang harus aku hargai berdasarkan kebenaran firman-Mu. Sehingga dengan demikian aku dapat hidup di dalam kehidupan yang berkenan kepada-Mu.

 

Bapa yang baik, mengawali hari ini aku datang ke hadapan takhta anugerah-Mu dengan mengangkat pujian dan syukurku kepada-Mu. Sebab kasih setia-Mu memungkinkan aku untuk menghadapi hari yang harus kujalani ini di dalam sukacita yang penuh. Aku percaya bersama dengan Engkau aku akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar demi hormat dan kemuliaan-Mu. Oleh pertolongan-Mu mampukanlah diriku mengerjakan tugas dan tanggung jawabku secara maksimal. Di dalam kemurahan-Mu pakailah hidupku untuk menjadi saluran dari kasih dan kebenaran-Mu terhadap dunia di sekitarku. Supaya oleh karena kesaksian hidupku mereka yang belum mengenal Engkau akan datang kepada-Mu dan mengaku bahwa keselamatan hanya ada pada-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa. Amin.

 

 

Pengakuan Iman Rasuli

 

Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.

Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita.

Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.

Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.

Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.

Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus; gereja yang kudus dan am; persekutuan orang kudus; pengampunan dosa; kebangkitan tubuh; dan hidup yang kekal. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kisah Para Rasul 11

Mazmur 39

Keluaran 27-28

 

 

 

 

Music: El Senyor

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 


  

Tanggal 8 Februari

Ibadah Siang

Pukul 12:00 - 14:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu! (Mazmur 138:8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

8 Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap. 9 Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku, jangan jadikan aku celaan orang bebal! (Mazmur 39:8, 9)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Allah, Engkau adalah pribadi yang maha pengasih dan pengampun. Kepada-Mu aku datang merendahkan diri dan memohon belas kasihan-Mu. Ampunilah aku atas segala pelanggaran yang kulakukan dan bebaskanlah aku dari hukuman-Mu atas segala kesalahanku. Pulihkanlah hidupku dan hapuskanlah masa laluku. Supaya dengan demikian aku dapat menyongsong masa depan yang baru dan hidupku tidak menjadi celaan dari orang-orang yang ada di sekitarku. Kepada-Mu aku berharap dan dengan hati yang sungguh-sungguh aku menanti-nantikan kemurahan-Mu.

 

Kembali pada siang hari ini aku datang menghadap takhta anugerah-Mu. Dengan meyakini bahwa kasih setia-Mu tidak pernah berubah untuk selama-lamanya aku memohon tuntunan dan penyertaan-Mu bagi hidupku. Ya Allah, arahkahlah langkah-langkah kakiku sesuai dengan jalan-jalan-Mu. Bawalah diriku untuk senantiasa hidup di dalam rancangan-Mu. Jangan biarkan diriku menyimpang dari kehendak-Mu yang sempurna itu. Di dalam penyertaan-Mu damai sejahtera dan keberhasilan akan mengikuti diriku seumur hidupku. Kepada-Mu aku mengangkat permohonanku, dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang limpah dengan anugerah, aku memanjatkan doaku. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

 

 

Music: Spiritus Jesu Christi

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 


  

Tanggal 8 Februari

Ibadah Malam

Pukul 18:00 - 22:00

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami. (Mazmur 68:29)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

20 "Haruslah kauperintahkan kepada orang Israel, supaya mereka membawa kepadamu minyak zaitun tumbuk yang murni untuk lampu, supaya orang dapat memasang lampu agar tetap menyala. 21 Di dalam Kemah Pertemuan di depan tabir yang menutupi tabut hukum, haruslah Harun dan anak-anaknya mengaturnya dari petang sampai pagi di hadapan TUHAN. Itulah suatu ketetapan yang berlaku untuk selama-lamanya bagi orang Israel turun-temurun." (Keluaran 27:20, 21)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kita harus senantiasa hidup sebagai terang walaupun tidak dilihat oleh orang lain, sebab sesungguhnya Allah adalah pribadi yang maha melihat. Memang pada umumnya orang akan menjaga dirinya agar nampak sebagai pribadi yang berperilaku baik ketika ada orang lain yang melihatnya. Namun apabila tidak ada orang lain yang melihat dirinya, maka yang bersangkutan akan berperilaku semau dirinya sendiri. Hal ini sama seperti orang yang hanya mematuhi rambu-rambu lalu lintas apabila ada polisi yang berjaga di sekitar tempat itu. Namun di malam hari, yaitu ketika tidak ada polisi yang bertugas, lampu lalu lintas di perempatan jalanpun ia abaikan begitu saja. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku baik yang ia amalkan tidaklah sungguh-sungguh merupakan sifat dirinya yang sebenarnya.

 

Prinsip bahwa umat Tuhan harus hidup menjadi terang di setiap waktu ini dapat dilihat dari perintah Tuhan di dalam Keluaran 27. Di situ dicatat bahwa Ia mengharuskan agar lampu di dalam Kemah Pertemuan tetap menyala di setiap waktu. Termasuk di waktu petang sampai pagi, yaitu saat tidak ada orang yang masuk ke dalam kemah tempat para imam melakukan ibadah. Artinya, walaupun tidak ada orang yang melihatnya, namun karena Allah senantiasa hadir di situ, maka lampu di dalam Kemah Pertemuan tersebut tidak boleh padam. Demikian pula dengan diri kita. Kita harus senantiasa hidup sebagai terang walaupun tidak dilihat oleh orang lain, sebab sesungguhnya Allah adalah pribadi yang maha melihat.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah perilaku Anda ketika dilihat orang sama dengan ketika tidak ada orang yang melihatnya? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Bapa, Engkau adalah pribadi yang mahatahu. Tidak ada apapun dalam hidupku yang tersembunyi dari pandangan mata-Mu. Engkau mengetahui hati dan pikiranku baik di saat aku berjalan maupun berbaring, di saat aku bekerja ataupun beristirahat. Sesungguhnya seluruh kehidupanku terbuka di hadapan-Mu. Oleh karena itu, tolonglah diriku dengan tuntunan firman-Mu agar aku dapat senantiasa hidup sebagai anak-anak terang di manapun dan pada waktu kapanpun aku berada. Baik di hadapan banyak orang maupun di saat aku seorang diri, tolonglah diriku agar senantiasa hidup di dalam kehidupan yang berkenan kepada-Mu.

 

Aku berterima kasih kepada-Mu untuk semua kebaikan-Mu yang telah kualami pada hari ini. Tak habis-habisnya kemurahan-Mu atas hidupku. Dengan penuh kesabaran Engkau menuntun diriku, dan dengan penuh kesetiaan Engkau tidak pernah membiarkan aku berjalan seorang diri menyusuri kehidupanku. Namun dengan setia Engkau selalu melingkupi diriku dengan kasih-Mu, dan tidak membiarkan aku mengambil jalan yang keliru tanpa Engkau terlebih dahulu memperingatkannya kepadaku. Bagaikan bapa yang baik yang tidak menginginkan anak-anaknya terperosok ke dalam jurang kegelapan demikianlah Engkau senantiasa melindungi hidupku dari kesesatan. Ya Bapa, aku bersyukur untuk semua berkat surgawi itu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

 

 

Music: Christe Lux Mundi

Composer: Taizé

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 

Music: Jesus, Remember Me

Composer: Jacques Berthier

© Ateliers et Presses de Taizé, 71250 Taizé, France

Musik yang digunakan di audio IH dapat dibeli: www.exultet-solutions.com/shop/pages-main/partner_id-10/language-en/index.html

 

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian akan dilakukan sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Kalau begitu, berapa lama waktu yang diperlukan? Tergantung dari setiap kita. Kita dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 45 menit, bahkan bisa lebih dari itu.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.